Roberto Mancini Minta Maaf Setelah Kembali Tangani Timnas Italia: Saya Telah Melakukan Kesalahan

Roberto Mancini akhirnya buka suara setelah kembali ditunjuk sebagai pelatih Timnas Italia.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 30 Juli 2026, 05:30 WIB
Pelatih Italia, Roberto Mancini menginstruksikan pemainnya saat bertanding melawan Italia pertandingan UEFA Nations League di Stadion San Siro di Milan (17/11). Portugal meraih poin sembilan sedangkan Italia lima. (AFP Photo/Marco Bertorello)

Bola.com, Jakarta - Roberto Mancini akhirnya buka suara setelah kembali ditunjuk sebagai pelatih Timnas Italia. Dalam kesempatan pertamanya berbicara kepada publik, pelatih berusia 61 tahun itu menyampaikan permintaan maaf atas keputusannya meninggalkan Gli Azzurri pada 2023 demi menerima tawaran melatih Timnas Arab Saudi.

Mancini mengaku menyesali keputusannya tersebut dan bertekad membawa Italia kembali ke level yang seharusnya setelah tim itu gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Advertisement

"Saya benar-benar minta maaf. Rasanya seperti kehilangan wanita yang paling Anda cintai. Itu berarti Anda melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan," ujar Mancini, seperti dikutip dari ESPN, Rabu (30/7/2026). 

"Jadi saya minta maaf, sungguh sangat menyesal atas semua yang telah terjadi selama tiga tahun terakhir. Sekarang saya akan mencoba membawa tim nasional kembali ke tempat yang seharusnya," lanjutnya.

 


Gagal Jaga Komunikasi

Terobosan besar diambil oleh beberapa timnas sepak bola di Asia pada awal tahun 2023 ini dengan merekrut pelatih-pelatih top yang sebelumnya berpengalaman membesut klub-klub top Eropa untuk menangani Tim Nasional (Timnas) sepak bola mereka. Tentu saja langkah ini diambil sebagai jalan instan untuk membangun Timnas yang lebih kuat berbekal pengalaman sang pelatih saat menangani klub-klub top Eropa. Berikut daftar 5 pelatih yang dipercaya membesut Timnas negara Asia berbekal pengalamannya menukangi beberapa klub top Eropa. (AFP/Oli Scarff)

Italia sedang berada dalam situasi sulit setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Kegagalan itu memicu pengunduran diri Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, serta pelatih Gennaro Gattuso pada April lalu, tak lama setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina di babak play-off.

Mancini sebelumnya sukses mempersembahkan gelar Euro 2020 untuk Italia. Namun, pada Agustus 2023 ia secara mengejutkan mundur dari jabatannya sebelum menerima pinangan Timnas Arab Saudi hanya dua pekan berselang.

Pelatih yang pernah menangani Inter Milan dan Manchester City itu mengakui kesalahan terbesar yang dibuatnya adalah buruknya komunikasi dengan Gravina.

"Itu sepenuhnya kesalahan saya. Saya gagal menjaga komunikasi yang baik dengan Gravina," tutur Mancini. 

 


Siap Hadapi Kritik

Ilustrasi Roberto Mancini. (Bola.com/AI)

Laga pertama Mancini pada periode keduanya bersama Italia akan berlangsung pada 25 September mendatang saat menghadapi Belgia di ajang UEFA Nations League di Stadion Olimpico, Roma.

Mancini menyadari tidak semua pendukung Italia akan langsung menerima kehadirannya kembali setelah cara kepergiannya tiga tahun lalu.

"Saya sadar akan ada orang-orang yang menentang saya," katanya.

"Tapi saya berharap tim bisa bermain dengan baik sehingga mungkin mereka bisa memaafkan saya."

Mancini bukan pilihan utama FIGC untuk mengisi kursi pelatih. Sebelumnya, federasi sempat mencoba mendekati Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola yang sama-sama menolak tawaran tersebut. Sementara Andrea Pirlo akhirnya dicoret dari daftar kandidat karena pertimbangan politik terkait kerja sama sponsor dengan perusahaan taruhan asal Rusia.    

Sumber: Football Italia

Berita Terkait