Kata Jose Mourinho usai Real Madrid Ditahan Imbang Fiorentina.

Real Madrid bermain imbang 2-2 lawan Fiorentina di Polandia. Jose Mourinho menilai performa tim sudah oke dan menekankan tiga fase kebugaran skuadnya.

BolaCom | Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 02 Agustus 2026, 10:22 WIB
Pelatih Benfica, Jose Mourinho, merayakan kemenangan atas Real Madrid bersama anak gawang di Liga Champions, di Estadio da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Armando Franca)

Bola.com, Jakarta - Jose Mourinho menilai hasil imbang Real Madrid kontra Fiorentina tidak menjadi persoalan besar. Ia menyebut performa timnya pada laga uji coba tersebut sudah berada di jalur yang benar.

Uji coba pertama pramusim Los Blancos digelar kemarin malam di Polandia, menghadapi Fiorentina. Pertemuan ini menjadi ajang awal Mourinho menilai kesiapan skuadnya.

Advertisement

Real Madrid sempat memimpin 2-0 melalui gol Endrick dan Alexis Ciria. Fiorentina kemudian menyamakan skor lewat lesakan Roberto Piccoli dan Moise Kean untuk menutup laga 2-2.

Manajer asal Portugal itu menekankan konteks pramusim: ritme permainan dan kebugaran belum optimal, terutama karena tim baru berlatih bersama.


Evaluasi Laga Uji Coba di Polandia

Benfica menciptakan salah satu malam paling bersejarah di Liga Champions musim ini setelah menundukkan Real Madrid dengan skor 4-2, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Kemenangan dramatis itu memastikan langkah klub Portugal tersebut ke fase play-off, sekaligus menorehkan cerita yang akan dikenang lama di Estadio da Luz. (AP Photo/Armando Franca)

Mourinho memaklumi kegagalan timnya mengamankan kemenangan meski sempat unggul dua gol. Ia menggarisbawahi bahwa periode pramusim adalah fase membangun fisik dan struktur permainan.

“Saya sangat senang dengan kerja keras yang ditunjukkan para pemain sejak hari pertama,” ujar Mourinho.

Ia juga menilai performa tim berlapis sesuai kondisi fisik sepanjang laga. “Dalam pertandingan ini, saya melihat Madrid dengan tiga wajah: saat masih bugar, mulai lelah, dan sangat kelelahan. Ketika masih bugar, kami bermain dengan sangat baik. Babak pertama berjalan dengan kualitas yang luar biasa.”

Bagi Mourinho, babak pertama menjadi cermin kualitas yang ingin dipertahankan seiring meningkatnya kesiapan fisik. Ia tak menjadikan skor akhir sebagai patokan tunggal, melainkan progres kolektif selama 90 menit.


Pemain Muda Belum di Level Fisik yang Sama

Jose Mourinho saat diperkenalkan sebagai pelatih Benfica. (AP Photo/Ana Brigida)

Menurut Mourinho, skuad Real Madrid—terutama kelompok pemain muda—belum sepenuhnya berada di level kebugaran yang sama dengan lawan yang sudah lebih dahulu melewati pramusim. Hal itu terlihat ketika duel memasuki periode intensi tinggi.

“Kemudian, kami melihat Moise Kean bermain di dalam kotak penalti bersama dua pemain berusia 18 tahun. Mereka tampil sangat baik dan pertandingan seperti ini menjadi bagian dari proses perkembangan mereka," sambung Mourinho.

“Namun, secara fisik mereka memang belum berada di level yang sama untuk bermain bersama pemain seperti Moise Kean, yang merupakan pemain luar biasa."

Mourinho menilai pengalaman bertanding melawan penyerang berprofil seperti Kean menjadi pelajaran berharga. Ia menegaskan pertandingan uji coba semacam ini dirancang untuk mempercepat kurva perkembangan para pemain muda.


Tetap Menguasai Permainan Saat Kelelahan

Ekspresi pelatih AS Roma, Jose Mourinho, setelah pertandingan leg kedua semifinal Liga Europa 2022/2023 timnya berhasil menahan imbang Bayer Leverkusen dengan skor 0-0 (agregat 1-0) di BayArena, Jumat (19/05/2023) dini hari WIB. Dalam sepanjang karirnya, 31 Mei 2023 nanti merupakan final keenam The Special One di kompetisi Eropa. (AP Photo/Martin Meissner)

Di fase penutup laga, ketika stamina menurun, Mourinho melihat respons taktis yang ia inginkan. Struktur tim tetap terjaga meski tekanan fisik meningkat.

“Aspek ketiga yang juga sangat saya sukai adalah ketika tim sudah sangat kelelahan. Dalam kondisi tersebut, kami tetap tahu bagaimana bermain sebagai sebuah tim, mengontrol pertandingan, dan kembali mengambil kendali permainan," pungkas sang pelatih.

Ia menilai kemampuan menjaga kontrol saat kelelahan menjadi indikator penting kesiapan jelang agenda pramusim berikutnya. Fokus Real Madrid kini tertuju pada peningkatan kebugaran dan konsistensi permainan di laga-laga uji coba selanjutnya.

Sumber: Real Madrid CF

Berita Terkait