Bola.com, Jakarta - Mohamed Salah akhirnya mengakhiri spekulasi mengenai masa depannya. Setelah menutup perjalanan sembilan tahun yang penuh kesuksesan bersama Liverpool dan membawa Timnas Mesir tampil impresif di Piala Dunia 2026, bintang berusia 34 tahun itu resmi melanjutkan karier bersama klub Turki, Trabzonspor.
Keputusan tersebut cukup mengejutkan. Banyak pihak sebelumnya memprediksi Salah akan menerima tawaran menggiurkan dari Liga Arab Saudi atau melanjutkan karier di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat.
Salah juga memilih Trabzonspor dibandingkan tiga klub raksasa Istanbul, yakni Galatasaray, Fenerbahce, dan Besiktas. Padahal, Besiktas dikabarkan sempat melakukan pendekatan untuk merekrut mantan penyerang Liverpool tersebut.
Lantas, apa alasan Salah menjatuhkan pilihan kepada Trabzonspor?
Tawarkan Kontrak Besar
Kehadiran Mohamed Salah menjadi transfer terbesar Trabzonspor dalam beberapa tahun terakhir. Selain meningkatkan kualitas tim di lapangan, perekrutan sang megabintang diyakini akan mendongkrak pemasukan klub lewat penjualan jersey, sponsor, hingga kerja sama komersial lainnya.
Seperti dilansir Sport Illustrated, Kamis (6/8/2026), Trabzonspor, yang finis di posisi ketiga Liga Turki musim lalu, juga menawarkan kontrak berdurasi dua tahun dengan nilai yang sangat besar.
Sebelumnya, Salah menerima gaji sekitar 539 ribu dolar AS (Rp9,63 miliar) per pekan saat masih membela Liverpool. Di Trabzonspor, ia dikabarkan akan memperoleh sekitar 19,6 juta dolar AS per tahun, atau setara 377 ribu dolar AS (Rp6,02 miliar) per pekan, belum termasuk bonus tanda tangan karena klub tidak perlu membayar biaya transfer.
Namun, faktor finansial diyakini bukan satu-satunya alasan di balik keputusan Salah.
Kesempatan Tampil di Kompetisi Eropa
Dengan bergabung ke Trabzonspor, ia masih memiliki kesempatan tampil di kompetisi antarklub Eropa. Juara Liga Turki tujuh kali itu telah mengamankan tiket menuju Liga Europa musim depan, meski masih harus melewati babak play-off untuk lolos ke fase liga.
Jika gagal, Trabzonspor tetap akan tampil di UEFA Conference League.
Kesempatan untuk terus bersaing di level Eropa menjadi nilai lebih yang tidak bisa ditawarkan oleh MLS maupun Liga Arab Saudi.
MLS Kehilangan Kesempatan Emas
Sebelumnya, Salah sempat santer dikaitkan dengan kepindahan ke Major League Soccer.
Sporting Kansas City disebut sebagai klub terdepan yang ingin memboyongnya dan bahkan telah menyiapkan kontrak dua tahun bernilai fantastis.
Banyak yang memperkirakan Salah akan mengikuti jejak sejumlah bintang dunia yang memilih berkarier di Amerika Serikat, seperti Lionel Messi, Luis Suarez, Casemiro, Antoine Griezmann, hingga Robert Lewandowski.
Namun, ambisi Salah untuk terus berburu trofi di kompetisi Eropa tampaknya menjadi faktor penentu. Kesempatan tersebut jelas tidak bisa diperoleh jika ia memilih bermain di MLS.
Bagi kompetisi Amerika Serikat, kegagalan merekrut Salah menjadi kerugian besar. MLS selama ini terus berupaya meningkatkan daya tarik global dengan mendatangkan pemain-pemain kelas dunia. Kehadiran Salah tentu akan menjadi tambahan yang sangat berharga dalam memperkuat pamor liga di mata pencinta sepak bola dunia.
Sumber: Sport Illustrated