Kai Rooney Tiru Gaya Mantan Pemain Arsenal untuk Kembangkan Permainannya

Kai Rooney terus menunjukkan perkembangan di akademi Manchester United dan mengungkap bahwa gaya bermainnya terinspirasi dari Gabriel Martinelli, terutama dalam pergerakan menyerang dan kemampuannya berlari di belakang pertahanan.

Bola.com, Jakarta - Kai Rooney mendapat inspirasi dari mantan winger Arsenal, Gabriel Martinelli, seiring perkembangannya di akademi Manchester United. Kai mengikuti jejak ayahnya, Wayne Rooney, setelah bergabung kembali dengan akademi MU pada 2020 dan berkembang cukup pesat.

Salah satu momen penting dalam perkembangannya terjadi pada musim panas ini ketika pemain berusia 16 tahun tersebut menandatangani kontrak beasiswa dengan Manchester United. Setelah kesepakatan itu, Kai menegaskan bahwa waktunya untuk bekerja keras telah dimulai.

Kiprah Kai sempat terganggu pada Maret lalu setelah mengalami cedera yang membuat musimnya berakhir lebih cepat. Kondisi tersebut membuat Kai tidak bisa tampil dalam final FA Youth Cup, ketika MU harus mengakui keunggulan Manchester City.

Kai sebelumnya bermain sebagai penyerang tengah, posisi yang mengingatkan pada karier sang ayah. Namun, ia kini mulai bermain lebih melebar dan dapat bergerak ke tengah untuk menggunakan kaki kirinya yang menjadi andalan.

Untuk posisi tersebut, Kai menjadikan Martinelli sebagai panutannya. Mantan pemain sayap Arsenal itu meninggalkan Emirates Stadium dan bergabung dengan Al Hilal dengan nilai transfer sekitar Rp1,43 triliun setelah mencatatkan 278 penampilan bersama The Gunners.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tiru Gaya Martinelli

Kai menjelaskan bahwa dirinya mencoba meniru gaya bermain Martinelli, meskipun ingin menerapkannya dengan karakter sebagai seorang penyerang.

"Kalau saya bermain sebagai winger kanan, saya seperti Martinelli, tetapi lebih seperti dia ketika bermain sebagai striker. Saya bukan tipe striker yang suka menahan bola, saya lebih suka berlari di belakang pertahanan," ujar Kai kepada TikToker Gabrielvpool, seperti dikutip dari Express, Rabu (16/9/2026). 

Martinelli sebelumnya juga pernah mengungkapkan bahwa futsal memiliki peran penting dalam perkembangan permainannya. Dalam wawancara dengan media klub pada November 2024, pemain asal Brasil itu menjelaskan bagaimana futsal membantunya meningkatkan kemampuan mengambil keputusan dan mengontrol bola.

"Futsal sangat penting dalam perkembangan saya di sepak bola. Anda bermain di lapangan atau tempat yang lebih kecil dan harus berpikir lebih cepat. Cara mengontrol bola juga berbeda. Anda tidak punya banyak ruang, jadi itu sangat membantu," kata Martinelli.

Mulai Menapaki Karier Profesional

Kai telah menjadi bagian dari akademi Manchester United sejak kembali ke klub pada usia 11 tahun. Pada bulan lalu, ia kembali mengambil langkah penting dengan menandatangani kontrak beasiswa tahun pertamanya.

Kesepakatan tersebut memungkinkan Kai melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuannya di akademi. Sebelumnya, ia juga berhasil lulus seluruh mata pelajaran dalam ujian GCSE dan mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke sixth form.

Sang ibu, Coleen Rooney, turut merayakan pencapaian tersebut melalui media sosial.

"Hari pengumuman hasil GCSE! Sangat bangga @kairooney.10 .... Hasil yang luar biasa, terutama dengan jadwal yang begitu padat. Semuanya lulus dan mendapat tempat di sixth form! Kami mencintaimu," tulis Coleen.

Langkah besar berikutnya akan datang ketika Kai berusia 17 tahun, karena pada usia tersebut ia sudah berhak menandatangani kontrak profesional.

Wayne Rooney sebelumnya mengatakan memilih tidak terlalu terlibat dalam perkembangan karier sang putra. Ia ingin memberikan kebebasan kepada Kai untuk menikmati permainan tanpa tekanan tambahan.

"Saya pikir sangat tidak adil jika ada orang yang mengharapkan dia melakukan segala macam hal. Dia hanya bermain, dia adalah anak laki-laki berusia 15 tahun yang bermain sepak bola dan menikmatinya. Tentu saja, dia mendapat perhatian yang berbeda dibandingkan banyak rekan setimnya, tetapi saya pikir dia mampu menghadapinya dengan sangat baik," ujar Wayne.

Sumber: Express

Video Populer

Foto Populer