UEFA dan CONCACAF Desak FIFA dan Gianni Infantino untuk Pembayaran Rp178 Miliar per Federasi Anggota

Dalam surat yang dikirim pada Jumat (18/9/2026) waktu setempat, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, dan Pemimpin CONCACAF, Victor Montagliani, menyampaikan FIFA diperkirakan memiliki cadangan kas mencapai USD6 miliar setelah sukses menggelar Piala Dunia 2026.

Bola.com, Jakarta - Persaingan politik di tubuh badan sepak bola dunia (FIFA) makin panas. Pemimpin konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) dan Amerika Utara (CONCACAF) telah meminta Gianni Infantino untuk membagikan dana tambahan sebesar USD10 juta, sekitar Rp178 miliar lebih, kepada seluruh 211 federasi anggota FIFA.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya upaya untuk melengserkan Gianni Infantino dari jabatannya sebagai Presiden FIFA.

Dalam surat yang dikirim pada Jumat (18/9/2026) waktu setempat, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, dan Pemimpin CONCACAF, Victor Montagliani, menyampaikan FIFA diperkirakan memiliki cadangan kas mencapai USD6 miliar setelah sukses menggelar Piala Dunia 2026.

Menurut mereka, dengan kondisi keuangan tersebut, FIFA sangat mampu melakukan "pencairan sekali saja" yang bernilai total USD2,1 miliar untuk seluruh federasi anggota.

Upaya ini menjadi tandingan langsung terhadap tawaran Infantino sebelumnya. Infantino sempat menjanjikan dana USD20 juta bagi setiap federasi yang mendukung proyek penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta, sebuah proyek yang kini gagal akibat penolakan global.

Melalui surat tersebut, Ceferin dan Montagliani ingin meyakinkan para anggota FIFA, mereka tetap akan menerima peningkatan dana meskipun Infantino tidak lagi menjabat.

Selain itu, program pendanaan FIFA yang sudah dijanjikan sebelumnya, sebesar USD20 juta per federasi hingga 2030, dipastikan akan terus berjalan penuh.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Rencana Penjualan Saham ke Investor Swasta yang Memicu Kericuhan

Ketegangan antara Infantino dan para petinggi sepak bola ini dipicu oleh rencananya untuk menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia kepada kelompok investor swasta yang dipimpin oleh Joshua Kushner.

Joshua merupakan adik dari Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump. Sebelum Piala Dunia di AS, Kanada, dan Meksiko digelar, Infantino membangun hubungan dekat dengan Trump dan kerap mengunjungi Gedung Putih.

Proyek senilai USD20 miliar yang dinamai FIFA Forward Enterprise (FFE) ini mendapat penolakan keras.

UEFA bahkan mengajukan permohonan ke pengadilan di Manhattan dan Florida untuk menuntut keterbukaan dokumen dari perusahan investasi Kushner dan FIFA.

Langkah hukum ini diambil untuk mengumpulkan bukti yang berpotensi melandasi laporan pidana terhadap Infantino di Swiss atas dugaan penyelewengan pengelolaan keuangan.

Peta Politik dan Bursa Calon Presiden FIFA

UEFA dan CONCACAF secara terbuka berupaya menggeser Infantino dari posisinya, baik sebelum maupun saat pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan pada Maret 2027.

FIFA telah menetapkan batas waktu 18 November 2026 bagi para kandidat untuk mendaftarkan diri sebelum pemungutan suara digelar empat bulan kemudian di Rabat, Maroko.

Meskipun kritik keras berdatangan dari UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Infantino masih mendapat dukungan dari konfederasi Amerika Selatan (CONMEBOL) serta Afrika (CAF).

Infantino bahkan sempat berkunjung ke Karibia bulan lalu untuk mengamankan dukungan dari anggota CONCACAF, meskipun Victor Montagliani telah memintanya untuk tidak datang.

Hingga saat ini, belum ada sosok yang secara resmi mengumumkan pencalonannya untuk menantang Infantino.

Namun, beberapa nama yang kerap berseliweran di bursa calon antara lain Victor Montagliani dari Kanada, dan Nasser al-Khelaifi, Presiden Paris Saint-Germain (PSG) yang juga anggota komite eksekutif UEFA dan pemerintah Qatar.

Langkah Selanjutnya Menuju Rapat Dewan FIFA

Sebelum rapat Dewan FIFA yang dipimpin oleh Infantino pada 15 Oktober di Zurich, Ceferin dan Montagliani mendesak agar dilakukan analisis keuangan secara penuh dan independen.

Analisis ini bertujuan untuk menentukan berapa banyak dana yang dapat dibagikan secara bertanggung jawab kepada federasi anggota.

Kedua pemimpin konfederasi itu juga mengonfirmasi mereka akan menggalang dukungan dari empat presiden konfederasi lainnya untuk menyetujui usulan pembayaran USD10 juta ini.

Pertemuan Dewan FIFA mendatang diperkirakan akan menjadi salah satu momen paling krusial dalam menentukan masa depan kepemimpinan sepak bola dunia.

Sumber: TSN

Video Populer

Foto Populer