Dibebani Target Trofi, Pelatih Timnas Vietnam Akui Tertekan untuk Pertahankan Gelar Juara Piala AFF

Pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, mengakui tekanan mempertahankan gelar Piala AFF 2026.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 24 Juli 2026, 14:00 WIB
Ekspresi pelatih Timnas Vietnam U-23, Kim Sang-sik, saat mendampingi timnya melawan Timnas Indonesia U-23 pada final Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (29/7/2025). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, menyadari tantangan besar yang dihadapi anak asuhnya untuk mempertahankan status sebagai juara bertahan Piala AFF 2026.

Timnas Vietnam datang sebagai juara bertahan setelah menjuarai Piala AFF 2024. Pada partai final, ketika itu mereka sukses menumpas perlawanan Thailand dengan agregat 5-3 (2-1 dan 3-2).

Advertisement

Kini, The Golden Star siap kembali berjuang menghadapi kejuaraan ini setelah menjalani masa persiapan intensif selama hampir lima pekan.

Namun, Kim Sang-sik tak menampik apabila target mempertahankan gelar itu memberikan tekanan tersendiri.

"Menjadi juara edisi sebelumnya tentu mendatangkan tekanan tersendiri. Mempertahankan gelar Piala AFF adalah tugas yang sangat berat, dan kami semua merasakan beban itu," ujar Kim Sang-sik, dikutip dari Vietnam Express.

"Meskipun demikian, kami tetap memiliki tingkat kepercayaan diri tertentu dan para pemain siap bertarung demi mencapai target tersebut pada Piala AFF 2026 ini," lanjut juru taktik asal Korea Selatan tersebut.

 


Rekor Historis Juara Bertahan

Vietnam. Timnas Vietnam total telah meraih 2 trofi Piala AFF sepanjang sejarah, yaitu pada edisi 2008 dan 2018. Pada edisi 2008 Vietnam sukses mengalahkan Thailand di partai final, sementara pada edisi 2018 giliran Malaysia yang ditaklukkan di partai final. (AFP/Nhac Nguyen)

Sepanjang sejarah sepak bola di kawasan Asia Tenggara, baru ada dua negara yang tercatat mampu mempertahankan gelar juara secara beruntun. Rekor tersebut hanya dimiliki oleh Thailand dan Singapura.

Thailand, misalnya, mampu mempertahankan gelar juara pada edisi 2000 setelah kembali mengangkat trofi pada 2002. Sedangkan Singapura mengukir dua gelar secara beruntun pada edisi 2004 dan 2007.

Catatan ini sebetulnya hampir disamai Vietnam ketika masih berada di bawah asuhan pelatih sebelumnya, Park Hang-seo. Mereka menjuarai Piala AFF 2018, tetapi akhirnya kandas di semifinal pada edisi 2020.

 


Berambisi Ukir Sejarah

Timnas Vietnam. (Dok. vff.org.vn)

Dari catatan seniornya itu, Kim Sang-sik telah memetakan tantangan yang harus dihadapi The Golden Star jika ingin meraih gelar juara secara back-to-back. Dia ingin anak asuhnya fokus melewati laga demi laga, tanpa terbebani target untuk mengangkat trofi.

"Terus-menerus bertanding di turnamen internasional tentu bukan hal yang mudah. Saya rasa itulah alasan mengapa Pelatih Park saat itu tidak berhasil mempertahankan gelar juara Asia Tenggara," tutur Kim.

"Saat ini kami juga menghadapi situasi yang tidak kalah menantang. Target utama kami adalah mempertahankan gelar, tetapi fokus kami sekarang adalah menyelesaikan pertandingan satu demi satu," tambahnya.

 


Pesaing Skuad Garuda

Timnas Vietnam proyeksi Piala AFF 2026 berlatih sebagai persiapan turnamen. Vietnam menggelar TC jelang Piala AFF 2026 di Chonburi, Thailand. (Dok. vff.org.vn)

Timnas Vietnam bakal menjadi satu di antara pesaing terberat Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026.

Kedua tim dijadwalkan baru berjumpa pada matchday keempat, tepatnya di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, 3 Agustus 2026.

Sebelum partai ini, skuad Garuda akan terlebih dahulu bersua Kamboja (27 Juli 2026) dan Timor Leste (31 Juli 2026). Sedangkan Vietnam berhadapan dengan Timor Leste (24 Juli 2026) dan Singapura (31 Juli 2026).

Berita Terkait