EMTEK Perkuat Komitmen Keberlanjutan Lewat Ikrar Keanekaragaman Hayati

EMTEK meluncurkan Ikrar Keanekaragaman Hayati dan menunjuk Sustainability Champions untuk memperkuat komitmen keberlanjutan.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 24 Juli 2026, 16:15 WIB
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan melalui peluncuran Ikrar Keanekaragaman Hayati sekaligus menunjuk Sustainability Champions dari berbagai divisi perusahaan. (Doc EMTEK)

Bola.com, Jakarta - PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan melalui peluncuran Ikrar Keanekaragaman Hayati sekaligus menunjuk Sustainability Champions dari berbagai divisi perusahaan.

Inisiatif ini bertujuan mendorong karyawan menerapkan praktik ramah lingkungan dalam aktivitas sehari-hari serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.

Advertisement

Program tersebut diperkenalkan dalam EMTEK Biodiversity Day yang diselenggarakan bersama Jagat Satwa Nusantara (JSN) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Kegiatan ini diikuti perwakilan dari berbagai divisi EMTEK Holding, dengan jumlah peserta mencapai hampir 40 persen dari total karyawan.

EMTEK mengambil inspirasi dari elang jawa (Nisaetus bartelsi), satwa endemik Pulau Jawa yang berstatus terancam punah dan dikenal sebagai inspirasi sosok Garuda, lambang negara Indonesia.

Direktur Operasional Jagat Satwa Nusantara, M. Fardhan Khan, mengatakan tekanan lingkungan di kawasan perkotaan membuat pelestarian keanekaragaman hayati menjadi isu yang semakin relevan.

"Berbagai tekanan lingkungan yang dihadapi Jakarta mengingatkan kita akan pentingnya keanekaragaman hayati perkotaan. Salah satu contoh penting adalah elang jawa, spesies endemik yang terancam punah dan diasosiasikan dengan Garuda, lambang negara Indonesia," ujarnya.


Membangun Kesadaran Lingkungan

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan melalui peluncuran Ikrar Keanekaragaman Hayati sekaligus menunjuk Sustainability Champions dari berbagai divisi perusahaan. (Doc EMTEK)

Menurut Fardhan, keberhasilan mengembangbiakkan elang jawa membuktikan bahwa upaya konservasi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari perlindungan habitat, penelitian, edukasi, hingga peningkatan kesadaran publik.

"Keberhasilan dalam mengembangbiakkan spesies ini menunjukkan bagaimana konservasi, penelitian, edukasi, dan peningkatan kesadaran publik dapat berjalan bersama untuk membantu melindungi satwa liar Indonesia," katanya.

Selain mempelajari elang jawa, peserta juga diperkenalkan dengan elang harpy Papua dan elang emas Amerika. Melalui sesi edukasi interaktif dan pengamatan satwa secara langsung, peserta diajak memahami keterkaitan antara keanekaragaman hayati dengan berbagai tantangan lingkungan perkotaan, seperti polusi udara, berkurangnya ruang terbuka hijau, hingga hilangnya habitat satwa.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya EMTEK membangun budaya keberlanjutan di lingkungan kerja. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya keanekaragaman hayati, tetapi juga diajak melihat bagaimana tindakan sederhana di tempat kerja dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Direktur EMTEK sekaligus Ketua Komite ESG EMTEK, Titi Maria Rusli, mengatakan keanekaragaman hayati merupakan fondasi kehidupan karena mencakup keragaman tumbuhan, hewan, mikroorganisme, dan ekosistem yang saling bergantung. Menurutnya, filosofi Bhinneka Tunggal Ika juga mencerminkan pentingnya keberagaman di alam.

"Melindungi keanekaragaman hayati berarti memahami bahwa kesejahteraan manusia, satwa liar, dan ekosistem saling terhubung," ujar Titi.

Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga konservasi. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu juga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.

Sebagai penutup kegiatan, jajaran manajemen dan perwakilan berbagai divisi menandatangani Ikrar Keanekaragaman Hayati EMTEK. Melalui ikrar tersebut, peserta berkomitmen menggunakan energi, air, dan material secara bertanggung jawab, mengurangi konsumsi yang tidak diperlukan, meminimalkan sampah, serta menghormati tumbuhan dan satwa liar.

EMTEK juga menunjuk Sustainability Champions dari berbagai divisi sebagai penggerak budaya keberlanjutan di lingkungan perusahaan. Mereka akan membantu menyebarluaskan informasi mengenai praktik keberlanjutan sekaligus mendorong pelaksanaan berbagai inisiatif ramah lingkungan di masing-masing tim.

Head of Sustainability EMTEK, Grace Tobing, menegaskan bahwa pelestarian keanekaragaman hayati tidak hanya identik dengan konservasi satwa liar, tetapi juga dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan setiap hari.

"Keanekaragaman hayati bukan hanya persoalan konservasi. Karyawan juga dapat turut mendukungnya melalui tindakan-tindakan sederhana di tempat kerja dan di rumah. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menciptakan perubahan yang berarti," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, EMTEK akan membentuk Pojok Keanekaragaman Hayati dan Pojok Hijau di lingkungan kantor, serta mengembangkan berbagai program edukasi mengenai penggunaan sumber daya secara bijak, pengurangan sampah, dan pelestarian lingkungan.

Melalui kolaborasi dengan Jagat Satwa Nusantara, EMTEK berharap kepedulian terhadap keanekaragaman hayati tidak berhenti sebagai kampanye, tetapi tumbuh menjadi budaya perusahaan yang diwujudkan melalui aksi nyata dan berkelanjutan.

Tag Terkait

Berita Terkait