Dua Lifter Remaja Jabar The Best di Kejurnas Angkat Besi 2026

Raihan Adesta dan Arsya Dewi terpilih sebagai The Best Lifter remaja di Kejurnas 2026; Rizal Abdillah dan Amel Candra terbaik pada kategori junior.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 25 Juli 2026, 16:48 WIB
2 Atlet Jawa Barat Jadi The Best Lifter di Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2026

Bola.com, Jakarta - Dua atlet Jawa Barat, Raihan Adesta Putra Perdana dan Arsya Dewi Saputera, merebut predikat The Best Lifter kategori remaja pada Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior Pupuk Indonesia 2026. Gelaran ini resmi berakhir di Hotel Khas Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/7/2026).

Raihan tampil tajam di kelas 75 kilogram putra dengan menyapu bersih tiga emas. Ia membukukan snatch 147 kilogram, clean and jerk 172 kilogram, serta total 319 kilogram.

Advertisement

Di sektor putri, Arsya yang turun di kelas 53 kilogram juga mengoleksi tiga emas. Catatan angkatannya meliputi snatch 65 kilogram, clean and jerk 90 kilogram, dan total 155 kilogram.

Gelar The Best Lifter kategori junior diraih Muhammad Rizal Abdillah (Jawa Barat) di kelas 60 kilogram putra dan Amel Candra Novitasari (Jawa Timur) di kelas 57 kilogram putri. Pengprov PABSI Jawa Barat dinobatkan sebagai Pengprov Terbaik.


Dua Lifter Remaja Jawa Barat Sabet The Best

Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2026 menghadirkan persaingan ketat dari ratusan atlet lintas provinsi. Pada kelompok remaja, dua lifter Jabar mendominasi podium dan merebut predikat terbaik.

Raihan Adesta Putra Perdana memimpin kelas 75 kilogram putra. Tiga emas ia amankan lewat snatch 147 kilogram, clean and jerk 172 kilogram, dan total 319 kilogram yang mengantarnya menjadi lifter remaja putra terbaik.

Arsya Dewi Saputera menyusul dominasi tersebut dari kelas 53 kilogram putri. Ia mengunci tiga emas berkat snatch 65 kilogram, clean and jerk 90 kilogram, serta total 155 kilogram yang menegaskan statusnya sebagai lifter remaja putri terbaik.


Predikat The Best Lifter Junior: Rizal Abdillah dan Amel Candra

Di kategori junior putra, Muhammad Rizal Abdillah dari Jawa Barat tampil konsisten di kelas 60 kilogram. Ia mengukir tiga medali emas untuk melengkapi sukses kontingen Jabar.

Rizal mencatat snatch 111 kilogram, clean and jerk 135 kilogram, dan total 246 kilogram. Lifter ini sebelumnya juga meraih emas Asian Youth Games 2025 di Manama, Bahrain.

Pada junior putri, Amel Candra Novitasari dari Jawa Timur memuncaki kelas 57 kilogram. Amel memastikan gelar lifter terbaik usai menorehkan snatch 81 kilogram, clean and jerk 98 kilogram, serta total 182 kilogram.


Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior 2026: Peserta dan Kelas

Kejurnas Angkat Besi Remaja dan Junior Pupuk Indonesia 2026 diikuti total 297 peserta yang terdiri atas atlet dan ofisial dari 23 provinsi. Sebanyak 105 atlet bertanding di kategori remaja, sementara 115 atlet berlaga di kategori junior.

Pada kelompok remaja putra, nomor yang dipertandingkan mencakup kelas 56 kilogram, 60 kilogram, 65 kilogram, 70 kilogram, dan +70 kilogram. Remaja putri mempertandingkan kelas 45 kilogram, 49 kilogram, 53 kilogram, 57 kilogram, dan +57 kilogram.

Untuk kategori junior putra, kelas yang digelar adalah 60 kilogram, 65 kilogram, 70 kilogram, 75 kilogram, dan +75 kilogram. Junior putri mempertandingkan kelas 49 kilogram, 53 kilogram, 57 kilogram, 61 kilogram, dan +61 kilogram.

Selain predikat individu, penghargaan organisasi juga diberikan pada gelaran ini. Pengurus Provinsi (Pengprov) PABSI Jawa Barat terpilih sebagai Pengprov Terbaik pada edisi tahun ini di Semarang.


Jaring Bibit Baru: Apresiasi PB PABSI dan Peluang Pelatnas

Sekretaris Jenderal PB PABSI, Djoko Pramono, mengapresiasi perkembangan para lifter muda pada ajang ini. Ia menyebut Kejurnas tahun ini diwarnai banyak pemecahan rekor nasional, baik di kategori remaja maupun junior.

"Mengapa kami senang, karena mereka adalah penerus dari Rizki Juniansyah, Eko Yuli Irawan, serta para lifter senior lainnya yang saat ini berada di Pelatnas," kata Djoko Pramono.

Djoko menegaskan atlet terbaik Kejurnas mendapatkan prioritas menuju Pelatnas jika terjadi rotasi akibat stagnasi prestasi di pemusatan latihan. "Jadi sudah pasti mereka adalah prioritas pertama jika kita menyiapkan lifter-lifter ke berbagai event internasional. Atlet yang meraih gelar The Best yang akan ke Pelatnas," tegas Djoko.

Berita Terkait