Luciano Spalletti Kehilangan Sosok Tercinta, Ibunda Wafat di Usia 93

Luciano Spalletti berduka usai ibunda, Ilva, wafat di usia 93 dekat Empoli. Ucapan belasungkawa mengalir; ia absen dari latihan pramusim demi keluarga.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 27 Juli 2026, 20:29 WIB
Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberi instruksi kepada para pemainnya saat laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Lazio di Turin, Italia, Minggu, 8 Februari 2026. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Bola.com, Jakarta - Luciano Spalletti tengah berduka setelah ibundanya, Ilva, meninggal dunia pada usia 93 tahun. Ilva mengembuskan napas terakhir di kampung halamannya yang berada di dekat Empoli.

Kabar duka itu datang ketika pelatih Juventus tersebut sedang mempersiapkan tim menyambut musim baru. Spalletti selama ini kerap mengenang peran besar sang ibu dalam perjalanan hidupnya.

Advertisement

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai klub sepak bola setelah kabar tersebut tersebar. Di tengah suasana duka, ia memilih mendampingi keluarga dan tidak mengikuti agenda latihan pramusim.

Sosok Ilva menjadi simpul penting dalam kisah perjalanan Spalletti. Ia pernah membawa bendera Italia yang dijahit sang ibu saat ditunjuk menangani Timnas Italia pada September 2023, serta dikenal tegas membela sang ibu ketika menghadapi hinaan suporter pada 2022.


Jejak Peran Ilva Dalam Perjalanan Luciano Spalletti

Pelatih Juventus Luciano Spalletti mengamati jalannya pertandingan pada laga fase liga Liga Champions antara Monaco vs Juventus di Monaco, Rabu, 28 Januari 2026. (AP Photo/Philippe Magoni)

Ilva berperan besar membangkitkan kecintaan Luciano Spalletti pada sepak bola sejak masa kecil. Dukungan keluarga itu mengiringinya hingga mencapai level tertinggi sebagai pelatih.

Saat resmi ditunjuk memimpin Timnas Italia pada September 2023, Spalletti mengenang hadiah spesial dari sang ibu. Ia membawa bendera Italia yang dijahit langsung oleh Ilva sebagai simbol mimpi masa kecilnya.

"Pada usia 11 tahun, saya meminta ibu menjahitkan bendera Italia berukuran sangat besar untuk saya. Saat itu, Piala Dunia berlangsung di Meksiko, dan saya ingin merayakan kemenangan fantastis 4-3 atas Jerman."

"Sekarang, saya selalu membawa bendera itu ke bangku cadangan. Saya berharap bisa menghidupkan kembali mimpi itu bersama-sama agar bendera ini dapat dikibarkan oleh semua anak seperti yang dulu saya lakukan. Itulah dongeng yang menjadi kenyataan bagi saya."


Dukungan Sepak Bola Italia dan Agenda Tim

Juventus - Ilustrasi Logo Juventus (Bola.com/Adreanus Titus)

Kepergian Ilva mendapat perhatian luas di sepak bola Italia. Sejumlah klub menyampaikan belasungkawa kepada Luciano Spalletti dan keluarganya.

Di momen duka ini, Spalletti dipastikan tidak menghadiri sesi latihan pramusim sebagai bentuk penghormatan kepada keluarganya. Keputusan tersebut mendapat dukungan penuh dari banyak pihak.

Fokus utama sang pelatih saat ini adalah mendampingi keluarga di kampung halaman. Sementara itu, rangkaian persiapan tim untuk memasuki musim baru tetap berjalan di bawah koordinasi staf teknis.


Sikap Spalletti Saat Membela Sang Ibu

Pelatih Juventus Luciano Spalletti memberikan instruksi kepada para pemainnya pada laga Serie A/Liga Italia antara Lecce vs Juventus di Lecce, Italia Selatan, Sabtu, 9 Mei 2026. (Giovanni Evangelista/LaPresse via AP)

Luciano Spalletti dikenal melindungi sang ibu dari berbagai bentuk penghinaan. Salah satu momen yang paling diingat terjadi setelah laga Napoli melawan Fiorentina pada 2022.

Saat itu, ia mengecam perilaku sejumlah suporter di belakang bangku cadangan yang melontarkan hinaan bernada personal. Spalletti menganggap tindakan tersebut telah melewati batas.

"Mereka benar-benar tidak sopan, berdiri di belakang bangku cadangan dan terus menghina sepanjang pertandingan."

"Dengan anak-anak berada di sekitar, mereka tetap meneriakkan hinaan tentang 'ibumu' tanpa henti. Sayangnya, hal seperti ini sering terjadi di Florence. Mereka senang menghina dan melampaui batas."

Sumber: Football Italia

Berita Terkait