Joshua Zirkzee Jadi Pengingat bagi MU, Striker Itu Kebutuhan Mendesak

Absennya Benjamin Sesko karena masih menjalani pemulihan cedera tulang kering membuat Joshua Zirkzee dipercaya mengisi lini depan Manchester United (MU).

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 22 Juli 2026, 18:00 WIB
Penyerang Manchester United, Joshua Zirkzee, merayakan gol pembuka yang membuat skor 1-0 dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris (Premier League) antara Manchester United dan Wolverhampton Wanderers di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 30 Desember 2025. (Oli Scarf/AFP)

Bola.com, Jakarta - Joshua Zirkzee menjadi starter sebagai penyerang tengah ketika Manchester United (MU) menghadapi Wrexham pada laga pramusim perdana di Stadion Olimpiade Helsinki.

Meski pertandingan itu lebih fokus untuk membangun kebugaran pemain jelang musim baru, penampilan Zirkzee justru kembali mengingatkan Setan Merah masih membutuhkan tambahan striker murni pada bursa transfer musim panas ini.

Advertisement

Absennya Benjamin Sesko karena masih menjalani pemulihan cedera tulang kering membuat Zirkzee dipercaya mengisi lini depan.

Namun, berdasarkan performanya sejak bergabung dengan MU, pemain asal Belanda itu dinilai bukan sosok ideal untuk menjadi ujung tombak utama.

 
 

Cedera Sesko Buka Risiko Besar bagi MU

Hasil ini membuat skuad asuhan Michael Carrick naik ke peringkat keempat klasemen sementara dengan koleksi 48 poin. (AFP/Paul Ellis)

Benjamin Sesko saat ini menjadi satu-satunya penyerang tengah senior murni yang dimiliki Manchester United.

Penyerang asal Slovenia tersebut masih menjalani pemulihan setelah cedera tulang keringnya kambuh akibat benturan keras dalam laga melawan Liverpool musim lalu.

Saat itu, Sesko sempat tetap bermain meski mengalami masalah fisik sebelum akhirnya tim medis menyarankan ia beristirahat.

Manchester United optimistis Sesko bisa pulih tepat waktu untuk mengawali musim 2026/2027. Meski begitu, klub dinilai tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada pemain tersebut.

Jika Sesko kembali mengalami cedera, pilihan di lini depan menjadi sangat terbatas. Karena itulah, perekrutan striker baru dianggap sebagai prioritas untuk mengurangi beban mencetak gol yang selama ini dipikul Sesko.


Posisi Terbaik Zirkzee Bukan Sebagai Nomor 9

Bek Newcastle United asal Inggris #02, Kieran Trippier (Kanan), beradu dengan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Penampilan Zirkzee melawan Wrexham memperlihatkan bahwa kekuatan utamanya bukan berada di kotak penalti lawan.

Pemain berusia 25 tahun itu justru tampil lebih efektif ketika turun lebih dalam untuk menjemput bola dan menghubungkan permainan dengan rekan-rekannya.

Karakter itu sejalan dengan pernyataannya saat pertama kali bergabung ke Old Trafford, ketika ia menyebut dirinya lebih cocok berperan sebagai "nomor 9,5" dibanding penyerang murni.

Musim lalu, Ruben Amorim sempat mencoba memainkan Zirkzee sebagai gelandang serang dan hasilnya cukup menjanjikan.

Namun, peluangnya mengisi posisi tersebut di bawah arahan Michael Carrick dinilai cukup kecil karena persaingan yang sangat ketat.


Masa Depan Zirkzee Masih Tanda Tanya

Bek Southampton asal Polandia #35, Jan Bednarek, dan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee, berebut bola selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Southampton di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Jumat dini hari WIB (17-1-2025). (Oli SCARFF/AFP)

Situasi Joshua Zirkzee di Manchester United masih belum jelas. Sang pemain sebenarnya sempat ingin meninggalkan klub pada bursa transfer Januari lalu, tetapi manajemen menolak melepasnya.

Minimnya kesempatan bermain, hanya lima kali menjadi starter di Premier League, membuatnya gagal masuk skuad Belanda untuk Piala Dunia 2026.

Meski begitu, Zirkzee tetap menjadi sosok yang disukai di ruang ganti dan memiliki hubungan baik dengan para pendukung MU. Sementara di sisi lain, muncul pandangan bahwa menjual Zirkzee bisa menjadi solusi finansial bagi klub.

Dana hasil transfernya dapat digunakan untuk mendatangkan penyerang tengah berpengalaman yang benar-benar mampu menjadi pelapis sekaligus pesaing bagi Benjamin Sesko.

Dengan musim baru yang semakin dekat, MU dituntut segera mengambil keputusan. Jika tidak, ketergantungan kepada Sesko berpotensi menjadi titik lemah yang menghambat ambisi bersaing di Premier League dan Liga Champions musim ini.

Sumber: Manchester Evening News

Berita Terkait