Di Tengah Pro-Kontra, Fabregas Tegaskan Roberto Mancini Layak Latih Italia Lagi

Cesc Fabregas, menyambut positif keputusan Federasi Sepak Bola Italia yang kembali menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih Timnas Italia.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 29 Juli 2026, 08:45 WIB
Roberto Mancini (tengah), menjalani tugas perdananya sebagai pelatih Timnas Arab Saudi dalam laga uji coba melawan Timnas Kosta Rika yang berlangsung di St James Park, Inggris, Sabtu (9/9/2023) dini hari. Setelah melepas jabatan sebagai pelatih Timnas Italia, kini Mancini menjadi pelatih terkaya dengan nilai kontrak menembus 20 juta euro per tahun. (AFP/Oli Scarff)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Como, Cesc Fabregas, menyambut positif keputusan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang kembali menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih Timnas Italia.

Menurut mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu, Mancini merupakan sosok pemenang yang telah membuktikan kualitasnya, baik di level klub maupun tim nasional.

Advertisement

FIGC resmi mengembalikan Mancini ke kursi pelatih Gli Azzurri, tiga tahun setelah ia mundur dari jabatan tersebut untuk menerima tawaran melatih Timnas Arab Saudi.

Keputusan tersebut sempat memicu perdebatan. Sejumlah nama seperti Carlo Ancelotti, Pep Guardiola, hingga Andrea Pirlo sebelumnya dikaitkan dengan kursi pelatih Italia. Bahkan, ada anggapan bahwa kembalinya Mancini merupakan langkah mundur bagi sepak bola Italia.

Namun, Fabregas memiliki pandangan berbeda. Apa itu?


Sudah Mengagumi Mancini Sejak di Man City

Roberto Mancini, pada usia 47 tahun dan 168 hari, berhasil membawa Manchester City meraih gelar Liga Premier pertama mereka setelah lebih dari 40 tahun menunggu. (Paul Ellis)

Fabregas mengaku telah lama mengagumi gaya kepelatihan Roberto Mancini, bahkan sejak pria berusia 61 tahun itu menangani Manchester City di Premier League.

Ia juga beberapa kali berbincang langsung dengan Mancini dan menilai mantan pelatih Inter Milan tersebut memiliki karakter sebagai pelatih yang tegas sekaligus mampu menyajikan permainan menarik.

"Saya selalu menyukai Mancini. Saya mengikuti kiprahnya sejak di Manchester City," ujar Fabregas dalam konferensi pers.

"Saya beberapa kali berbicara dengannya. Dia adalah seorang pemenang, pelatih yang menuntut standar tinggi, dan memainkan sepak bola yang bagus."

"Dia sudah membuktikannya ketika membawa Italia menjuarai Piala Eropa. Saya sangat senang untuknya," lanjut mantan kapten Arsenal tersebut.


Rekam Jejak Mancini Jadi Alasan

5. Roberto Mancini – Legenda Lazio ini baru saja membawa timnas Italia lolos ke Euro 2020. Sebelumnya ia juga telah sukses membawa Inter Milan dan Manchester City merengkuh titel juara. (AFP/Marco Bertorello)

Dukungan Fabregas tidak lepas dari rekam jejak impresif Mancini selama berkarier sebagai pelatih.

Bersama Timnas Italia, Mancini mengakhiri penantian panjang Gli Azzurri dengan membawa mereka menjuarai Euro 2020 pada 2021.

Meski demikian, ia juga sempat mendapat sorotan setelah gagal meloloskan Italia ke Piala Dunia 2022 akibat kekalahan dari Makedonia Utara pada babak play-off.

Di level klub, koleksi trofi Mancini juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia sukses mempersembahkan tiga gelar Serie A, empat Coppa Italia, dan dua Piala Super Italia bersama Inter Milan.

Selain itu, Mancini juga membawa Man City menjuarai Premier League 2011/2012, mengakhiri puasa gelar liga klub tersebut selama 44 tahun. Ia juga mempersembahkan trofi Piala FA untuk The Citizens.

Karier suksesnya berlanjut bersama Galatasaray dengan menjuarai Piala Turki, sebelum terakhir membawa Al Sadd meraih gelar Liga Qatar.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait