Piala Presiden 2026: Bernardo Tavares Mewanti-wanti Persebaya, Port FC Bukan Lawan yang Bisa Diremehkan

Bernardo Tavares mewaspadai kekuatan Port FC, Persebaya tak boleh pandang sebelah mata.

BolaCom | Aditya WanyDiterbitkan 31 Juli 2026, 13:30 WIB
Bernardo Tavares, pelatih Persebaya Surabaya. (Dok. ileague.id)

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya tinggal selangkah lagi menuntaskan fase Grup B Piala Presiden 2026. Meski sudah memastikan tiket ke semifinal, Bajul Ijo masih mengincar hasil maksimal saat menghadapi Port FC dalam duel penentuan juara grup.

Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1-8-2026), diprediksi berlangsung sengit.

Advertisement

Selain mempertemukan dua tim yang sama-sama tampil impresif, pertandingan ini akan menentukan siapa yang mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyadari kualitas Port FC. Karena itu, ia meminta anak asuhnya tetap fokus dan tidak menganggap pertandingan berjalan mudah, meski tiket lolos ke semifinal sudah berada di tangan.

"Mengenai pertandingan berikutnya, kami akan bermain melawan Port FC yang merupakan tim bagus. Kami perlu menganalisis mereka," ujar Tavares. 

"Ini akan menjadi pertandingan sengit untuk menentukan posisi pertama atau kedua. Namun, kami perlu menghadapinya dengan pemikiran bahwa ini adalah masa pramusim. Kami ingin melihat beberapa pemain, mungkin di posisi yang berbeda," imbuh pelatih asal Portugal itu.


Proses Pembentukan Tim

Kyohei Yoshino dan Radovan Pankov dari Persija Jakarta berduel dengan Jefferson dan Yann Kevin Mabella dari Persebaya Surabaya dalam situasi bola mati pada laga Grup B Piala Presiden 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (26/7/2026) malam. Persebaya berhasil memenangi pertandingan dengan skor 1-0 berkat gol bunuh diri Pankov pada menit ke-64. (Bola.com/Wahyu Pratama)

Tavares menegaskan Piala Presiden 2026 tetap menjadi bagian dari proses pembentukan tim. Selain mengejar hasil positif, turnamen ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi performa pemain sekaligus mencoba beberapa opsi dalam berbagai posisi.

Dia mengakui jadwal pertandingan yang padat membuat tim pelatih tidak memiliki banyak waktu untuk mengasah aspek teknis maupun taktis di lapangan. Sebagian besar waktu justru digunakan untuk memastikan kondisi fisik pemain kembali prima.

Menurutnya, masa pemulihan menjadi prioritas utama setelah Persebaya menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi dalam waktu yang berdekatan. Kondisi tersebut membuat ruang untuk memberikan materi latihan baru menjadi sangat terbatas.

"Saat ini kami fokus pada pemulihan dan pertandingan, pemulihan lalu bertanding lagi. Jika kami ingin mengubah sesuatu, itu sulit dilakukan di sesi latihan, terutama hal-hal taktis. Ketika pemain lelah, sulit untuk memahami hal-hal tersebut," ujarnya.


Calon Lawan Semifinal

Aksi gelandang Persib Bandung asal Brasil, Berguinho (97), saat berusaha melewati kawalan pemain Arema FC dalam laga Grup A Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026) malam. Berguinho turut berperan dalam kemenangan 1-0 Maung Bandung setelah umpannya berhasil dituntaskan Uilliam Barros menjadi gol pada menit ke-23. (Bola.com/Erwin Snaz)

Di sisi lain, Persib Bandung dan Arema FC jadi tim yang berpeluang besar menduduki dua posisi teratas Grup A. Artinya, calon lawan Persebaya kemungkinan besar adalah satu dari dua tim tersebut.

Persib saat ini sudah mengunci status juara Grup A hasil menang 1-0 atas Arema dan DPMM dan kini mengoleksi enam poin. Mereka masih akan berjumpa dengan Tampines Rovers, Jumat (31-7-2026), tetapi apa pun hasil laga ini tidak berpengaruh pada posisi Maung Bandung.

Satu-satunya tim yang berpotensi menyamai poin Persib adalah Arema FC yang akan bersua dengan DPMM di hari yang sama. Kalaupun Singo Edan menang dan meraih enam poin, mereka tetap berada di posisi kedua di bawah Persib karena kalah head-to-head.

Sedangkan situasi Grup B sedikit lebih rumit. Port FC berpotensi naik ke posisi pertama jika mampu mengalahkan Persebaya. Lalu, masih ada Persija yang punya peluang lolos, meski tetap bergantung pada hasil Port FC.

Hal ini berarti, Persebaya bakal bersua Persib jika hanya berstatus runner-up Grup B. Di sisi lain, peluang besar melahirkan derbi Jatim juga muncul jika Bajul Ijo menjadi juara Grup B dan Arema lolos sebagai runner-up Grup A.

Persebaya sebenarnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah, meski selalu menang dalam dua laga Grup B. Pemain-pemain Bajul Ijo masih tampak belum mampu mengalirkan bola dan membangun serangan dengan baik.

Berita Terkait