Mengenang Franco Baresi, Dejan Savicevic Salahkan Jurnalis karena Legenda AC Milan Itu Tak Pernah Raih Ballon d'Or

Menurut mantan gelandang Rossoneri itu, kegagalan sang kapten legendaris meraih penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola merupakan akibat dari pilihan para jurnalis yang memberikan suara.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 02 Agustus 2026, 21:30 WIB
Franco Baresi, legenda AC Milan dan Timnas Italia. (Dok. acmilan.com)

Bola.com, Jakarta - Legenda AC Milan, Dejan Savicevic, mengaku tidak habis pikir melihat Franco Baresi tak pernah memenangkan Ballon d'Or sepanjang kariernya.

Menurut mantan gelandang Rossoneri itu, kegagalan sang kapten legendaris meraih penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola merupakan akibat dari pilihan para jurnalis yang memberikan suara.

Advertisement

Pernyataan tersebut disampaikan Savicevic saat mengenang Baresi, yang baru saja meninggal dunia pada usia 66 tahun. Ia dijadwalkan menghadiri pemakaman mantan rekan setimnya bersama sejumlah legenda AC Milan lainnya.

 
 

Savicevic Kenang Sosok Kapten yang Luar Biasa

Dejan Savicevic merayakan golnya ke gawang Paris Saint-Germain pada semifinal Liga Champions. (PATRICK HERTZOG / AFP)

Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Savicevic menggambarkan Baresi bukan hanya sebagai pemain hebat, tetapi juga pribadi yang luar biasa.

Menurutnya, mantan kapten AC Milan itu memiliki pemahaman sepak bola yang sangat istimewa dan mampu membaca permainan dengan luar biasa.

"Dia orang yang hebat, rekan setim yang luar biasa, dan pemain yang fantastis. Sepak bola mengalir dalam dirinya. Dia memahami segalanya dan memiliki visi permainan yang luar biasa," ujar Savicevic.

Ia juga mengenang atmosfer San Siro yang selalu bergemuruh dengan nyanyian "C'è solo un capitano" untuk Baresi. Lagu tersebut, kata Savicevic, selalu memberikan semangat tambahan bagi seluruh pemain Milan.


Baresi Disebut Selevel Beckenbauer dan Maldini

Franco Baresi pernah mencetak hat-trick kala hadapi Messina pada Coppa Italia 1989. Uniknya ketiga gol yang ia ciptakan berasal dari tendangan pinalti. Dirinya memang merupakan ahli algojo pinalti AC Milan. Terbukti, 21 dari 33 koleksi golnya berasal dari titik putih. (Foto: AFP/Patrick Hertzog)

Savicevic menilai Baresi layak disejajarkan dengan Franz Beckenbauer sebagai salah satu bek terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Bahkan, ia menyebut Baresi bersama Paolo Maldini merupakan dua bek terbaik yang pernah dimiliki dunia.

"Baresi seperti Beckenbauer. Dia dan Paolo Maldini adalah yang terbaik di dunia. Franco memenangkan begitu banyak trofi dan sebenarnya masih bisa meraih lebih banyak lagi," katanya.

Pujian tersebut makin menegaskan besarnya pengaruh Baresi dalam sejarah AC Milan maupun sepak bola dunia.


"Bagaimana Mungkin Baresi Tidak Menang Ballon d'Or?"

Franco Baresi, legenda sekaligus mantan kapten AC Milan, menghadiri undian Liga Champions UEFA 2022/2023 di Istanbul, 25 Agustus 2022. Baresi, yang membawa Rossoneri meraih tiga gelar Liga Champions dan enam Scudetto, meninggal dunia pada usia 66 tahun pada 31 Juli 2026. (OZAN KOSE / AFP)

Hal yang paling membuat Savicevic kecewa adalah fakta bahwa Baresi tidak pernah meraih Ballon d'Or. Ia bahkan secara bercanda menyalahkan para jurnalis yang memiliki hak suara dalam penghargaan tersebut.

"Bagaimana mungkin mereka tidak memberikan Ballon d'Or kepada Baresi? Itu salah kalian," kata Savicevic sambil merujuk kepada para jurnalis.

Ia menambahkan bahwa selama itu justru para pemain Belanda AC Milan yang lebih sering mendapatkan pengakuan.

"Dengan segala hormat kepada Frank Rijkaard, kita berbicara tentang gelandang yang bagus. Tetapi Baresi adalah sesuatu yang berbeda. Dia fenomena. Jangan bicara kepada saya soal Ballon d'Or karena itu membuat saya kesal," tegasnya.

Sepanjang sejarah, hanya tiga bek yang pernah memenangkan Ballon d'Or, yakni Franz Beckenbauer, Matthias Sammer, dan Fabio Cannavaro.


Sosok Pemimpin yang Selalu Mendukung Rekan Setim

Legenda AC Milan, Franco Baresi (Foto: Instagram Franco Baresi)

Di luar kualitasnya di lapangan, Savicevic juga mengenang Baresi sebagai pemimpin yang selalu hadir untuk membantu rekan-rekannya.

Ia menceritakan pengalaman saat sempat mengalami masa sulit setelah bergabung dengan AC Milan. Ketika itu, Savicevic merasa rindu kampung halaman dan mempertimbangkan untuk meninggalkan klub.

Namun, Baresi menjadi sosok yang memberinya dukungan moral agar tetap bertahan.

"Dia memeluk saya dan berkata, 'Bersabarlah. Di sini banyak pemain hebat. Kamu berada di Milan, tempat terbaik untuk bermain. Jangan marah dan jangan menyerah'," kenang Savicevic.

Menurutnya, sikap tenang, rendah hati, dan kepemimpinan alami itulah yang membuat Franco Baresi bukan hanya dikenang sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa, tetapi juga sebagai sosok yang dicintai oleh seluruh rekan setimnya.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait