Kylian Mbappe Tak Terima Dijadikan Meme sebagai Diktator

Mbappe menanggapi meme viral yang menggambarkan dirinya sebagai diktator serta julukan “Mobutu” dari Ousmane Dembele.

Bola.com, Jakarta - Kylian Mbappe buka suara mengenai meme viral yang menggambarkan dirinya sebagai seorang diktator. Penyerang Timnas Prancis dan Real Madrid itu menilai fenomena tersebut menunjukkan kurangnya kesadaran politik dan kemanusiaan di kalangan sebagian orang.

Meme tersebut menampilkan Mbappe mengenakan seragam militer layaknya seorang pemimpin diktator. Asal-usul meme itu tidak diketahui secara pasti, tetapi terdapat sejumlah spekulasi mengenai alasan konten tersebut berkembang di media sosial.

Salah satunya dikaitkan dengan keputusan Mbappe menggugat pemilik sebuah kedai kebab pada 2024 karena menggunakan namanya dalam deskripsi sebuah sandwich. Spekulasi lainnya menghubungkan meme tersebut dengan besarnya pengaruh Mbappe di Real Madrid dan klub sebelumnya, Paris Saint-Germain .

Mbappe membahas fenomena tersebut dalam wawancara dengan L'Equipe. Ia mengaku memiliki pandangan yang cukup beragam terhadap meme yang beredar luas di media sosial itu.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Meme yang Jadi Sorotan

Mbappe mengakui bahwa meme tersebut memiliki sisi yang menghibur. Tetapi, ia juga menyoroti persoalan yang muncul ketika candaan itu menggunakan sosok diktator sebagai perbandingan.

“Sebagian memang lucu karena bagi sebagian orang, ini hanya dianggap sebagai bahan bercanda. Namun, ada juga bagian yang tidak terlalu lucu karena kita tahu kerusakan yang telah ditimbulkan orang-orang seperti itu sepanjang sejarah,” ujar Mbappe, seperti dikutip dari ESPN, Sabtu (12/9/2026). 

Mbappe kemudian menyinggung konsekuensi dari perbandingan tersebut ketika dikaitkan dengan sejarah para tokoh yang menjadi rujukan dalam meme.

“Dibandingkan dengan orang-orang yang membunuh orang lain atau menyebabkan penderitaan bagi jutaan dan jutaan orang... Saya rasa saya tidak pernah melakukan hal seperti itu dalam hidup saya. Jadi, ada campuran dari berbagai hal,” katanya.

Ia tetap menyadari bahwa meme tersebut tidak dibuat dengan tujuan untuk dianggap serius. Namun, fenomena itu membuatnya mempertanyakan cara sebagian orang melihat persoalan yang berkaitan dengan politik dan kemanusiaan.

“Di satu sisi, saya tahu hal itu dilakukan dengan cara yang ringan dan tidak dimaksudkan untuk dibawa terlalu jauh. Namun, hal itu mungkin menunjukkan kurangnya kesadaran politik dan kemanusiaan pada sebagian orang,” tuturnya.

Julukan dari Dembele

Pembahasan mengenai meme tersebut juga berkaitan dengan julukan “Mobutu” yang diberikan Ousmane Dembele kepada Mbappe.

Nama tersebut merujuk pada Mobutu Sese Seko, diktator yang memimpin Republik Demokratik Kongo, yang kemudian berganti nama menjadi Zaire, dari 1965 hingga 1997.

Berbeda dengan meme yang menjadi sorotan, Mbappe menanggapi julukan dari Dembele dengan santai. Ia mengatakan rekan setimnya tersebut menemukan nama itu di media sosial.

“Ousmane, dia memang berbeda. Dia menemukannya di media sosial! Dia hanya sedang bercanda,” kata Mbappe sambil tersenyum.

Mbappe saat ini mengawali musim dengan performa impresif bersama Real Madrid. Pemain berusia 27 tahun itu telah mencetak lima gol dalam lima pertandingan.

Ia dijadwalkan kembali tampil pada Sabtu malam ketika Real Madrid menghadapi Rayo Vallecano.

Sumber: ESPN

Video Populer

Foto Populer