Roberto Mancini Kembali Latih Timnas Italia, Misi Akhiri Krisis Azzurri

Roberto Mancini resmi kembali dipercaya menangani Timnas Italia.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 28 Juli 2026, 23:28 WIB
Ilustrasi Roberto Mancini. (Bola.com/AI)

Bola.com, Roma - Roberto Mancini resmi kembali dipercaya menangani Timnas Italia. Pelatih berusia 61 tahun itu menjalani periode keduanya sebagai arsitek Gli Azzurri dengan misi mengembalikan kejayaan tim yang tengah terpuruk di pentas internasional.

Kepastian tersebut diumumkan Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malago, pada Selasa (28/7/2026). Selain menunjuk Mancini, FIGC juga melakukan perubahan di jajaran manajemen dengan mengangkat Claudio Ranieri sebagai direktur teknik menggantikan Paolo Maldini.

Advertisement

"Hari ini kami memiliki pelatih baru dan direktur teknik baru," kata Malago kepada awak media.

"Saya merasa sosok yang tepat untuk menjadi pelatih Timnas Italia adalah Roberto Mancini. Ada banyak pertimbangan yang mendasari keputusan ini dan saya bertanggung jawab penuh atas pilihan tersebut," lanjutnya.

Mancini menggantikan Gennaro Gattuso yang mengundurkan diri pada Maret 2026 setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 akibat kalah dari Bosnia dan Herzegovina pada laga playoff.

FIGC sempat mempertimbangkan beberapa nama untuk mengisi posisi tersebut. Antonio Conte dan Andrea Pirlo masuk dalam bursa kandidat, sementara Thiago Motta juga disebut-sebut mendapat dukungan dari Paolo Maldini.

Namun, pada akhirnya federasi memilih kembali mempercayakan kursi pelatih kepada Mancini, sosok yang pernah membawa Italia menjuarai Euro 2020.


Kembali Setelah Tinggalkan Italia pada 2023

Terobosan besar diambil oleh beberapa timnas sepak bola di Asia pada awal tahun 2023 ini dengan merekrut pelatih-pelatih top yang sebelumnya berpengalaman membesut klub-klub top Eropa untuk menangani Tim Nasional (Timnas) sepak bola mereka. Tentu saja langkah ini diambil sebagai jalan instan untuk membangun Timnas yang lebih kuat berbekal pengalaman sang pelatih saat menangani klub-klub top Eropa. Berikut daftar 5 pelatih yang dipercaya membesut Timnas negara Asia berbekal pengalamannya menukangi beberapa klub top Eropa. (AFP/Oli Scarff)

Mancini bukan nama asing bagi publik Italia. Ia menangani Gli Azzurri sejak 2018 hingga 2023 dan sukses mempersembahkan gelar Euro 2020 serta mencatatkan rekor 37 pertandingan tanpa kekalahan.

Namun, keputusannya mundur secara mendadak pada musim panas 2023 untuk menerima tawaran melatih Timnas Arab Saudi sempat menuai kritik dari banyak petinggi FIGC.

Karier Mancini di Arab Saudi hanya bertahan 14 bulan sebelum berpisah. Setelah itu, ia sempat melatih klub Qatar, Al Sadd, sejak November tahun lalu.

Kini, mantan pelatih Inter Milan dan Manchester City tersebut kembali mengemban tugas besar untuk membawa Italia kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia.


Debut Melawan Belgia

Para pemain Italia berdiri untuk lagu kebangsaan menjelang pertandingan final kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa antara Bosnia-Herzegovina dan Italia di stadion Bilino-Polje di Zenica pada 1 April 2026. (Elvis BARUKCIC/AFP)

Laga pertama Mancini pada periode keduanya akan berlangsung di UEFA Nations League saat Italia menghadapi Belgia pada 25 September 2026.

Gli Azzurri tergabung dalam grup berat bersama Belgia, Prancis, dan Turki.

Malago meminta publik tidak membebani Mancini dengan ekspektasi berlebihan mengingat waktu persiapan yang sangat singkat.

"Pelatih baru hanya memiliki dua sesi latihan sebelum pertandingan pertama," ujar Malago.

"Kami harus memaksimalkan pemain yang kami miliki dan berusaha mempertahankan peringkat Eropa. Jika melihat kekuatan lawan seperti Prancis, Belgia, dan Turki, semua merupakan tim yang tampil di Piala Dunia."


Misi Besar Kembalikan Italia ke Panggung Dunia

Tugas terbesar Mancini adalah mengakhiri puasa Italia di ajang Piala Dunia. Empat kali juara dunia itu terakhir kali tampil pada turnamen tersebut pada edisi 2014.

Bahkan, Italia belum pernah memainkan pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak menjadi juara pada 2006 setelah mengalahkan Prancis melalui adu penalti.

Satu-satunya prestasi besar Gli Azzurri dalam dua dekade terakhir adalah menjuarai Euro 2020, juga lewat drama adu penalti saat mengalahkan Inggris.

Sumber: FIGC, Football Italia

Berita Terkait