Di Balik Sukses Kiandra Ramadhipa, sang Ayah Punya Satu Resep: Komitmen dan Kesabaran

Peran sang ayah di balik kiprah Kiandra Ramadhipa, kunci sukses berawal dari komitmen dan kesabaran.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 31 Juli 2026, 16:45 WIB
Kiandra Ramadhipa, pembalap Astra Honda Racing Team, saat di Jakarta, Jumat (31-7-2026). (Bola.com/Arif Mulya Anggara)

Bola.com, Jakarta - Kiandra Ramadhipa terus mencuri perhatian sebagai satu di antara pembalap muda Indonesia yang tengah meniti karier di Eropa.

Di balik pencapaiannya, ada peran besar sang ayah, Muhamad Yoki Afarat, yang sejak awal memberikan dukungan penuh sekaligus menanamkan disiplin kepada putranya.

Advertisement

Yoki mengungkapkan, perjalanan Kiandra hingga bisa bersaing di level internasional tidak lepas dari komitmen yang sama kuat antara orang tua dan anak.

Menurutnya, keberhasilan tidak akan tercapai jika salah satu pihak tidak memberikan kesungguhan.

"Semua di aktivitas anak, harus ada komitmen orang tua dan anak. Anak setengah-setengah, atau orang tuanya setengah-setengah? Nggak bakal sampai ada di titik ini," ujar Yoki dalam sesi wawancara di Jakarta, Jumat (31-7-2026).


Disiplin Jadi Pegangan

Yoki Arafat, ayah Kiandra Ramadhipa, ditemui di Jakarta, Jumat (31-7-2026). (Bola.com/Arif Anggara Mulya)

Selain dukungan, Yoki mengaku selalu menanamkan kedisiplinan kepada Kiandra. Ia menyebut putranya harus memahami tanggung jawab sebagai pembalap profesional yang telah menjalin kerja sama dengan tim.

"Pressure 100 persen ke anak. Sudah terikat kerja sama, ada tanggung jawab yang harus dipegang," kata Yoki.

Kiandra pun mengakui perjalanan kariernya tidak lepas dari pengaruh sang ayah. Kecintaan Yoki terhadap dunia balap membuatnya sejak kecil akrab dengan atmosfer balapan.

"Ayah suka balap mobil dan motor, suka diajak nonton balapan juga," ujar Kiandra.

Yoki juga mengungkapkan bahwa Kiandra mulai belajar mengendarai sepeda motor sejak usia empat tahun menggunakan mini trail bermesin kecil.

"Mini trail, sepeda motor pertama yang digunakan Ramadhipa di usia empat tahun," ungkap Yoki.


Video Call Jadi Obat Rindu

Yoki Arafat, ayah Kiandra Ramadhipa, ditemui di Jakarta, Jumat (31-7-2026). (Bola.com/Arif Anggara Mulya)

Kesibukan menjalani balapan di Eropa membuat Kiandra harus berpisah cukup lama dengan keluarga. Meski demikian, mereka memiliki cara sederhana untuk menjaga komunikasi.

Kiandra dan kedua orang tuanya rutin melakukan panggilan video sebelum balapan dimulai. Momen tersebut menjadi cara untuk mengobati rasa rindu ketika berada jauh dari rumah.

Selain dukungan keluarga, Kiandra mendapat semangat dari pembalap Indonesia, Mario Aji. Ia mengaku, Mario menjadi sosok yang kerap dijadikan tempat berbagi cerita ketika menghadapi berbagai situasi selama menjalani balapan di luar negeri.

"Intinya yang pertama diri saya sendiri. Mungkin saya minta maaf kepada tim karena itu kesalahan saya dan kalau orang pertama kali yang saya datengin mungkin Mas Mario Aji," ujar Kiandra.


Selalu Diingatkan untuk Bersabar

Kiandra Ramadhipa, pembalap Astra Honda Racing Team, saat di Jakarta, Jumat (31-7-2026). (Bola.com/Arif Mulya Anggara)

Yoki berharap perjalanan karier putranya dapat terus berkembang mengikuti jejak para senior Indonesia yang telah lebih dahulu berkiprah di level internasional, seperti Veda Ega Pratama dan Mario Aji.

"Mudah-mudahan kariernya lancar seperti seniornya dan selalu diberi keselamatan," kata Yoki.

Di samping itu, ada satu pesan yang terus ia sampaikan kepada Kiandra dalam berbagai situasi, yakni agar selalu bersabar.

"Pesan yang selalu diucapkan ke Ramadhipa, 'sabar'. Kalau lagi down selalu support dengan kata 'sabar'. Itu selalu dipraktikkan sama orang tua saya juga kepada saya," ungkap Yoki.


Prestasi Terus Bertambah

Kiandra Ramadhipa, pembalap Astra Honda Racing Team, saat di Jakarta, Jumat (31-7-2026). (Bola.com/Arif Mulya Anggara)

Kiandra mulai menorehkan prestasi sejak usia empat tahun dengan meraih belasan trofi podium di berbagai kejuaraan nasional motocross kategori usia dini 50cc dan 65cc pada periode 2014 hingga 2019.

Kariernya terus berkembang dengan menjadi juara nasional kelas Rookie pada 2022 saat berusia 13 tahun. Dua tahun kemudian, ia finis sebagai runner-up klasemen akhir Asia Road Racing Championship dan menempati peringkat keempat Idemitsu Asia Talent Cup.

Performa Kiandra makin menonjol setelah meraih kemenangan di Sirkuit Estoril, Portugal, dalam ajang FIM Moto3 Junior World Championship. Ia kemudian kembali naik podium tertinggi di Jerez, Spanyol, dan Sachsenring, Jerman, dalam rentang 2025 hingga 2026.

Saat ini, Kiandra sedang menikmati jeda paruh musim selama tiga pekan dari FIM Moto3 Junior World Championship dan Red Bull MotoGP Rookies Cup.

Kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk pulang ke Sleman, Yogyakarta, dan berkumpul bersama keluarga.

 

Penulis: Arif Anggara Mulya

Berita Terkait