Lisandro Martinez Ungkap Alasan Pemain Argentina Membelakangi Skuad Spanyol saat Angkat Trofi Piala Dunia 2026

Dicap tak sportif, Lisandro Martinez jelaskan alasan pemain Timnas Argentina membelakangi skuad Spanyol saat mereka mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 28 Juli 2026, 13:15 WIB
Para pemain Timnas Argentina berjalan keluar lapangan setelah pertandingan Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada 20 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Kevin C. Cox/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Bek Timnas Argentina, Lisandro Martinez, membantah anggapan bahwa para pemain Albiceleste sengaja membelakangi prosesi pengangkatan trofi Piala Dunia 2026 yang dilakukan skuad Spanyol sebagai bentuk tidak menghormati lawan.

Menurut bek Manchester United tersebut, para pemain Argentina saat itu justru sedang memberikan penghormatan kepada para pendukung mereka yang berada di belakang gawang.

Advertisement

Perayaan gelar juara Spanyol di Stadion MetLife, New Jersey, memang diwarnai sejumlah insiden setelah laga final yang berlangsung sengit dan penuh tensi.

Satu di antara insiden melibatkan gelandang Argentina, Leandro Paredes, yang terlibat keributan dengan Gavi dan Eric Garcia.

Dalam rekaman pertandingan, Paredes terlihat menendang dan mendorong kedua pemain Spanyol tersebut saat berada di atas lapangan.

Insiden lain juga terjadi ketika asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala, memukul bagian leher Dani Olmo. Gelandang Barcelona itu memilih tidak membalas sebelum akhirnya dibawa menjauh oleh pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente.


Dicap Tidak Sportif

Para pemain Argentina berdiri saat upacara medali setelah pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Senin (20-7-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Matt Rourke)

Kontroversi berlanjut ketika para pemain Spanyol berjalan menuju podium untuk menerima trofi juara. Saat itu, sebagian besar pemain Argentina memilih tidak menyaksikan prosesi tersebut. Lionel Messi dkk. terlihat memalingkan badan mereka.

Rekaman momen tersebut memicu banyak reaksi dari publik sepak bola. Para pemain Argentina mendapat kritik dan dicap sebagai pihak yang tidak bisa menerima kekalahan serta tidak menunjukkan sikap sportif.

Di sisi lain, Jose Manuel Lopez mendapat pujian karena tetap menghadap ke arah prosesi penyerahan trofi, berbeda dengan mayoritas rekan setimnya.

Setelah pertandingan, pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menyatakan para pemainnya telah memberikan contoh yang baik tentang bagaimana menerima kekalahan.

"Kami menerima kekalahan ini. Kami sudah memberikan segalanya dan mencapai momen yang sangat penting. Jika mereka memberikan semua yang dimiliki di lapangan seperti hari ini, itu adalah contoh yang baik bagi rakyat dan negara kami," ujar Scaloni.

"Anda kalah dan harus bangkit lagi. Hari ini kami menunjukkan bahwa kami tahu bagaimana menerima kekalahan."

"Untuk mencapai titik ini sangatlah sulit dan itu harus diakui. Kami tentu ingin menang, tetapi saya hanya memiliki rasa terima kasih," katanya.

"Anda bisa bermain bagus atau buruk, tetapi ketika sudah memberikan segalanya, sulit untuk mencari kesalahan," tambah Scaloni.


Campur Aduk

Mohamed Salah (10) dari Timnas Mesir berebut bola dengan Lisandro Martinez (6) dari Argentina selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir di Atlanta, Rabu, 8 Juli 2026. (AP Photo/Mike Stewart)

Sepekan setelah final berlangsung, Lisandro Martinez mengaku memiliki perasaan campur aduk terhadap berakhirnya perjuangan Argentina mempertahankan gelar Piala Dunia.

Ia juga mengaku kesal dengan berbagai reaksi negatif yang diarahkan kepada timnya dan menegaskan bahwa Argentina selalu menghormati setiap lawan yang dihadapi.

"Saya memiliki perasaan campur aduk. Saya sedikit marah karena mereka tidak memiliki dasar untuk menimbulkan kebencian seperti itu," kata Martinez saat mendapat sambutan di kampung halamannya, Gualeguay, dikutip dari Metro.

"Mereka mengatakan kami arogan, tetapi mungkin itu lebih menggambarkan orang-orang yang mengatakan hal tersebut daripada diri kami."

"Kami selalu menghormati lawan," tegasnya.


Bantahan Martinez

Pemain Argentina Lionel Messi (dari kanan), Rodrigo De Paul, Nicolas Otamendi, dan Leandro Paredes meninggalkan panggung seusai menerima medali juara kedua dalam laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Argentina di East Rutherford, N.J., dekat New York, Minggu, 19 Juli 2026. (AP Photo/Ashley Landis)

Martinez kemudian membantah anggapan bahwa para pemain Argentina sengaja membelakangi prosesi pengangkatan trofi Spanyol sebagai bentuk tidak menghormati sang juara.

"Setelah final, kami menyalami semua pemain dan staf pelatih Spanyol," ujar Martinez.

"Gambar yang memperlihatkan kami membelakangi kamera terjadi karena kami tetap bernyanyi bersama para suporter."

"Itu adalah bentuk penghormatan kepada pendukung Argentina. Kami tidak bisa meninggalkan mereka," jelas pemain berusia 28 tahun itu.

Sementara itu, FIFA telah mengonfirmasi akan melakukan penyelidikan terhadap tindakan yang dilakukan Argentina setelah laga final Piala Dunia 2026.

 

Sumber: Metro

Berita Terkait