Kebuntuan Kontrak Vinicius Junior Uji Keputusan Perez, Ronaldo hingga Ramos Jadi Rujukan

Negosiasi kontrak Vinicius Junior di Real Madrid mandek soal gaji. Perez dihadapkan pada pilihan: kompromi ala Ronaldo atau ketegasan seperti kasus Ramos.

BolaCom | Gia Yuda PradanaDiterbitkan 29 Juli 2026, 19:00 WIB
Kylian Mbappe dari Real Madrid (tengah) mendapat ucapan selamat dari rekan-rekannya, Vinicius Junior (kanan) dan Aurelien Tchouameni, setelah mencetak gol dalam laga La Liga antara Real Oviedo dan Real Madrid di Stadion Carlos Tartiere, Oviedo, Spanyol, Minggu, 24 Agustus 2025. (AP Photo/Miguel Oses)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid kembali dihadapkan pada persoalan penting di luar lapangan. Negosiasi kontrak baru Vinicius Junior masih buntu karena perbedaan pandangan terkait nilai gaji.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pendukung Los Blancos. Florentino Perez memiliki rekam jejak mengambil keputusan tegas dalam urusan kontrak pemain bintang.

Advertisement

Sejarah menunjukkan pendekatan tersebut tidak selalu berakhir buruk. Namun, sejumlah keputusan juga meninggalkan dampak besar terhadap performa Real Madrid pada musim-musim berikutnya.


Negosiasi Vinicius Junior Masih Buntu

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, tampak kecewa setelah ditaklukkan Bayern Munchen pada laga leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (8/4/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Vinicius Junior dan Real Madrid sama-sama ingin melanjutkan kerja sama jangka panjang. Pembicaraan yang berlangsung sejak Januari 2025 belum menemukan titik temu karena persoalan gaji.

Kebuntuan ini memberi ruang bagi klub lain untuk memantau situasi penyerang asal Brasil tersebut. Arsenal menjadi satu di antara tim yang dikabarkan siap memanfaatkan peluang apabila negosiasi benar-benar gagal.

Bagi Real Madrid, mempertahankan Vinicius Junior adalah kepentingan besar. Pemain berusia 24 tahun itu berperan penting dalam keberhasilan klub meraih dua gelar Liga Champions dalam beberapa musim terakhir.


Pelajaran Dari Cristiano Ronaldo dan Mesut Ozil

Cristiano Ronaldo (kanan) bersama Presiden Real Madrid, Florentino Perez (kiri). (GERARD JULIEN / AFP)

Pada 2013, Florentino Perez pernah menghadapi negosiasi alot dengan Cristiano Ronaldo. Setelah sempat bersikeras mempertahankan struktur gaji klub, Real Madrid akhirnya memberikan kontrak baru kepada sang megabintang.

Keputusan itu terbukti tepat. Ronaldo membantu Los Blancos meraih La Decima sebelum menambah tiga trofi Liga Champions lainnya. Kebuntuan saat itu justru berakhir dengan kesuksesan besar.

Kasus berbeda terjadi pada tahun yang sama ketika Mesut Ozil gagal mencapai titik temu dalam negosiasi. Gelandang asal Jerman tersebut memilih bergabung dengan Arsenal.

Kepergian Ozil tidak terlalu berdampak besar bagi Real Madrid. Klub justru mendatangkan Toni Kroos dan tetap mampu menjaga level persaingan di Eropa.


Dampak Pendekatan Keras: Sergio Ramos dan Luka Modric

Bek Real Madrid, Sergio Ramos, melakukan selebrasi usai membobol gawang Athletic Bilbao pada laga La liga di Stadion San Mames, Minggu (5/7/2020). Real Madrid menang 1-0 atas Athletic Bilbao. (AFP/Ander Gillenea)

Pendekatan keras Perez juga pernah memicu perpisahan dengan Sergio Ramos. Bek legendaris itu hengkang setelah kedua pihak gagal menemukan kesepakatan kontrak baru.

Real Madrid memang masih sempat meraih gelar Liga Champions setelah Ramos pergi. Namun, krisis cedera di lini belakang pada musim-musim berikutnya membuat keputusan tersebut kembali dipertanyakan.

Skenario serupa muncul saat Luka Modric tidak memperoleh kontrak baru setelah musim 2024/2025. Gelandang asal Kroasia itu masih ingin bertahan meski menerima peran yang lebih terbatas.


Pilihan Perez Untuk Arah Real Madrid

Presiden Real Madrid, Florentino Perez dalam konferensi pers di Madrid, 13 Mei 2026. (AP Photo/Bernat Armangue)

Real Madrid kini berada pada persimpangan penting terkait masa depan Vinicius Junior. Kehilangan pemain bernomor punggung tujuh itu berpotensi mengurangi kreativitas sekaligus ketajaman lini serang.

Berdasarkan pengalaman masa lalu, Perez memiliki dua pilihan. Ia bisa mencapai kompromi seperti saat mempertahankan Cristiano Ronaldo atau mengambil langkah tegas seperti dalam kasus Sergio Ramos.

Setiap opsi membawa konsekuensi. Kompromi memberi peluang menjaga kontinuitas skuad, sementara ketegasan sebagaimana kasus Ramos pernah menimbulkan konsekuensi panjang bagi Real Madrid.

Sumber: Sports Illustrated

Berita Terkait