Maldini Mundur setelah 16 Hari, Giorgo Chiellini Diincar FIGC untuk Posisi Direktur Teknik

Maldini mundur 16 hari usai dilantik sebagai Direktur Teknik Timnas Italia. Giorgio Chiellini mencuat sebagai pengganti.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 28 Juli 2026, 09:05 WIB
Giorgio Chiellini (Kevork Djansezian/Getty Images/AFP)

Bola.com, Jakarta - Giorgio Chiellini mencuat sebagai kandidat terdepan Direktur Teknik Timnas Italia setelah Paolo Maldini secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kini menghadapi perubahan cepat hanya 16 hari setelah penunjukan awal.

Penunjukan Maldini pada 11 atau 12 Juli 2026—yang juga merangkap sebagai Presiden Club Italia—awalnya diharapkan menjadi bagian dari proyek besar membangun kembali tim nasional usai serangkaian kegagalan lolos ke Piala Dunia FIFA. Kontraknya diproyeksikan empat tahun hingga Piala Dunia 2030.

Advertisement

Namun, sekitar 27 Juli 2026, Maldini memilih mundur. Keputusan itu dipicu kegagalan dalam penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala Timnas Italia, yang berlarut karena persoalan konflik kepentingan.

Di tengah tarik-menarik keputusan, Leonardo—yang direkrut sebagai penasihat Maldini di FIGC—ikut meninggalkan posisinya. Situasi ini membuka jalan bagi nama Chiellini yang kini tengah dipertimbangkan pucuk pimpinan federasi.


Dinamika FIGC dan Alasan Pengunduran Diri Maldini

Pencalonan Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala Timnas Italia diblokir karena perannya sebagai duta merek global untuk Fonbet, perusahaan taruhan asal Rusia. FIGC menilai persoalan tersebut memunculkan problem hukum, moral, dan politik yang kompleks.

Di sisi lain, Paolo Maldini dilaporkan merasa tidak mendapatkan dukungan penuh dari Presiden FIGC, Giovanni Malagò, dalam penanganan isu Pirlo. Kekecewaan itu menjadi faktor krusial di balik pengunduran dirinya dari posisi Direktur Teknik.

Langkah mundur Maldini datang tak lama setelah awal masa tugasnya. Ia ditunjuk pada 11 atau 12 Juli 2026 dengan kontrak empat tahun hingga Piala Dunia 2030, tetapi memutuskan berhenti sekitar 27 Juli 2026. Bersamaan dengan itu, Leonardo yang semula ditarik sebagai penasihat juga memilih keluar dari struktur federasi.

Dalam rekam jejak pribadinya, mantan kapten Italia yang telah mencatatkan 126 penampilan dan 7 gol selama 14 tahun kariernya di timnas, serta menjabat kapten selama delapan tahun (1993-2002), Paolo Maldini, pernah menyatakan minatnya untuk menjadi direktur klub setelah pensiun, bukan sebagai pelatih. Pernyataan tersebut menegaskan preferensinya pada jalur manajerial ketimbang kursi pelatih.


Jejak dan Peran Chiellini di Struktur FIGC

Giorgio Chiellini. (Spada/LaPresse via AP)

Setelah pengunduran diri Maldini, Giorgio Chiellini langsung disebut sebagai kandidat utama pengganti Direktur Teknik FIGC. Saat ini, Chiellini menjabat sebagai Chief Club Affairs Officer di FIGC, setelah sebelumnya bertugas sebagai kepala hubungan institusional.

Presiden FIGC, Giovanni Malagò, disebut-sebut siap mempertimbangkan Chiellini jika Maldini benar-benar tidak kembali. Opsi ini dipandang sejalan dengan kebutuhan kontinuitas di tengah fase peralihan federasi.

Di luar meja federasi, Chiellini sudah menutup kariernya di lapangan. Ia pensiun dari tim nasional Italia pada tahun 2022 setelah pertandingan persahabatan melawan Argentina. Karier profesionalnya sebagai pemain berakhir pada Desember 2023, sebelum kemudian mengambil peran sebagai Pelatih Pengembangan Pemain di Los Angeles FC.

Transisi Chiellini dari lapangan ke ruang kendali organisasi diwarnai pengalaman ganda: pemahaman ruang ganti serta jaringan kelembagaan. Kombinasi peran tersebut kini menjadi bekal saat namanya dipertimbangkan untuk kursi Direktur Teknik.


Arah Kursi Pelatih: Pirlo Tersendat, Conte dan Mancini Masuk Radar

Gagalnya penunjukan Andrea Pirlo—akibat statusnya sebagai duta global Fonbet—menjadi simpul masalah yang memantik gejolak di FIGC. Dampaknya, kursi pelatih kepala kembali jadi bahasan strategis di level federasi.

Jika Giorgio Chiellini ditunjuk sebagai Direktur Teknik, ada kemungkinan besar ia akan berusaha merekrut mantan pelatihnya di Juventus, Antonio Conte, sebagai pelatih kepala baru Timnas Italia. Selain Conte, Roberto Mancini juga disebut sebagai kandidat utama untuk posisi tersebut.

Nama-nama itu mengemuka di tengah kebutuhan FIGC untuk menyusun kembali rencana kompetitif tim nasional. Keputusan akhir bakal berkaitan erat dengan penyelesaian kursi Direktur Teknik yang saat ini mengarah pada Chiellini.

Berita Terkait