Paul Scholes Sebut Juan Sebastian Veron sebagai Rekan Setim Paling Bertalenta, Ini Alasannya

Legenda Manchester United, Paul Scholes, menyebut Juan Sebastian Veron sebagai pemain paling bertalenta yang pernah menjadi rekan setimnya.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 05 Agustus 2026, 13:30 WIB
4. Juan Sebastian Veron - Gelandang Argentina ini mengawali karier di Premier League bersama Manchester United pada 2001. Selama dua musim bersama Manchester United, Veron berhasil membawa skuat The Red Devil meraih gelar juara Premier League. (AFP/Paul Barker)

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Paul Scholes, menyebut Juan Sebastian Veron sebagai pemain paling bertalenta yang pernah menjadi rekan setimnya. Ia yakin dengan opnininya tersebut meskipun gelandang asal Argentina itu kerap dianggap sebagai satu di antara rekrutan yang gagal memenuhi ekspektasi di Premier League.

Selama 20 tahun membela tim utama Manchester United, Scholes bermain bersama banyak bintang dunia. Sir Alex Ferguson bahkan pernah memasukkan Scholes ke dalam daftar empat pemain berkelas dunia yang pernah ia latih, bersama Eric Cantona, Ryan Giggs, dan Cristiano Ronaldo.

Advertisement

Namun, bagi Scholes, tidak satu pun dari nama-nama besar tersebut yang mampu menandingi bakat alami yang dimiliki Veron.

Berbicara dalam podcast The Good, The Bad & The Football, Scholes tanpa ragu memilih Veron sebagai pemain paling bertalenta yang pernah bermain bersamanya.

"Veron. Kalau bicara soal bakat alami, kemampuannya luar biasa," kata Scholes, seperti dikutip Give Me Sport, Rabu (5/8/2026). 

 


Sempat Bikin Nicky Butt Ketar-Ketir

CEO dan co-owner Salford City Nicky Butt (kanan) dan co-owner Paul Scholes bereaksi menjelang pertandingan putaran ketiga Piala FA Inggris antara Manchester City dan Salford City di Stadion Etihad di Manchester, Inggris barat laut, pada 11 Januari 2025. (Darren Staples/AFP)

Mantan gelandang Manchester United, Nicky Butt, mengaku sempat khawatir kehilangan tempat di tim setelah Veron direkrut dari Lazio. 

Menurutnya, penampilan awal Veron bersama Setan Merah membuatnya merasa sulit bersaing memperebutkan posisi di lini tengah.

"Saya ingat ketika kami merekrut Veron. Saat itu saya biasanya menjadi pilihan ketiga di Manchester United. Scholes dan Keane adalah dua pilihan utama. Saya sedang liburan ketika membaca koran dengan judul 'Veron'. Saya langsung berpikir, 'Saya tidak akan pernah bermain lagi untuk Manchester United'," ujar Butt.

 


Sulit Bersinar di Premier League

6. Juan Sebastian Veron - Pemain asal Argentina ini diboyong Sir Alex Ferguson dari klub Serie A, Lazio. Harga Veron kala itu mencapai 38,34 juta pounds atau sekitar Rp727 miliar. (Laurence Griffiths/Getty Images/AFP)

Veron bergabung dengan Manchester United pada musim panas 2001 dengan nilai transfer 28,1 juta poundsterling, yang saat itu menjadikannya pemain termahal dalam sejarah sepak bola Inggris. Ia mengawali karier dengan baik dan bahkan meraih penghargaan Pemain Terbaik Premier League pada September 2001.

Meski sempat menampilkan sejumlah aksi impresif, termasuk lewat tendangan bebas, Veron kesulitan beradaptasi dengan intensitas Premier League. Manchester United akhirnya melepasnya ke Chelsea pada musim panas 2003 dengan nilai transfer 15 juta pound sterling.

Scholes menilai Veron tetap menjadi pemain dengan bakat alami terbaik yang pernah menjadi rekan setimnya.

"Menurut saya, dia mungkin pemain dengan bakat alami terbaik yang pernah bermain bersama saya," tambah Scholes.

Sir Alex Ferguson mengakui kualitas Veron, meski menilai gaya bermain sang gelandang lebih cocok untuk kompetisi Eropa lain dibanding Premier League.

"Juan Veron mampu memainkan sepak bola yang luar biasa dan memiliki talenta besar. Namun, pada beberapa kesempatan, dia merasa Premier League sedikit sulit baginya. Dia adalah pemain bergaya Eropa, dan di kompetisi itulah kami mendapatkan penampilan terbaik darinya," ujar Ferguson.

Sumber: Give Me Sport

Penulis: Fauzi Ananta Dharmawan

Berita Terkait