Bukan soal Uang, Ini Alasan Benjamin Sesko Menunggu 7 Tahun sebelum Gabung MU

Benjamin Sesko butuh tujuh tahun sebelum yakin pindah ke Manchester United.

Bola.com, Jakarta - Hubungan Benjamin Sesko dengan Manchester United ternyata sudah terjalin sejak dirinya masih remaja. Ketika itu, Sesko bahkan belum menjalani debut di level senior sepak bola Slovenia.

Pada usia 16 tahun, Sesko masih memperkuat tim muda NK Domzale ketika Manchester United mulai menunjukkan ketertarikan kepadanya.

Ia tumbuh sebagai penggemar Zlatan Ibrahimovic, yang baru meninggalkan MU setahun sebelumnya, dan memiliki ketertarikan besar terhadap sepak bola Inggris.

Namun, Sesko bersama orang-orang yang mewakilinya memilih tidak terburu-buru menerima tawaran Setan Merah.

Pada 2019, Sesko akhirnya pindah ke RB Salzburg. Ia kemudian lebih dulu bermain untuk klub saudara Salzburg, FC Liefering, selama dua tahun sebelum mendapatkan tempat di tim utama klub Austria tersebut.

MU kembali menunjukkan minat ketika Sesko berada di Austria. Namun, ia merasa masih membutuhkan tahapan lain sebelum siap melangkah ke level tertinggi sepak bola Inggris.

Sesko akhirnya memilih RB Leipzig sebelum kemudian bergabung dengan MU pada 2025.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Alasan Menunda

Setahun setelah kepindahannya ke Old Trafford, ia menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk menunda langkah tersebut.

"Saat itu, kami merasa saya memang membutuhkan proses. Akan terlalu berat jika saya langsung pindah dari Austria, bahkan dari Slovenia, ke Manchester United. Saya masih perlu menjalani beberapa tahap untuk berkembang menjadi pemain yang lebih baik," kata Sesko kepada The Athletic.

Keputusan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Sesko untuk meningkatkan kemampuannya secara bertahap.

Ia terlebih dahulu menghadapi persaingan di Bundesliga Austria sebelum pindah ke Jerman, yang memberinya tantangan dengan kualitas lawan lebih tinggi tanpa perubahan gaya bermain yang terlalu besar.

Kendati telah melewati proses tersebut, Sesko tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah bergabung dengan MU. Pada paruh pertama musim debutnya, ia baru mencetak dua gol.

Namun, performanya kemudian meningkat dan Sesko mulai menunjukkan ketajaman di bawah asuhan Michael Carrick.

Rela Berkorban demi MU

Ketika akhirnya merasa siap bergabung dengan MU, Sesko bersedia melakukan berbagai pengorbanan agar transfer tersebut terwujud.

Saat itu, Arsenal dan Newcastle United juga menunjukkan ketertarikan.

Namun, menurut agen Sesko, Elvis Basanovic, keinginan kliennya untuk bermain di MU membuat pemain yang saat ini berusia 23 tahun itu bersedia menerima gaji yang sedikit lebih rendah.

Basanovic juga mengaku rela menurunkan komisinya demi mewujudkan kepindahan tersebut.

"Setiap kali sebuah kesepakatan tidak terwujud, ada banyak faktor berbeda yang terlibat. Menurut saya, penting juga bahwa Benjamin selalu menginginkan Manchester United," ujar Basanovic.

"Karena itu, dia bersedia menerima gaji yang sedikit lebih rendah dan saya juga menerima komisi yang lebih rendah. Sederhananya, ini adalah impian sang pemain. Kami sangat bahagia," lanjutnya.

Tak Menyesal

Arsenal pada akhirnya memilih mendatangkan Viktor Gyokeres dan kemudian berhasil menjuarai Premier League.

Namun, Sesko tidak menunjukkan penyesalan atas keputusannya memilih MU.

"Saya jauh lebih baik, terutama dibandingkan musim lalu. Jelas, saya pindah negara dan semuanya masih baru bagi saya. Namun, sekarang saya benar-benar menikmatinya," kata Sesko.

"Saya bahagia di sini, saya mencintai kehidupan di sini, rekan-rekan setim saya luar biasa dan saya benar-benar tidak bisa mengeluhkan apa pun," imbuhnya.

 

Sumber: SI

Video Populer

Foto Populer