Akademi Persib Cimahi Jadi Runner-up Gothia Cup 2026, Putri Tangsel City FC Bikin Kejutan

Akademi Persib Cimahi (APC) kembali membuktikan kualitas di pentas internasional setelah menembus final Gothia Cup 2026 kategori U-13 Boys.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 23 Juli 2026, 12:45 WIB
Akademi Persib Cimahi menjadi runner-up Gothia Cup 2026. (Bola.com/Meet The World with SKF Road to Gothia Cup Indonesia 2026).

Bola.com, Gothenburg - Akademi Persib Cimahi (APC) kembali membuktikan kualitasnya di pentas internasional setelah menembus partai final Gothia Cup 2026 kategori U-13 Boys.

Sementara itu, Putri Tangsel City FC turut mencatatkan sejarah sebagai tim putri Indonesia pertama yang berhasil lolos ke babak play-off dalam kejuaraan bergengsi tersebut.

Advertisement

Turnamen sepak bola usia muda terbesar di dunia itu berlangsung di Gothenburg, Swedia, 12-19 Juli 2026.

Dua wakil Indonesia tersebut sama-sama tampil kompetitif.

Akademi Persib Cimahi datang ke Gothia Cup 2026 dengan status juara bertahan setelah menjadi kampiun kategori U-13 Boys pada edisi 2025. APC kembali menunjukkan konsistensinya dengan melangkah hingga partai puncak.

Perjalanan Akademi Persib Cimahi menuju final berlangsung impresif. APC menyapu bersih tiga pertandingan penyisihan grup sebelum terus melaju di babak gugur hingga memastikan tempat di laga penentuan.

Selama sembilan pertandingan, Akademi Persib Cimahi membukukan 39 gol dan hanya kebobolan tujuh kali. Andik Wahyu Jati menjadi sebagai pencetak gol terbanyak tim dengan torehan delapan gol.


Kiprah Putri Tangsel City FC

Langkah Akademi Persib Cimahi mempertahankan gelar akhirnya terhenti di final setelah kalah 0-2 dari Selection Elite asal Prancis.

Meski gagal menjadi juara untuk kedua kalinya secara beruntun, posisi runner-up tetap menjadi pencapaian membanggakan bagi APC.

"Pertama, kami sangat bersyukur dan bangga bisa kembali mencapai puncak turnamen Gothia Cup, walau keluar sebagai runner-up. Ini bagian dari sepak bola, di mana tahun ini sangat kompetitif. Ini akan jadi bagian dari proses anak-anak," ujar Agi Maulana, pelatih Akademi Persib Cimahi.

"Anak-anak masih menunjukkan semangat belajar, disiplin, dan mental yang kuat. Sebagai pelatih, saya tetap bangga karena mereka tidak pernah menyerah memberikan yang terbaik untuk tim dan nama Indonesia," imbuh Agi.

Putri Tangsel City FC juga membawa kabar menggembirakan dari Gothenburg. Wakil Indonesia pada kategori U-15 Girls itu menjadi tim putri Indonesia pertama yang mampu menembus babak play-off Gothia Cup setelah pada edisi sebelumnya wakil Indonesia selalu terhenti di penyisihan grup.

Putri Tangsel City mengawali turnamen dengan dua kemenangan dan satu kekalahan pada fase grup. Langkah mereka kemudian terhenti pada Play-off A atau 32 besar setelah kalah 0-2 dari Groseko SFA asal Spanyol.

"Saya mengapresiasi perjuangan anak-anak yang bermain dengan penuh semangat. Pengalaman di Gothia Cup 2026 akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi perkembangan mereka ke depan dan mudah-mudahan menjadi motivasi untuk terus bermimpi lebih besar," kata Muhamad Heru, pelatih Putri Tangsel City.


Bukti Perkembangan Pembinaan Usia Muda

Keikutsertaan APC dan Putri Tangsel City merupakan bagian dari program Meet The World with SKF melalui inisiatif SKF Care yang mendukung pembinaan sepak bola usia muda Indonesia.

Program tersebut memberikan kesempatan kepada tim terbaik Indonesia untuk berkancah di Gothia Cup sekaligus menanamkan nilai sportivitas, kepemimpinan, kerja sama tim, fair play, dan persahabatan lintas budaya.

"Pencapaian tahun ini menunjukkan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing secara konsisten di level dunia. Kami bangga melihat APC kembali mencapai final sebagai juara bertahan dan Putri Tangsel City mencatat sejarah baru bagi sepak bola putri Indonesia. Semoga pengalaman ini menjadi inspirasi bagi makin banyak anak-anak Indonesia untuk terus bermimpi dan berkembang melalui sepak bola," ungkap Ratih Juwita, Project Manager Meet The World with SKF and Gothia Ambassador from Indonesia.

Penyelenggara Meet The World with SKF Road to Gothia Cup Indonesia 2026, Chandra Syahriar, dari Cantrik ACL, menilai hasil yang diraih kedua wakil Indonesia menjadi bukti perkembangan pembinaan usia muda di Tanah Air.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia menjadi juara pada 2025, kembali mencapai final pada 2026, serta lahirnya sejarah baru dari sektor putri menunjukkan kualitas pemain muda Indonesia makin kompetitif di level internasional.

"Dalam dua tahun terakhir, Indonesia berhasil menjadi juara Gothia Cup, kembali mencapai final sebagai runner-up, serta mencatat sejarah di kategori putri. Ini menunjukkan bahwa kualitas pemain muda Indonesia semakin kompetitif di tingkat internasional. Yang lebih penting, anak-anak mendapatkan pengalaman hidup yang akan membentuk karakter, mental juara, dan wawasan global mereka. Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi makin banyak akademi dan sekolah sepak bola di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan," tutur Chandra Syahriar.

Berita Terkait