IOC Tak Akan Selidiki Gianni Infantino terkait Dugaan Campur Tangan Donald Trump

IOC putuskan tak mengusut Gianni Infantino, meski muncul dugaan intervensi Presiden AS, Donald Trump.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 Juli 2026, 13:15 WIB
Presiden AS, Donald Trump menyodorkan kartu merah yang diberikan presiden FIFA, Gianni Infantino ke arah jurnalis yang meliput pertemuan mereka di Oval Office Gedung Putih pada Selasa (28/8). (AP/Evan Vucci)

Bola.com, Jakarta - Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan tidak akan menyelidiki Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait dugaan pelanggaran aturan netralitas politik dalam hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sebelumnya, organisasi hak asasi manusia, FairSquare, mengumumkan telah mengajukan pengaduan kepada IOC pada awal bulan ini.

Advertisement

Dalam pengaduan tersebut, FairSquare menyoroti keputusan FIFA menunda hukuman larangan bermain satu pertandingan bagi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah Trump secara pribadi meminta Infantino meninjau kartu merah yang diterima pemain tersebut.

Kendati Infantino merupakan anggota IOC, juru bicara organisasi itu menyatakan Komisi Etik IOC tidak memiliki kewenangan untuk menangani kasus tersebut karena pengaduan berkaitan dengan keputusan dan tata kelola FIFA.

"Komisi Etik IOC telah menganalisis secara menyeluruh pengaduan yang diajukan FairSquare," ujar juru bicara IOC, dikutip dari ESPN.


Penjelasan IOC

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Kirsty Coventry, tersenyum saat menghadiri pertemuan pertamanya dengan komisi eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC) sebagai presiden IOC, di Olympic House di Lausanne, pada tanggal 25 Juni 2025. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Sang jubir menjelaskan bahwa berdasarkan Piagam Olimpiade, setiap federasi internasional memiliki independensi dan otonomi dalam mengelola organisasinya masing-masing.

Ruang lingkup Kode Etik IOC terhadap federasi internasional dan para pejabatnya hanya berlaku dalam hubungan mereka dengan IOC.

Menurut Komisi Etik IOC, pengaduan terhadap Infantino sepenuhnya berkaitan dengan keputusan tata kelola FIFA, hubungan organisasi tersebut dengan pemerintah, serta penerapan regulasi sepak bola. Seluruh aspek tersebut berada di luar cakupan Kode Etik IOC.

"Karena itu, pengaduan tersebut berada di luar yurisdiksi Komisi Etik IOC. FairSquare telah diberi tahu mengenai keputusan tersebut," lanjut pernyataan IOC.

IOC juga menegaskan akan tetap melanjutkan upaya memperkuat tata kelola yang baik di lingkungan Gerakan Olimpiade serta memperjelas pembagian peran, tanggung jawab, dan akuntabilitas setiap organisasi yang berada di bawah naungannya.


Laporan ke Komite Etik FIFA

(Kiri/Kanan) Presiden AS, Donald Trump, memperhatikan saat menerima Hadiah Perdamaian FIFA (FIFA Peace Award) dari Presiden FIFA, Gianni Infantino, selama pengundian Piala Dunia 2026 yang berlangsung di AS, Kanada, dan Meksiko, di Kennedy Center, Washington, DC, pada 5 Desember 2025. (Brendan SMIALOWSKI/AFP)

Selain mengajukan pengaduan kepada IOC, FairSquare sebelumnya melaporkan Infantino kepada ruang investigasi Komite Etik FIFA, Desember tahun lalu.

Laporan tersebut memuat empat dugaan bahwa Infantino secara terbuka menyatakan dukungan terhadap tindakan dan kebijakan Donald Trump.

FairSquare juga meminta Komite Etik FIFA menyelidiki peran Infantino dalam pembentukan FIFA Peace Prize, termasuk keputusan memberikan penghargaan tersebut kepada Trump saat pengundian Piala Dunia 2026.

Organisasi itu juga meminta agar proses tersebut ditinjau apakah telah sesuai dengan aturan prosedural FIFA.

Pada awal bulan ini, FairSquare menyatakan telah menerima konfirmasi bahwa laporannya diterima Komite Etik FIFA. Namun, hingga kini belum ada perkembangan lebih lanjut yang disampaikan.

Laporan tersebut diajukan sebelum muncul kontroversi mengenai kasus Folarin Balogun.


Kasus Balogun Jadi Sorotan

Wasit Raphael Claus dari Brasil memberikan kartu merah kepada Folarin Balogun (Amerika Serikat), kanan, saat pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Bosnia di Santa Clara, California, dekat San Francisco, Kamis, 2 Juli 2026. (AP Photo/Julio Cortez)

Pada 5 Juli, Komite Disiplin FIFA mengumumkan hukuman larangan bermain satu pertandingan yang otomatis diterima penyerang AS Monaco, Folarin Balogun, ditangguhkan.

Sehari kemudian, Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya secara pribadi telah melobi Gianni Infantino agar keputusan tersebut ditinjau kembali.

Infantino menegaskan seluruh komite di FIFA bekerja secara independen. Namun, hingga kini Komite Disiplin FIFA belum memberikan penjelasan mengenai alasan spesifik penundaan sanksi tersebut.

Laporan The Times menyebut keputusan itu diambil sendiri oleh Ketua Komite Disiplin FIFA, Mohammad Al Kamali.

Keputusan terkait Balogun mendapat kritik dari UEFA. Badan Sepak Bola Eropa itu menyebut langkah FIFA sebagai sesuatu yang "belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan."

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, juga dikabarkan tidak menghadiri final Piala Dunia 2026 sebagai bentuk protes terhadap keputusan tersebut serta sejumlah persoalan lain yang berkaitan dengan tata kelola FIFA.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait