Kontroversi Andrea Pirlo jadi Duta Judi Rusia Masuk ke Ranah Politik

Hubungan komersial Andrea Pirlo dengan operator taruhan Rusia memicu penolakan politik dan menghambat pencalonannya sebagai pelatih Timnas Italia.

Bola.com, Jakarta - Andrea Pirlo menghadapi rintangan besar dalam upaya menjadi pelatih Timnas Italia. Bukan soal rekam jejak di pinggir lapangan, melainkan karena keterkaitannya sebagai duta global perusahaan taruhan asal Rusia yang kini memicu perdebatan luas.

Legenda Azzurri itu sempat berada di barisan terdepan untuk menggantikan Gennaro Gattuso. Namun proses penunjukan kini tersendat setelah muncul penolakan dari kalangan politik Italia.

Isu ini melampaui ranah olahraga. Peran komersial Pirlo menimbulkan perbincangan tentang etika, citra nasional, serta sensitivitas hubungan Italia dengan Rusia.

Situasi tersebut menempatkan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) pada posisi sulit. Selain menilai kapasitas kepelatihan Pirlo, federasi juga harus memperhitungkan konsekuensi politik dari keputusan yang diambil.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

FIGC di Persimpangan antara Prestasi dan Politik

Andrea Pirlo saat ini masih melatih United FC di Liga Pro Uni Emirat Arab. Pada Oktober lalu, mantan gelandang AC Milan dan Juventus itu juga menandatangani kerja sama sebagai duta global perusahaan taruhan Rusia.

Kesepakatan komersial tersebut kini menjadi penghalang utama dalam proses pencalonannya sebagai pelatih Timnas Italia. Sejumlah tokoh di FIGC bersama anggota parlemen Italia menilai hubungan dengan operator judi asal Rusia tidak sejalan dengan posisi sebagai pelatih tim nasional.

Meski mendapat dukungan dari direktur teknik FIGC, Paolo Maldini, gelombang kritik terus menguat. Kontroversi itu bahkan disebut menciptakan gesekan serius di internal sepak bola Italia maupun di lingkungan politik.

Penolakan terhadap Pirlo membuat pencarian pelatih baru Timnas Italia kembali berada dalam ketidakpastian. Media-media Italia melaporkan Paolo Maldini bahkan disebut dapat mempertimbangkan kembali posisinya apabila pencalonan Pirlo benar-benar diblokir.

Perkembangan ini menegaskan bahwa keputusan memilih pelatih kini bukan hanya bergantung pada prestasi dan pengalaman. Faktor citra publik serta implikasi politik ikut menjadi pertimbangan penting bagi FIGC.

Federasi harus menakar dampak publik dari setiap langkah, di tengah dorongan untuk memperbaiki performa tim nasional dan meredakan tensi di luar lapangan.

Suara Politik Mempertanyakan Pencalonan Pirlo

Gelombang kritik dari ranah politik menguat. Beberapa tokoh sentral dalam perpolitikan Italia mulai memberikan komentar dan pendapatnya.

“Setelah kekalahan lagi dan kegagalan kualifikasi Piala Dunia lagi, sepak bola Italia sangat membutuhkan revolusi budaya, etika, dan manajerial. Pilihan Andrea Pirlo justru berlawanan arah,” kata Pina Picierno, wakil presiden Parlemen Eropa.

Keraguan juga datang dari Ketua Senat Italia, Ignazio La Russa.

“Saya menghormati Malago, (penasihat federasi) Leonardo dan Maldini, dalam urutan tersebut, dan karena itu saya tidak langsung membuat pernyataan apa pun tentang Pirlo sebagai pelatih Italia, juga karena menghormati mereka,” kata La Russa kepada kantor berita ANSA.

“Tentu saja saya adalah penggemar Italia dan Pirlo adalah juara hebat, tetapi sebagai pelatih, itu adalah lompatan ke dalam kegelapan,” tambahnya.

Trilogi Sepak Bola Putri
Trilogi Sepak Bola Putri
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer