Periode Sulit di Manchester United Mengikis Kecintaan Jadon Sancho pada Sepak Bola

Kontrak Jadon Sancho di MU berakhir Juni. Al Rayyan sempat mendekat tapi tak berlanjut. Troy Deeney menilai periode MU bisa mengubah cara Sancho memandang sepak

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 27 Juli 2026, 22:17 WIB
Pemain Manchester United, Jadon Sancho, saat melawan Nottingham Forest pada leg kedua babak semifinal Carabao Cup, Jumat (2/2/2023). Sancho tidak ambil bagian pada sesi training camp United di Spanyol. Dia berlatih secara personal di Belanda atas saran Erik ten Hag. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Jadon Sancho berstatus tanpa klub usai kontraknya bersama Manchester United berakhir pada Juni lalu. Winger asal Inggris itu tengah menimbang berbagai opsi untuk babak berikutnya, dengan peluang di Eropa maupun Timur Tengah tetap terbuka.

Al Rayyan dari Qatar sempat melakukan pendekatan awal sekitar tiga pekan lalu. Namun, komunikasi tidak berkembang lebih jauh, sehingga kemungkinan transfer tersebut belum menunjukkan kemajuan berarti.

Advertisement

Di tengah ketidakpastian tersebut, mantan penyerang Watford, Troy Deeney, menilai periode sulit Sancho di Manchester United meninggalkan jejak besar dan berpotensi mengubah cara sang pemain memandang sepak bola.


Situasi Terkini dan Minat Al Rayyan

Pemain Manchester United Jadon Sancho berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Arsenal dalam pertandingan pramusim di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (23/7/2023). (Leonardo Munoz / AFP)

Sancho masih mengevaluasi opsi lanjutan kariernya usai meninggalkan Old Trafford pada akhir kontrak. Laporan terbaru mengindikasikan ia membuka diri terhadap kesempatan bermain di Eropa maupun Timur Tengah.

Al Rayyan menjadi salah satu klub yang sempat memulai komunikasi, tepatnya sekitar tiga pekan lalu. Meski begitu, pembicaraan tidak beranjak ke tahap berikutnya sehingga belum ada perkembangan berarti.

Dengan belum adanya tindak lanjut dari kub Qatar tersebut, masa depan Sancho tetap terbuka lebar. Skenario kepindahan ke benua Eropa atau menuju Liga Timur Tengah sama-sama masih di atas meja.


Jejak di Manchester United dan Masa Peminjaman

Jadon Sancho - Pemain berusia 21 tahun itu belum juga menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga saat ini di Manchester United. Meski begitu mantan bintang Bundesliga ini tetap menerima gaji sebesar 350 ribu pound sterling atau senilai Rp6,8 miliar per pekan. (AFP/Oli Scarff)

Sancho direkrut Manchester United dari Borussia Dortmund pada 2021 dengan nilai transfer £73 juta (sekitar Rp 1,75 triliun). Investasi besar itu tidak diiringi performa yang memenuhi ekspektasi selama ia berkostum Setan Merah.

Selama membela Manchester United, Sancho tampil dalam 83 pertandingan dengan catatan 12 gol dan enam assist. Hubungannya dengan Erik ten Hag memburuk hingga ia sempat berlatih bersama tim U-21 pada awal musim 2023/2024.

Setelahnya, Sancho menjalani masa peminjaman bersama Borussia Dortmund, Chelsea, dan Aston Villa. Ia sempat meraih gelar Conference League bersama Chelsea serta Liga Europa bersama Aston Villa, namun tidak ada klub yang mengambil opsi transfer permanen.

Catatan Sancho bersama Aston Villa musim lalu juga belum cukup meyakinkan. Ia hanya mencetak satu gol dan tiga assist dalam 39 pertandingan, menandai perlunya keputusan tepat agar kariernya kembali hidup.


Komentar Troy Deeney dan Imbas ke Masa Depan

Sempat kesulitan tampil maksimal di lini serang MU, Jadon Sancho mulai nyetel saat kehadiran Ralf Rangnick. Sejak bergabung pada musim panas tahun 2021, ia diketahui telah mencetak lima gol dan tiga assist dari 33 penampilan untuk Setan Merah. (AFP/Paul Ellis)

Menurut Troy Deeney, perjalanan Sancho di Manchester United meninggalkan dampak yang tidak kecil. Ia menilai pengalaman tersebut berpotensi memengaruhi semangat bermain dan cara pandangnya terhadap permainan.

“Saya bertanya-tanya apakah Jadon bisa menerima pilihan-pilihan hidupnya dalam jangka panjang,” ujar Deeney. “Ketika Anda memiliki bakat, kepindahan, dan kesempatan sebesar yang ia miliki, tentu ada potensi penyesalan.”

Deeney juga menilai pengalaman di Manchester United memengaruhi semangat bermain Sancho. “Saya merasa masa di Manchester United mungkin telah mengurangi kecintaannya terhadap sepak bola.”

Di sisi lain, Deeney menduga prioritas Sancho bisa saja bergeser setelah episode kelam di Old Trafford. Ia melihat kemungkinan hijrah ke Timur Tengah sebagai peluang mengamankan kontrak bernilai tinggi sembari membuka lembaran baru, seraya tetap mempertimbangkan opsi bertahan di Eropa.

Dengan Al Rayyan belum melanjutkan pembicaraan, arah berikutnya berada di tangan Sancho. Keputusan besar yang diambil dalam waktu dekat akan menentukan apakah ia dapat menghidupkan kembali statusnya sebagai salah satu talenta terbaik di Eropa.

Sumber: talkSPORT

Berita Terkait