Barcelona Tolak Permanenkan Marcus Rashford, Eks MU: Dia Seharusnya Merasa Malu

Marcus Rashford dibilang harus Malu, Barcelona pilih Anthony Gordon ketimbang dirinya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 31 Juli 2026, 05:45 WIB
Penyerang Inggris #11, Marcus Rashford, merayakan setelah mencetak gol pada pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Kroasia di Stadion Dallas di Arlington pada 18 Juni 2026. (Aric Becker/AFP)

Bola.com, Jakarta - Marcus Rashford kembali memperkuat Manchester United pada musim baru. Penyerang berusia 28 tahun itu dijadwalkan bergabung lagi dengan skuad asuhan Michael Carrick setelah menuntaskan tugas bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, Rashford diperkirakan tidak akan lagi mengenakan seragam MU. Namun, situasi berubah setelah Barcelona memutuskan tidak mengaktifkan klausul pembelian permanen senilai 26 juta paun dalam kesepakatan peminjamannya.

Advertisement

Klub Katalonia itu justru memilih merekrut Anthony Gordon dari Newcastle United. Keputusan tersebut membuat masa depan Rashford kembali belum menemui kepastian.

Selain kembali ke Old Trafford, Rashford juga dikabarkan masuk radar Tottenham Hotspur. Menurut Talksport, Spurs sedang mempertimbangkan kemungkinan merekrut Rashford.


Merasa Malu

Penyerang Barcelona asal Inggris #14, Marcus Rashford, berebut bola dengan bek Levante asal Jerman #22, Jeremy Toljan, dalam pertandingan Liga Spanyol antara Levante UD dan FC Barcelona di Stadion Ciutat de Valencia di Valencia, Minggu (24-8-2025) dini hari WIB. (Jose JORDAN/AFP)

Melihat situasi terkini, mantan pemain MU, Paul Parker, menilai Rashford seharusnya merasa malu karena Barcelona lebih memilih mendatangkan Gordon daripada mempertahankannya.

Parker juga menyoroti tantangan yang akan dihadapi Rashford begitu kembali ke MU. Menurutnya, pemain berusia 28 tahun itu harus bekerja keras untuk mendapatkan kembali kepercayaan rekan-rekan setimnya setelah tidak lagi membela Setan Merah sejak 2024.

"Hal terbesar adalah bagaimana dia bisa kembali mendapatkan kepercayaan dari rekan-rekan setimnya? Dia tidak menjalankan tugasnya dengan baik, tetapi semua orang membiarkannya hingga akhirnya mereka mengetahui seperti apa dirinya," kata Parker kepada PariuriX, dikutip Express.

"Pada masa saya dulu, pemain senior pasti sudah menariknya dan melakukan sesuatu yang tidak akan menyenangkan baginya," imbuhnya.


Kesempatan Terakhir

Striker Manchester United asal Inggris bernomor punggung 10, Marcus Rashford, bertepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada 31 Desember 2024. Newcastle memenangkan pertandingan dengan skor 2-0. (Darren Staples/AFP)

Parker menilai kesempatan Rashford untuk kembali ke MU muncul karena Barcelona memilih tidak mempermanenkannya.

"Dia mendapat kesempatan kecil untuk kembali dan, sejujurnya, kesempatan itu hanya datang karena Barcelona tidak menginginkannya lagi," ujar Parker.

"Mereka memilih mengeluarkan uang lebih banyak untuk Anthony Gordon. Rashford seharusnya merasa malu. Ketika mereka memutuskan mengeluarkan uang sebanyak itu untuk Gordon, dia seharusnya merasa malu," cetus bek yang membela MU pada 1991-1996 itu.

Keputusan Barcelona merekrut Gordon memang memunculkan banyak kejutan. Sebelumnya, kondisi finansial klub tersebut disebut-sebut menjadi alasan utama mereka tidak mampu mempermanenkan Rashford.

Di sisi lain, Tottenham bukan satu-satunya klub yang dikabarkan meminati Rashford. AS Roma juga disebut tertarik merekrut penyerang Timnas Inggris tersebut.

Meski begitu, gaji Rashford diperkirakan menjadi kendala bagi klub-klub yang ingin memboyongnya.

Saat ini ia merupakan pemain dengan bayaran tertinggi di MU setelah Setan Merah lolos ke Liga Champions, dengan pendapatan mencapai 325 ribu paun per pekan.


Harus Membuktikan Diri

Penyerang Aston Villa, Marcus Rashford, merayakan golnya ke Brighton dalam lanjutan Premier League di Stadion Falmer, Kamis dini hari WIB (3-4-2025). (Bola.com/X @AVFCOfficlal)

Parker menegaskan Rashford masih memiliki peluang untuk membuktikan diri, tetapi tantangannya tidak akan mudah.

"Kalau dia benar-benar serius ingin membuktikan dirinya lagi, itu akan menjadi tantangan besar baginya," ucap Parker.

"Suporter tidak akan langsung menerimanya hanya karena satu pertandingan atau satu gol. Dia harus bekerja keras secara konsisten," katanya.

Parker juga menilai sikap Rashford di luar lapangan akan menjadi sorotan begitu kembali ke MU.

"Bagaimana sikapnya saat duduk di bangku cadangan menyaksikan pertandingan? Bagaimana perilakunya saat latihan dan dalam kehidupan sosial? Itu menjadi salah satu masalah besar dan alasan mengapa dia berada dalam situasi seperti sekarang."

"Masih banyak yang harus dia lakukan dan buktikan. Sejujurnya, ini adalah kesempatan terakhirnya. Benar-benar kesempatan terakhir," ucap Parker.

Sebelum menjalani masa peminjaman di Barcelona dan Aston Villa, hubungan Rashford dengan mantan pelatih MU, Ruben Amorim, dilaporkan memburuk.

Meski begitu, Michael Carrick diyakini memiliki hubungan yang berbeda dengan Rashford dan disebut ingin memasukkan sang penyerang ke skuadnya untuk musim mendatang.

 

Sumber: Express

Berita Terkait