Asosiasi Sepak Bola Argentina Bantah Presiden Claudio Tapia Ditahan FBI usai Final Piala Dunia 2026

Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) menanggapi kabar presidennya ditahan di AS usai Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 23 Juli 2026, 08:45 WIB
Ketua Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, memberi isyarat menjelang pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 20 Juli 2026. (JUAN MABROMATA/AFP)

Bola.com, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) mengeluarkan pernyataan resmi setelah muncul laporan pada Rabu waktu setempat, yang menyebut presidennya, Claudio Tapia, mengalami masalah sebelum meninggalkan Amerika Serikat usai Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, beredar laporan yang mengklaim FBI sedang menyelidiki dugaan pencucian uang senilai ratusan juta dolar AS melalui bank-bank di Amerika Serikat yang melibatkan pihak dari Argentina.

Advertisement

Tapia hadir menyaksikan Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey.

Namun, sebuah media Argentina kemudian melaporkan bahwa ia menghadapi kendala sebelum menaiki pesawat untuk meninggalkan Amerika Serikat.

Menurut laporan media Argentina, Infobae, yang dikutip AS, pesawat yang ditumpangi rombongan Argentina sempat ditahan di Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK) oleh FBI.


Bantahan AFA

Lionel Messi #10 dari Timnas Argentina dihibur oleh Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, pada upacara penghargaan setelah pertandingan Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Florencia Tan Jun/Getty Images via AFP)

Laporan itu juga mengklaim FBI menyita telepon genggam sejumlah pejabat senior AFA.

Tapia, Pablo Toviggino, serta dua pebisnis, Diego Lucero dan Javier Faroni, disebut sedang diselidiki atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Laporan tersebut juga menyebut Tapia dan Toviggino telah dipanggil untuk memberikan keterangan di pengadilan Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, AFA mengakui ada pihak ketiga yang menerima panggilan pengadilan untuk kemungkinan memberikan kesaksian. Namun, asosiasi membantah keras seluruh tuduhan yang ditujukan kepada para petingginya.

"Benar-benar tidak benar bahwa Claudio Tapia atau Pablo Toviggino dipanggil untuk memberikan kesaksian oleh sistem peradilan Amerika Serikat. Tidak benar pula bahwa telepon seluler maupun perangkat elektronik lainnya milik mereka telah disita," demikian bunyi pernyataan AFA dikutip Give Me Sport.


Penegasan AFA

Presiden FIFA, Gianni Infantino (2 kanan), Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia (3 kiri), Presiden CONMEBOL, Alejandro Dominguez (kiri), Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger (CR), dan Wakil Sekretaris Jenderal FIFA Brasil, Mattias Grafstrom, (kanan) menyanyikan lagu kebangsaan menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta di Atlanta pada 16 Juli. 2026. (JUAN MABROMATA/AFP)

AFA juga menegaskan dokumen yang dimaksud tidak memuat tindakan hukum terhadap Tapia maupun bendahara AFA.

"Dokumen tersebut tidak menetapkan tindakan apa pun terhadap Presiden AFA maupun Bendahara AFA, tidak memerintahkan keduanya untuk hadir, tidak membebankan kewajiban prosedural apa pun kepada mereka, serta tidak mencatat adanya penyitaan atau perampasan aset milik mereka," lanjut pernyataan itu.

Pernyataan AFA merujuk pada dokumen pengadilan yang disebut-sebut menyatakan Tapia akan hadir di Pengadilan Distrik Selatan Florida. Ia juga diklaim akan dimintai informasi mengenai Tourprodenter.

Tourprodenter merupakan organisasi yang berbasis di Florida dan menangani pembayaran terkait sejumlah kesepakatan komersial terbesar Argentina.

Organisasi itu disebut dalam laporan karena diduga menjadi jalur aliran dana jutaan dolar AS melalui bank-bank di Amerika Serikat.

 

Sumber: Give Me Sport