FA Inggris Dukung Boikot UEFA terhadap FIFA, Arsenal, Liverpool, dan Manchester City Bisa Kena Imbas

UEFA boikot FIFA bisa berdampak ke Arsenal, Liverpool, dan Manchester City, FA Inggris tegaskan dukungan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 31 Juli 2026, 13:15 WIB
Logo Timnas Inggris. (AFP/Franck Fife)

Bola.com, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan UEFA yang akan memboikot seluruh kompetisi FIFA apabila badan sepak bola dunia itu tetap melanjutkan rencana membuka kepemilikan Piala Dunia kepada investor swasta.

Sikap tersebut berpotensi berdampak pada sejumlah klub Premier League, termasuk Arsenal, Liverpool, dan Manchester City, yang bisa kehilangan kesempatan tampil di Piala Dunia Antarklub apabila boikot masih berlaku pada edisi 2029.

Advertisement

Kontroversi bermula setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengusulkan penjualan sebagian kepemilikan Piala Dunia kepada investor swasta.

Dalam rencana tersebut, FIFA akan mempertahankan 51 persen kepemilikan atas kompetisi-kompetisi utamanya, sementara sisanya akan dilepas kepada investor.

Menanggapi proposal itu, UEFA menggelar pertemuan darurat secara virtual. Seluruh 55 asosiasi anggotanya secara bulat menyetujui langkah boikot terhadap kompetisi FIFA selama rencana tersebut masih dipertahankan.

Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan bahwa tidak ada timnas dari negara anggotanya yang akan mengikuti kompetisi FIFA selama proposal tersebut belum sepenuhnya dibatalkan dan FIFA belum memberikan jaminan mengikat bahwa kepemilikan maupun pengelolaan kompetisinya tidak akan dibuka kepada pihak swasta.


Klub Eropa Terancam Absen dari Piala Dunia Antarklub

Gabriel Martinelli mencetak gol tunggal kemenangan Arsenal atas Manchester City pada laga pekan kedelapan Premier League di Stadion Emirates, Minggu (8/10/2023) malam WIB. (AFP/Adrian Dennis)

Give Me Sport melaporkan, dampak boikot tidak hanya dirasakan timnas, tetapi juga dapat meluas ke Piala Dunia Antarklub yang akan digelar FIFA.

Turnamen edisi 2029 direncanakan diikuti 48 tim. Jika boikot UEFA masih berlangsung saat itu, klub-klub Eropa tidak akan ambil bagian.

Situasi tersebut berpotensi memengaruhi Arsenal, Liverpool, dan Manchester City yang diperkirakan berpeluang lolos ke Piala Dunia Antarklub. Selain itu, klub-klub besar Eropa seperti Barcelona, Real Madrid, dan Paris Saint-Germain tidak akan tampil apabila boikot tetap diberlakukan.

Chelsea yang menjuarai edisi perdana Piala Dunia Antarklub dengan format 32 tim pada 2025 juga belum tentu bisa mempertahankan gelarnya.

Klub London itu finis di posisi ke-10 Premier League musim lalu sehingga belum dipastikan akan lolos ke edisi 2029, dengan catatan boikot UEFA telah berakhir.


FA Inggris Dukung Langkah UEFA

Presiden Donald Trump menyaksikan Reece James dari Chelsea mengangkat trofi setelah laga final Piala Dunia Antarklub antara Chelsea dan PSG di MetLife Stadium, New Jersey, 13 Juli 2025. (AP Photo/Jacquelyn Martin)

Kendati keputusan tersebut berpotensi berdampak terhadap klub-klub Inggris maupun peluang Timnas Inggris tampil di Piala Dunia 2030, FA Inggris tetap memberikan dukungan kepada UEFA.

"Kami berdiri bahu membahu bersama rekan-rekan kami di Eropa dan sepenuhnya mendukung pandangan bersama ini. Kami menentang rencana FIFA. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola dan akan selalu demikian," bunyi pernyataan FA Inggris.

UEFA sebelumnya juga menegaskan penolakannya terhadap rencana FIFA.

"UEFA dan 55 asosiasi anggotanya berdiri sebagai satu kesatuan. Kami secara bulat dan tegas menolak proposal FIFA untuk mengalihkan kepemilikan Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta," demikian pernyataan UEFA.

Pada Piala Dunia Antarklub 2025, total hadiah yang dibagikan mencapai 740 juta paun. Chelsea, sebagai juara, diperkirakan memperoleh sekitar 84 juta paun.

Jika boikot masih berlaku pada 2029, Arsenal, Liverpool, Manchester City, serta klub-klub Inggris lainnya berpotensi kehilangan kesempatan meraih pendapatan tersebut.

 

Sumber: Give Me Sport