Pratama Arhan Ungkap Penyebab Kekalahan Persija Kontra Persib di Semifinal Piala Presiden 2026

Bintang Persija Jakarta, Pratama Arhan, mengatakan semua pemain dalam dalam proses untuk beradaptasi.

BolaCom | Alit BinawanDiterbitkan 04 Agustus 2026, 21:30 WIB
Persib Bandung melawan Persija Jakarta di babak semifinal Piala Presiden 2026. (Bola.com/Alit Binawan).

Bola.com, Jakarta - Persib Bandung sukses melaju ke final Piala Presiden 2026 setelah menumbangkan Persija Jakarta 2-1, Selasa (4/8/2026).  Dua gol kemenangan Persib dicetak oleh Uiliam Baros pada menit ke-22, serta Balsa Sekulic pada menit ke-29.

Gol semata wayang Macan Kemayoran dicetak oleh pemain pengganti, Kwon Changhoon, pada menit ke-86. Kekalahan ini, tampaknya tidak terlalu disesali oleh pelatih Persija, Shin Tae-yong.

Advertisement

Sementara itu, bintang Persija, Pratama Arhan, mengatakan semua pemain dalam dalam proses untuk beradaptasi. 

Arhan mengatakan semua pemain, termasuk legiun asing baru yang harus bisa mengerti apa strategi yang diinginkan oleh Shin Tae-yong.

"Tentu hasil ini bukan yang kami harapkan. Namun kami juga harus memahami bahwa tim ini masih dalam proses. Banyak pemain baru yang bergabung sehingga kami masih membutuhkan waktu untuk saling memahami karakter permainan masing-masing," ujar Arhan selepas laga. 

“Kami terus berusaha, tetapi memang belum semuanya berjalan sesuai keinginan. Kondisi tim juga belum seratus persen. Mudah-mudahan ke depannya kami bisa terus berkembang dan menunjukkan permainan yang lebih baik,” tambahnya.

 

 

 


Rivalitas Hanya 90 Menit di Lapangan

Pemain Persib Bandung, Balsa Sekulic (kanan), berusaha melepaskan diri dari kawalan gelandang Persija Jakarta, Stjepan Loncar (kiri), pada laga semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026). Balsa tampil agresif sepanjang pertandingan dan turut mencetak satu gol melalui titik penalti untuk membantu Maung Bandung menang 2-1 sekaligus memastikan langkah ke partai final. (Bola.com/Alit Binawan)

Sebagai pemain baru, Arhan akhirnya merasakan bagaimana rivalitas antara Persija dan Persib Bandung meskipun tidak merasakan sepenuhnya karena pertandingan berlangsung tanpa penonton di Stadion Dipta.

Mantan pemain Bangkok United tersebut menilai rivalitas hanya di lapangan. Ia berharap di luar lapangan rivalitas tersebut terjadi dengan positif dan kondusif.

"Setiap pertandingan tentu memiliki tantangannya sendiri. Namun sebagai pemain kami tetap fokus menjalankan tugas di lapangan,” tegasnya.

"Saya berharap rivalitas ini cukup terjadi selama 90 menit di lapangan. Di luar lapangan kami semua berteman, saling menyapa, dan saling menghormati. Kami adalah sesama pemain profesional. Semoga ke depannya rivalitas Persija dan Persib tetap berlangsung sehat di dalam pertandingan, sementara di luar lapangan kami tetap bersahabat,” tutupnya.

 


Komentar Shin Tae-yong

Pelatih Persija Shin Tae-yong saat berbincang dengan jajaran pelatih usai dikalahkan Persib Bandung di semifinal Piala presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Selasa (4/8/026). (Bola.com/Alit Binawan)

Di sisi lain, Shin Tae-yong mengungkapkan kekalahan kali ini salah satunya karena para pemain Persija masih dalam kondisi fisik 30 persen. Itu sebabnya skema permainan di lapangan tidak berjalan dengan maksimal di lapangan.

"Pastinya skor yang tidak diinginkan oleh Coach Shin dan tidak puas. Para pemain kita memang kondisinya tidak 100 persen .Hanya 30 sampai 40 persen dan kami hanya memiliki tiga sampai empat pemain yang dalam kondisi terbaik,” ujar Shin Tae-yong selepas laga.  

Meski tersingkir di babak semifinal, Shin Tae-yong menegaskan bahwa ajang pra-musim ini menjadi bahan evaluasi berharga sebelum tampil di kompetisi resmi Liga 1 mendatang.

"Pada 4 September, setelah Liga mulai, kami akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa menunjukkan yang terbaik dan tim ini segera berkembang," pungkasnya.

 

Berita Terkait