Bola.com, Jakarta - Pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, mengungkapkan kekagumannya terhadap pembalap Trackhouse MotoGP Team, Ai Ogura.
Rider berusia 16 tahun asal Sleman itu mengaku banyak terinspirasi oleh gaya balap pembalap Jepang tersebut.
Hal itu disampaikan Kiandra saat sesi wawancara bersama pembalap binaan Astra Honda Motor (AHM) yang berlaga di Moto3 World Championship di Etera, Jakarta, Jumat (31-7-2026).
Menurut Kiandra, gaya balap Ogura menjadi referensi yang paling sesuai dengan karakter yang ingin ia tampilkan di lintasan.
"Suka gaya balap Ai Ogura, karena natural," ujar Kiandra.
Lulusan Asia Talent Cup
Kiandra mengungkapkan kekagumannya terhadap Ogura bukan tanpa alasan. Ia berkesempatan bertemu langsung dan bertukar pengalaman dengan pembalap asal Jepang tersebut.
Keduanya juga memiliki perjalanan karier yang cukup mirip karena sama-sama mengawali langkah melalui Asia Talent Cup.
Ai Ogura tampil di Asia Talent Cup pada 2015 dan berhasil menjadi runner-up pada musim 2016. Sementara itu, Kiandra mengikuti ajang yang sama pada 2024. Ia mampu meraih kemenangan di Qatar dan Thailand, sebelum menutup musim di posisi keempat klasemen akhir.
Tak hanya itu, keduanya juga sama-sama berasal dari program pembinaan Astra Honda.
Ogura memulai karier bersama Honda Team Asia, sedangkan Kiandra mengawali kiprahnya di Astra Honda Racing Team sebelum melanjutkan perjalanan ke tim junior di Eropa.
Langkah karier mereka kemudian kembali beririsan dengan tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM Junior Eropa.
Beda Balapan di Asia dan Eropa
Musim ini Kiandra mulai memperluas pengalamannya dengan tampil di dua kejuaraan Eropa, yakni FIM Moto3 Junior World Championship dan Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Kesempatan tersebut membuatnya dapat merasakan secara langsung perbedaan atmosfer balapan di Asia dan Eropa.
Menurut Kiandra, perbedaan keduanya cukup signifikan, baik dari sisi persaingan maupun karakter lintasan.
"Beda jauh, balapan nasional mungkin juga lebih ketat. Moto3 Junior lebih merata, dari Spanyol atau luar (Spanyol). Sirkuit juga lebih bervariasi," jawab Kiandra.
Ia juga menyoroti perbedaan metode latihan yang diterapkan para pembalap di Eropa.
"Metode latihan, mereka lebih disiplin, fokus saat latihan dan berusaha untuk menjauhi cedera," lanjutnya.
Performa Paruh Musim
Menjalani paruh pertama musim di dua ajang berbeda, Kiandra turut memberikan penilaiannya terhadap performa yang telah ditunjukkan.
Ia memberi nilai 7 dari 10 untuk penampilannya di FIM Moto3 Junior World Championship dan 7,5 dari 10 untuk kiprahnya di Red Bull MotoGP Rookies Cup.
"Rapor untuk paruh musim, penilaiannya 7/10 di FIM Moto3 Junior WC dan 7,5/10 di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup," ujar Kiandra.
Menatap sisa musim, pembalap berusia 16 tahun itu menegaskan akan melakukan evaluasi bersama tim demi meraih hasil yang lebih baik.
"Target finis dan kasih yang terbaik. Dapat poin semaksimal mungkin," tegasnya.
Penulis: Arif Anggara Mulya