Zinedine Zidane: Kisah Sukses, Kontroversi, dan Deretan Prestasinya

Zinedine Zidane, 54, resmi menukangi Timnas Prancis. Dari dua sundulan di 1998, voli 2002, hingga malam 2006, rekam jejaknya kini dibawa ke Les Bleus.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 28 Juli 2026, 18:10 WIB
Gelandang Prancis, Zinedine Zidane, meninggalkan lapangan usai menanduk bek Italia, Marco Materazzi, saat final Piala Dunia 2006 Stadion Olympic, Jerman (9/7/2006). Tandukan tersebut merupakan salah satu momen ikonik pada Piala Dunia 2006. (AFP/Roberto Schmidt)

Bola.com, Jakarta - Zinedine Zidane resmi memulai babak baru sebagai pelatih Timnas Prancis. Sosok 54 tahun itu mengemban misi membawa Les Bleus kembali berjaya di panggung dunia.

Perjalanan Zidane terjalin dari trofi bergengsi, momen ikonik, hingga kontroversi yang membekas. Dari debut yang langsung mencuri perhatian, menuju puncak Piala Dunia, hingga malam kelam di Berlin.

Advertisement

Setelah menutup karier sebagai pemain, Zidane membuktikan kapasitasnya dari pinggir lapangan bersama Real Madrid. Modal itu kini dibawa untuk memimpin tim nasional Prancis.


Debut di Les Bleus dan Puncak 1998

Pemain yang dipanggil Zizou ini sudah mencuat sejak dua tahun sebelumnya dimana ia mampu mempersembahkan dua gol untuk Tim Nasional Prancis pada laga final dan berhasil menjuarai ajang Piala Dunia 1998. (Foto: AFP/Gabriel Bouys)

Zidane menandai debut bersama Timnas Prancis pada usia 22 tahun dengan cara mencolok. Masuk sebagai pemain pengganti di laga persahabatan kontra Republik Ceko, ia mencetak dua gol.

Babak besar kariernya hadir di Piala Dunia 1998. Dua sundulannya di partai final mengantar Prancis mengalahkan Brasil 3-0 dan merebut gelar juara dunia pertama.

Mengenang malam itu, Zidane menegaskan dengan sederhana, "Saya memang tidak terlalu bagus dalam duel udara, tetapi untungnya kali ini saya berhasil melakukannya... dua kali!"


Gol Ikonik Liga Champions dan Malam 2006

Gelandang Prancis, Zinedine Zidane, menanduk bek Italia, Marco Materazzi, saat final Piala Dunia 2006 Stadion Olympic, Berlin, Jerman (9/7/2006). Tandukan tersebut menjadi salah satu momen ikonik pada ajang Piala Dunia 2006. (AFP/John Macdougall)

Di Eropa, Zidane menorehkan salah satu gol terbaik dalam sejarah Liga Champions. Tendangan voli kaki kiri ke gawang Bayer Leverkusen pada final 2002 memastikan Real Madrid meraih gelar Eropa.

Media Spanyol, Marca, merangkum momen tersebut dengan kalimat yang menempel di ingatan: "Gol yang akan dikenang sepanjang masa."

Akhir karier bermainnya berlangsung dramatis pada final Piala Dunia 2006. Ia menerima kartu merah usai menanduk Marco Materazzi sebelum Prancis kalah adu penalti dari Italia.

Usai kejadian itu, Zidane menjelaskan alasan di balik tindakannya. "Saya tidak akan bisa hidup tenang jika tetap berada di lapangan dan Prancis menang karena hal itu."


Dari Bernabeu ke Bangku Prancis

Ia mengakhiri karir sebagai pemain sepak bola pada tahun 2006 dan saat ini didaulat sebagai juru taktik tim yang berjuluk Los Blancos sejak tahun 2016. (Foto: AFP/Oscar Del Pozo)

Selepas gantung sepatu, Zidane memulai kiprah kepelatihan di Real Madrid sebagai asisten Carlo Ancelotti. Jalur itu mengantarkannya ke kursi pelatih kepala pada Januari 2016.

Keputusan tersebut langsung berbuah. Ia memimpin Los Blancos menjuarai Liga Champions tiga musim beruntun pada 2016, 2017, dan 2018.

Di level domestik, Zidane mempersembahkan dua gelar LaLiga, termasuk trofi musim 2019/2020 pada periode keduanya bersama Real Madrid.

Rangkaian prestasi itu menempatkan Zidane di jajaran elite yang mampu menjuarai Liga Champions sebagai pemain dan pelatih. Bekal tersebut kini menjadi pijakan untuk mengawali era baru bersama Timnas Prancis.

Sumber: France 24

Berita Terkait