Bola.com, Jakarta - UEFA dikabarkan telah menyiapkan rencana untuk meluncurkan turnamen internasional baru bergaya Piala Dunia. Turnamen tersebut disiapkan menjadi pesaing kompetisi FIFA apabila Gianni Infantino tetap bertahan sebagai Presiden FIFA di tengah tekanan yang terus meningkat terhadap kepemimpinannya.
Tekanan terhadap Infantino menguat setelah Wales, Inggris, dan Serbia menjadi tiga negara pertama yang menarik dukungan mereka. Presiden FIFA itu juga terus mendapat sorotan sejak mengumumkan rencana menjual kepemilikan (stakes) dalam turnamen Piala Dunia.
Rencana tersebut kembali mencuat di tengah meningkatnya tekanan terhadap Infantino dan muncul ketika UEFA disebut tidak ingin mengambil risiko jika situasi di tubuh FIFA tidak berubah.
Menurut laporan Sky Sports, Selasa (4/8/2026), Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengajukan konsep Global Nations League. Rencana itu pertama kali disusun pada 2017, setahun setelah Gianni Infantino meninggalkan jabatan Sekretaris Jenderal UEFA untuk menjadi Presiden FIFA, tetapi tidak pernah direalisasikan.
Format Global Nations League
Global Nations League dirancang digelar pada tahun-tahun ganjil ketika tidak ada Piala Dunia maupun Piala Eropa (Euro) putra. Turnamen tersebut diawali dengan babak kualifikasi regional sebelum memasuki putaran final yang diikuti delapan tim.
Dalam proposal itu, akan ada tujuh turnamen final yang masing-masing diikuti delapan tim dan dibagi ke dalam beberapa tingkatan berdasarkan peringkat.
Selain turnamen utama, juga direncanakan penyelenggaraan "mini Piala Dunia" di beberapa negara tuan rumah, dengan setiap kompetisi dimulai langsung dari babak perempat final.
Di Eropa, jalur kualifikasi akan menggunakan format UEFA Nations League yang diperkenalkan pada 2018. Putaran final divisi tertinggi akan diikuti tiga wakil Eropa, dua dari Amerika Selatan, serta masing-masing satu wakil dari Afrika, Asia, dan Amerika Utara. Sementara itu, Oseania hanya akan mendapat tempat di putaran final divisi keempat.
Namun, rencana tersebut tidak pernah direalisasikan setelah Infantino memilih melanjutkan proyek perluasan format Piala Dunia Antarklub FIFA.
Peluang Gianni Infantino Lengser
Masih menurut laporan yang sama, UEFA dan CONCACAF telah memiliki dukungan yang cukup untuk mengajukan mosi tidak percaya kepada Infantino. Namun, jumlah tersebut masih belum memenuhi syarat untuk mencopotnya dari jabatan sebelum pemilihan Presiden FIFA pada Maret mendatang.
Saat ini, oposisi terhadap Infantino disebut baru mewakili 43 persen anggota FIFA, masih di bawah mayoritas yang dibutuhkan untuk menggulingkannya.
Meski demikian, asosiasi sepak bola yang belum menyatakan sikap tidak diwajibkan mengikuti keputusan konfederasi masing-masing.
Apabila 16 negara memutuskan beralih mendukung kubu oposisi, posisi Infantino disebut akan berada dalam ancaman serius.
Penarikan dukungan oleh Wales, Inggris, dan Serbia disebut menjadi awal dari upaya yang bisa berlangsung selama beberapa pekan, bahkan berbulan-bulan, sebelum ada penyelesaian.
Sumber: GIVEMESPORT
Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan