Legenda MU Kritik Senne Lammens: Tak Setara dengan Kiper Hebat The Red Devils

Senne Lammens kembali menjadi sorotan setelah MU hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Everton.

Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) kembali mendapat sorotan setelah masalah di bawah mistar gawang ikut menjadi pembicaraan. Mantan pelatih tim utama Setan Merah, Rene Meulensteen, menilai Senne Lammens belum memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi penjaga gawang utama klub.

Senne Lammens kembali menjadi sorotan setelah MU hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Everton.

Kiper asal Belgia itu dinilai melakukan kesalahan saat proses gol pertama The Toffees dan kembali mendapat kritik ketika gagal mengantisipasi gol penyeimbang kedudukan Ainsley Maitland-Niles pada masa tambahan waktu.

Meulensteen, yang pernah menjadi tangan kanan Sir Alex Ferguson, bahkan menilai MU perlu kembali masuk ke pasar transfer untuk mencari kiper dengan kualitas lebih tinggi.

Menurutnya, Setan Merah membutuhkan sosok yang levelnya mendekati David De Gea, Peter Schmeichel, atau Edwin van der Sar.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Meulensteen Ragukan Lammens sebagai Kiper Utama MU

Perdebatan mengenai posisi kiper MU sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Meulensteen jadi salah satu pihak yang tidak sepenuhnya yakin Lammens merupakan solusi jangka panjang bagi klub.

Ia mengakui Lammens telah menunjukkan sejumlah penampilan bagus sejak bergabung dengan MU.

Namun, beberapa kesalahan penting membuat Meulensteen mempertanyakan apakah kiper berusia 24 tahun tersebut benar-benar memiliki kualitas untuk mengawal gawang klub sebesar MU.

“Sudah cukup lama ada perdebatan mengenai apakah Lammens harus menjadi nomor satu ke depannya. Secara pribadi, saya akan mencari kiper lain,” ujar Meulensteen kepada Tipman Tips.

Meulensteen juga mengungkit kesalahan Lammens saat memperkuat Belgia di Piala Dunia 2026. Kesalahan itu disebutnya memiliki kemiripan dengan sejumlah blunder yang pernah dilakukan De Gea ketika masih membela MU.

“Dia melakukan kesalahan besar di Piala Dunia bersama Belgia yang pada akhirnya menyebabkan kekalahan mereka dari Spanyol. Itu mirip dengan beberapa kesalahan yang pernah dilakukan David De Gea,” katanya.

Tak Setara dengan Schmeichel, Van der Sar, dan De Gea

Meski memberikan catatan positif terhadap penampilan Lammens sejauh ini, Meulensteen menegaskan sang kiper belum berada pada level kiper terbaik yang pernah dimiliki MU.

“Untungnya, kami belum melihat sesuatu seperti itu di MU dan dia sudah tampil cukup baik sejak datang. Namun, dia tidak berada pada kaliber yang sama dengan kiper yang pernah dimiliki MU, seperti Schmeichel, Van der Sar, atau De Gea,” tegas Meulensteen.

Menurutnya, kualitas penjaga gawang merupakan salah satu faktor penting jika sebuah klub ingin benar-benar bersaing memperebutkan gelar Premier League.

MU memang pernah memiliki tradisi panjang dengan kiper-kiper kelas dunia. Schmeichel menjadi salah satu figur penting dalam era kejayaan Ferguson, sedangkan Van der Sar dan De Gea juga pernah menjadi bagian krusial dari kesuksesan klub.

“Tim mana pun yang benar-benar ingin menantang gelar juara membutuhkan kiper kelas atas,” ujar Meulensteen.

Unai Simon Dinilai Jadi Kandidat Ideal

Meulensteen sebenarnya memiliki satu nama yang menurutnya bisa menjadi solusi ideal bagi MU. Ia sempat menyebut Emiliano Martinez sebagai kiper yang cocok, tetapi pemain asal Argentina itu sudah lebih dulu bergabung dengan Chelsea setelah meninggalkan Aston Villa.

Meulensteen mengarahkan perhatian MU kepada kiper Timnas Spanyol, Unai Simon. Menurutnya, kualitas Simon bahkan terlihat dari persaingannya dengan David Raya di Timnas Spanyol.

Raya tampil impresif bersama Arsenal, tetapi masih harus bersaing untuk mendapatkan posisi utama di level internasional.

“MU membutuhkan kiper dengan level seperti itu. Lihat David Raya di Arsenal yang tampil sangat baik sejak bergabung dengan mereka. Dia bahkan tidak bisa masuk tim Spanyol karena ada Unai Simon. Dia adalah tipe kiper yang dibutuhkan MU,” kata Meulensteen.

Pernyataan itu sekaligus menjadi rekomendasi transfer yang cukup jelas. Meulensteen menilai MU membutuhkan kiper yang mampu memberikan rasa aman sekaligus memiliki pengalaman di level tertinggi.

Bukan Hanya Kiper, Lini Belakang MU juga Bermasalah

Meski mengkritik Lammens, Meulensteen tidak sepenuhnya menyalahkan sang kiper atas persoalan defensif MU.

Ia menilai lini belakang Setan Merah secara keseluruhan masih terlalu mudah ditembus. Michael Carrick dianggap memiliki pekerjaan rumah besar untuk menemukan kombinasi yang konsisten.

“Saya masih berpikir mereka rentan di belakang dan itu adalah salah satu hal yang harus segera dibenahi Michael. Menemukan pasangan bek tengah yang cocok dan mendapatkan konsistensi di lini belakang akan menjadi kunci,” ujar Meulensteen.

Harry Maguire disebut telah mengakhiri musim lalu dengan performa bagus. Namun, menurut Meulensteen, pemain Inggris itu membutuhkan partner yang mampu memberikan keseimbangan di jantung pertahanan.

MU sebenarnya memiliki banyak pilihan di posisi itu, mulai dari Lisandro Martinez, Leny Yoro, Ayden Heaven hingga Luke Shaw yang juga bisa dimainkan sebagai bek tengah.

Masalahnya, terlalu banyak perubahan kombinasi justru membuat pertahanan MU sulit menemukan kestabilan.

“Harry Maguire menjalani akhir musim lalu dengan baik, tetapi dia membutuhkan bek tengah yang bisa melengkapinya. Mereka punya banyak pilihan, tetapi masalahnya adalah inkonsistensi di lini belakang yang harus segera diselesaikan,” tutup Meulensteen.

Dengan demikian, pekerjaan Carrick bukan hanya menentukan siapa yang berdiri di bawah mistar. MU juga perlu menemukan kombinasi lini belakang yang solid jika ingin mengubah ambisi bersaing di papan atas menjadi kenyataan.

Sumber: Daily Star

Video Populer

Foto Populer