Resmi! Diego Forlan Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Uruguay: Misi Berat Menunggu Sang Legenda

Legenda sepak bola Uruguay, Diego Forlan, resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Uruguay.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 06 Agustus 2026, 22:25 WIB
Legenda sepak bola Uruguay, Diego Forlan, berpose di karpet merah menjelang acara Undian Resmi Piala Dunia 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington, DC, Amerika Serikat, 5 Desember 2025. (Kevin Dietsch/Getty Images/AFP)

Bola.com, Jakarta - Legenda sepak bola Uruguay, Diego Forlan, resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Uruguay.  Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Federasi Sepak Bola Uruguay (AUF) pada Kamis (6/8/2026).

Forlan menggantikan Marcelo Bielsa yang memutuskan mundur setelah Uruguay tersingkir di fase grup. Sang legenda punya tugas berat yang menantinya. 

Advertisement

Dalam pernyataan singkatnya, AUF menyebut Forlan akan menangani Timnas U-20 Uruguay sekaligus tim senior.

"Diego Forlan pulang untuk menangani Timnas U-20 dan Timnas Senior Uruguay," tulis AUF, seperti dilansir France24

Kesepakatan antara AUF dan Forlan tercapai setelah melalui negosiasi selama beberapa pekan.

Mantan penyerang berusia 47 tahun itu akan memulai tugasnya sebagai pelatih interim. Namun, kontraknya juga membuka peluang untuk diperpanjang apabila mampu menunjukkan hasil yang memuaskan.

Forlan dijadwalkan memimpin Uruguay dalam serangkaian laga uji coba internasional pada September, Oktober, dan Maret 2027.

 


Minim Pengalaman Melatih

Atletico Madrid merekrut Diego Forlan 30 Juni 2007 dari Villarreal dengan nilai transfer 21 juta euro. Ia didatangkan untuk menggantikan Fernando Torres yang hijrah ke Liverpool. Selama 4 musim, ia tampil 198 laga di semua ajang dengan torehan 96 gol dan 31 assist. (AP/Arturo Rodriguez)

Penunjukan Forlan tak lepas dari keterpurukan Uruguay dalam dua edisi Piala Dunia terakhir.

Juara dunia dua kali itu kembali gagal lolos dari fase grup pada Piala Dunia 2026. Hasil imbang melawan Arab Saudi dan Tanjung Verde membuat Uruguay berada di ujung tanduk sebelum dipastikan tersingkir setelah kalah dari Spanyol, yang kemudian keluar sebagai juara dunia.

Marcelo Bielsa menjadi sasaran kritik tajam atas sejumlah keputusan taktisnya, termasuk memanggil kembali Fernando Muslera dari pensiun internasional. Kiper veteran itu kemudian melakukan beberapa kesalahan yang dinilai merugikan tim.

Meski memiliki reputasi besar sebagai pemain, pengalaman Forlan di dunia kepelatihan masih sangat terbatas.

Debutnya sebagai pelatih terjadi pada 2020 saat menangani klub lamanya, Penarol. Namun, ia hanya bertahan selama 11 pertandingan sebelum diberhentikan akibat hasil yang kurang memuaskan.

Setahun kemudian, Forlan sempat melatih Atenas di Divisi Segunda Uruguay. Masa baktinya di klub tersebut juga singkat, hanya berlangsung selama 12 pertandingan.

 


Legenda Besar Uruguay

Selebrasi striker Villarreal, Diego Forlan setelah menjebol gawang Valencia pada laga Liga Spanyol 2005/2006 di Mestalla Stadium, Valencia (22/3/2006). Setelah membela Manchester United selama 2,5 musim, striker Uruguay Diego Forlan hijrah ke Villarreal pada awal musim 2004/2005. Ia langsung tampil moncer di musim pertamanya dan menjadi top skor Liga Spanyol bareng Samuel Eto'o (Barcelona) dengan mencetak total 25 gol dan 1 assist dari 38 laga. (AFP/Jose Jordan)

Terlepas dari minimnya pengalaman sebagai pelatih, Forlan tetap menjadi salah satu sosok paling dihormati dalam sejarah sepak bola Uruguay.

Ia mencatatkan 36 gol dari 112 penampilan bersama Timnas Uruguay. Lima di antaranya dicetak saat membawa La Celeste melaju hingga semifinal Piala Dunia 2010, turnamen yang membuatnya meraih penghargaan Golden Ball sebagai pemain terbaik.

Bersama Luis Suarez, Forlan juga menjadi bagian penting dari skuad Uruguay yang menjuarai Copa America 2011.

Di level klub, Forlan menikmati masa-masa terbaiknya bersama Villarreal dan Atletico Madrid. Ia bahkan sukses meraih penghargaan Sepatu Emas Eropa saat membela kedua klub tersebut.

Sementara itu, kariernya di Manchester United pada periode 2001-2004 memang tidak berjalan mulus, meski sempat merasakan gelar Premier League musim 2002/2003.

Kini, Forlan menghadapi tantangan terbesar dalam karier kepelatihannya: mengembalikan Uruguay menjadi kekuatan yang kembali disegani di panggung sepak bola dunia.

Sumber: France24

Berita Terkait