Rodrigo De Paul Sindir Penyebar Teori Konspirasi Argentina di Piala Dunia 2026: Mereka Menanti Kami Gagal

Rodrigo De Paul Sindir Penyebar Teori Konspirasi Argentina di Piala Dunia 2026: Mereka Menanti Kami Gagal

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 21 Juli 2026, 22:30 WIB
Pemain Argentina Lionel Messi (dari kanan), Rodrigo De Paul, Nicolas Otamendi, dan Leandro Paredes meninggalkan panggung seusai menerima medali juara kedua dalam laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Bola.com, Jakarta - Gelandang Timnas Argentina, Rodrigo De Paul, meluapkan kekecewaannya setelah kegagalan Albiceleste mempertahankan gelar juara Piala Dunia 2026.

Argentina keok dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New York/New Jersey Stadium, Minggu (19/7/2026). Gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu memastikan La Furia Roja menang 1-0 sekaligus merebut trofi dunia untuk kedua kalinya.

Advertisement

De Paul menuding banyak pihak sengaja menyebarkan teori konspirasi tanpa dasar demi menjatuhkan Argentina sepanjang turnamen berlangsung.

 

Melalui akun Instagram pribadinya, Rodrigo De Paul mengaku sangat terpukul gagal membawa pulang trofi Piala Dunia. Namun, ia menilai hubungan antara tim nasional dengan masyarakat Argentina jauh lebih besar daripada sekadar sebuah gelar.

"Rasa sakit terbesar adalah kami tidak bisa membawa pulang Piala Dunia lagi. Saya yakin rakyat Argentina pantas merasakan kebahagiaan itu sekali lagi," tulis De Paul.


Argentina Dapat Hujatan

Gelandang Argentina bernomor punggung 7, Rodrigo De Paul, bereaksi pada laga final turnamen sepak bola Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey, East Rutherford, pada 19 Juli 2026. (Paul ELLIS / AFP)

Pemain Atletico Madrid tersebut kemudian menyinggung kritik yang diterima Argentina sepanjang turnamen. Menurutnya, banyak orang sengaja menciptakan teori konspirasi tanpa dasar hanya karena tidak menyukai kesuksesan Albiceleste.

"Semakin saya merenung, saya sadar banyak orang menunggu kami gagal. Mereka menyebarkan teori konspirasi yang tidak berdasar sepanjang Piala Dunia hanya untuk menghibur diri karena tidak bisa merasakan apa yang dirasakan rakyat Argentina. Senyum kami mengganggu mereka dan cara kami bermain membuat mereka tidak nyaman."

Laga final juga diwarnai insiden panas setelah peluit panjang berbunyi. Keributan antarpemain membuat Leandro Paredes menjadi pemain Argentina kedua yang menerima kartu merah, menyusul Enzo Fernandez yang lebih dulu diusir wasit pada masa injury time babak kedua.

 


Penyelidikan FIFA

Pemain Spanyol Gavi (kiri) terjatuh saat terlibat keributan dengan pemain Argentina Leandro Paredes (5) dan Thiago Almada usai laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Yuki Iwamura)

De Paul menambahkan, berbagai kritik tersebut justru membuat para pemain semakin kompak dan semakin bangga mengenakan seragam Argentina.

"Semua itu hanya memperkuat keyakinan bahwa cinta dan semangat kami terhadap jersey Argentina mampu mengalahkan apa pun. Rasa sakit ini akan bertahan lama, tetapi hari ini saya semakin bangga menjadi orang Argentina."

Penampilan keras Argentina sepanjang turnamen kemudian menuai banyak kritik. FIFA bahkan dikabarkan tengah menyelidiki berbagai insiden disiplin yang melibatkan skuad asuhan Lionel Scaloni.

Sumber: Metro

Berita Terkait