Federasi Sepak Bola Norwegia Siap Laporkan FIFA, Soroti Campur Tangan Donald Trump dalam Kasus Kartu Merah Balogun di Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026: NFF siap memprotes FIFA terkait dugaan intervensi Donald Trump dalam pencabutan kartu merah Folarin Balogun.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 24 Juli 2026, 05:00 WIB
Wasit Raphael Claus dari Brasil memberikan kartu merah kepada Folarin Balogun (Amerika Serikat), kanan, saat pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Bola.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) berencana mengajukan keluhan resmi kepada FIFA terkait dugaan campur tangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pencabutan kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, di Piala Dunia 2026.

Kontroversi bermula ketika Balogun mendapat kartu merah setelah secara tidak sengaja mengenai tendon Achilles bek Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic. Namun, keputusan tersebut kemudian dibatalkan setelah muncul kabar bahwa Trump menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Advertisement

Keputusan itu memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan. Trump bahkan memuji FIFA karena, menurutnya, telah "membatalkan sebuah ketidakadilan besar", yang kemudian menjadi salah satu kontroversi terbesar sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Presiden NFF, Lise Klaveness, menilai keputusan tersebut menjadi preseden berbahaya karena dinilai melibatkan pengaruh politik terhadap proses pengambilan keputusan dalam sepak bola.

"Ketika Anda membengkokkan aturan seperti ini, Anda sedang berada di jalan yang licin yang bisa membahayakan seluruh permainan," kata Klaveness kepada The Times.


NFF: Integritas Sepak Bola Dipertaruhkan

(Kiri/Kanan) Presiden AS, Donald Trump, memperhatikan saat menerima Hadiah Perdamaian FIFA (FIFA Peace Award) dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, selama pengundian Piala Dunia 2026 yang berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko, di Kennedy Center, Washington, DC, pada 5 Desember 2025. (Brendan SMIALOWSKI/AFP)

Menurutnya, keputusan tersebut seharusnya tidak pernah terjadi dan FIFA perlu memberikan penjelasan secara terbuka.

"Yang terpenting, ini seharusnya tidak terjadi. Sangat penting sekarang untuk ada komunikasi yang jujur mengenai kasus ini. Kita semua tahu keputusan itu dipengaruhi kekuatan dari luar dan tidak melalui proses yang semestinya."

Klaveness juga meminta FIFA mengakui bahwa pencabutan kartu merah Balogun merupakan sebuah kesalahan.

"Kami membutuhkan pemimpin FIFA untuk mengatakan bahwa ini adalah sebuah kekeliruan. Jika organisasi mulai menyesuaikan diri terhadap tekanan para pemimpin negara dan kepentingan politik, maka batas campur tangan pemerintah dalam sepak bola akan semakin kabur. Dan itulah yang terjadi."


Bukan Kali Pertama Norwegia Mengkritik FIFA

Ini bukan kali pertama NFF berselisih dengan FIFA selama Piala Dunia 2026. Sebelumnya, federasi tersebut juga memprotes keputusan FIFA memberikan penghargaan perdana Peace Prize kepada Donald Trump.

Menurut NFF, keputusan tersebut berpotensi melanggar prinsip netralitas politik yang selama ini dijunjung tinggi oleh FIFA.

Selain itu, Norwegia juga termasuk salah satu federasi yang menolak wacana FIFA memperluas jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim. NFF menilai rencana tersebut berlebihan dan dikhawatirkan dapat mengurangi kualitas turnamen, sejalan dengan kritik yang juga disampaikan banyak pendukung sepak bola.

Sumber; ESPN

Berita Terkait