Bola.com, Jakarta - Perhelatan Piala Dunia 2026 baru saja rampung. Timnas Spanyol keluar sebagai juaranya, setelah mengalahkan Argentina 1-0 dalam laga final di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) pagi WIB.
Amerika Serikat (AS) baru saja sukses menjadi tuan rumah Piala Dunia edisi yang ke-23 ini. Sepanjang sejarahnya, negeri Paman Sam sudah dua kali menjadi tuan rumah Piala Dunia, yakni di tahun 1994 dan yang baru saja selesai digelar.
Pemerintah AS, melalui sang Presiden Donald Trump, sepertinya ketagihan agar Piala Dunia beberapa tahun berikutnya kembali digelar di negaranya. Untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia lagi, AS setidaknya menunggu 12 tahun atau lebih, mengingat edisi 2030 akan dimainkan di Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama.
Sementara tuan rumah Piala Dunia 2034 adalah Arab Saudi. Rupanya tidak hanya AS, negara Asia Tenggara yakni Malaysia juga punya ambisi serupa, dengan ingin menjadi host Piala Dunia suatu saat nanti.
Angkat Derajat
Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi baru-baru ini mengungkapkan ambisinya untuk membawa putaran final Piala Dunia ke negaranya. Ia juga berharap agar Timnas Malaysia dapat menjadi kekuatan utama di Asia Tenggara yang berlaga dalam turnamen paling bergengsi di dunia ini.
Ahmad Zahid Hamidi menyampaikan aspirasinya untuk mengangkat derajat sepak bola Malaysia.
"Jika Allah menghendaki, suatu hari nanti kita akan menjadikan Malaysia sebagai tuan rumah Piala Dunia. Dan saya sangat berharap, ketika momen bersejarah itu tiba, tim nasional Malaysia akan dengan bangga mewakili yang terbaik dari Asia Tenggara dalam turnamen akbar ini," ucapnya seperti dikutip dari Soha.
Penuh Tantangan
Untuk bisa tampil di Piala Dunia masih menjadi tantangan yang sangat berat bagi wakil-wakil Asia Tenggara. Dalam sejarah modern, belum ada tim ASEAN yang berhasil melewati babak kualifikasi untuk lolos ke putaran final.
Hanya Indonesia yang pernah tampil di Piala Dunia tahun 1938, itu pun belum menjadi negara merdeka karena masih bernama Hindia Belanda. Pada kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia menjadi tim yang melangkah paling jauh, namun mereka bahkan gagal menembus babak berikutnya.
Di sisi lain, Malaysia gagal melaju melewati putaran kedua kualifikasi, dan baru-baru ini tersingkir dari kualifikasi Piala Asia akibat skandal dokumen pemain naturalisasi yang tidak sah.
Kans Terbuka Lebar
Namun sepak bola dunia, terutama berkaitan dengan persaingan Piala Dunia sedang menghadapi perubahan besar. Usulan untuk memperluas peserta turnamen menjadi 64 tim mulai Piala Dunia 2030 dipandang sebagai katalis bagi tim-tim Asia Tenggara.
Banyak pihak meyakini bahwa perubahan inovatif ini akan membuka jalan yang lebih cerah bagi negara-negara sepak bola kelas menengah, termasuk Timnas Malaysia. Di Asia Tenggara, Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Malaysia termasuk dalam tim-tim yang memiliki potensi nyata jika FIFA secara resmi mengadopsi format 64 tim tersebut.
Pernyataan ambisius Zahid ini muncul di tengah aksi boikot terhadap tim nasional Malaysia oleh sebagian penggemar. Menyusul skandal penggunaan pemain naturalisasi secara ilegal dalam kualifikasi Piala Asia 2027, citra sepak bola nasional Malaysia telah tercoreng.
Sumber: Soha