PB AI Sambut Baik Kehadiran Venue Akuatik Baru Berstandar Dunia

Ketua Harian PB AI Harlin E. Rahardjo yakin Athlon Sawangan berstandar World Aquatics di Depok bisa menguatkan pembinaan dan ekosistem akuatik nasional.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 26 Juli 2026, 10:35 WIB
Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo menghadiri pembukaan Athlon Sawangan

Bola.com, Jakarta - PB AI melihat peluang besar dari kehadiran Athlon Sawangan di Bojongsari, Kota Depok. Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, optimistis kawasan olahraga terpadu ini dapat melahirkan atlet-atlet renang berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia di level internasional.

Keyakinan itu disampaikan Harlin usai peresmian Athlon Sawangan pada Sabtu 25 Juli 2026. Menurutnya, venue berstandar dunia akan memperkuat pembinaan berkelanjutan, terutama di cabang akuatik.

Advertisement

Keberadaan kolam renang berstandar World Aquatics menjadi fondasi penting. Dengan dukungan fasilitas yang tepat, jalur pembinaan sejak dini hingga elite dinilai bisa berjalan lebih efektif.


Athlon Sawangan Resmi Dibuka di Depok

Athlon Sawangan resmi dibuka sebagai kawasan olahraga terpadu bertaraf internasional yang berdiri di atas lahan sekitar 15 hektare di Bojongsari, Kota Depok. Kompleks ini disiapkan untuk menunjang pembinaan atlet secara terstruktur.

Fasilitas utamanya meliputi kolam renang Olympic size berstandar World Aquatics dan hall gimnastik bertaraf internasional. Pengelola juga menyiapkan pengembangan lebih lanjut untuk bulu tangkis, basket, tenis, hingga pickleball guna memperkuat ekosistem olahraga nasional.

Harlin mengungkapkan kawasan ini memiliki nilai historis bagi renang Indonesia. Di lokasi tersebut, dua peraih medali perunggu Asian Games dari Klub Pelita Jaya pernah menjalani latihan di kolam renang yang berada di kawasan itu.

Ia berharap jejak prestasi tersebut bisa berulang lewat pembinaan yang dijalankan di Athlon Sawangan. “Mudah-mudahan nanti muncul lagi juara-juara Asian Games dari tempat ini,” harapnya.


PB AI Soroti Standar World Aquatics untuk Pembinaan

Harlin menilai Indonesia membutuhkan semakin banyak fasilitas olahraga berstandar internasional agar proses pembinaan atlet berjalan maksimal. Venue yang memenuhi standar dunia akan memberi ruang latihan ideal bagi talenta muda untuk berkembang.

“Ada kemungkinan karena memang ini dibangun sesuai standar World Aquatics. Jadi kita ingin memperbesar ekosistem olahraga tadi seperti disampaikan juga,” ujar Harlin.

Menurut dia, fasilitas berkelas menjadi modal untuk memperbaiki kualitas latihan dari tingkat dasar hingga elite. Dengan standar yang konsisten, program pembinaan akuatik dapat berkesinambungan dan terukur.


Ekosistem Olahraga Tumbuh, Kompetisi Berpotensi Bertambah

Dampak positif kawasan olahraga modern, kata Harlin, tidak hanya dirasakan atlet. Kehadiran venue berkualitas juga mendorong pertumbuhan pelatih, penyelenggara kompetisi, dan pelaku industri olahraga di Tanah Air.

“Dengan adanya fasilitas seperti ini, bukan hanya atlet yang akan berkembang, tetapi juga pelatih akan tumbuh, pengusaha-pengusaha olahraga juga berkembang. Event-event olahraga pun akan semakin banyak dengan munculnya fasilitas seperti ini,” kata Harlin.

Seiring semakin lengkapnya infrastruktur, peluang menghadirkan berbagai kejuaraan nasional maupun internasional diyakini terbuka lebih lebar. Pada akhirnya, intensitas kompetisi akan berdampak pada peningkatan kualitas atlet Indonesia.


Renang Lumbung Medali dan Peluang Lintas Cabang

Harlin menegaskan investasi pada fasilitas olahraga berkorelasi dengan target prestasi di ajang multi-event. Ia menyebut renang memiliki potensi besar menjadi penyumbang medali, terlebih jika didukung pembinaan konsisten dan sarana latihan memadai.

“Renang dan gimnastik itu adalah lumbung medali emas. Kalau kita memiliki satu atau dua atlet yang benar-benar berprestasi, mereka bisa menyumbangkan lebih dari lima medali emas. Itu sudah menjadi kontribusi besar bagi Indonesia di multi-event,” bebernya.

Dengan konsep kawasan olahraga terpadu, Athlon Sawangan juga membuka ruang pembinaan lintas cabang. Atlet renang maupun gimnastik bisa diarahkan ke nomor artistic swimming atau diving sesuai bakat dan kebutuhan program.

“Dengan adanya fasilitas multi-cabang olahraga di Athlon ini, kita juga bisa melakukan pembinaan lintas cabang. Renang dan gimnastik bisa menjadi cikal bakal lahirnya atlet artistic swimming maupun diving,” ujarnya.

Berita Terkait