Bola.com, Yogyakarta - Penunjukan Guntur Cahyo Utomo sebagai asisten pelatih PSIM Yogyakarta bukan sekadar untuk melengkapi jajaran staf kepelatihan Jean-Paul van Gastel.
Di balik keputusan tersebut, manajemen berharap sosok berpengalaman dalam pengembangan pemain usia muda itu bisa jadi penghubung antara sistem pembinaan akademi dengan kebutuhan tim senior.
Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, mengatakan perekrutan Guntur Cahyo merupakan bagian dari visi besar klub dalam membangun regenerasi pemain secara berkelanjutan.
"Coach Guntur sebelumnya merupakan head coach PSS Sleman Development. Kami memilih beliau karena PSIM memang punya visi menghadirkan jembatan dari youth development ke tim utama," ujar Liana.
Bangun Jalur Talenta Menuju Tim Senior
Menurut Liana, PSIM ingin menjadi klub yang tak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu melahirkan pesepak bola berkualitas melalui sistem pembinaan berkelanjutan.
Ia berharap kehadiran Guntur dapat memberikan inspirasi bagi talenta muda untuk bergabung dengan PSIM. Dengan begitu, mereka memiliki gambaran jelas bahwa ada peluang nyata menembus skuad utama Laskar Mataram.
"PSIM harus menjadi wadah yang membuat pemain-pemain muda memiliki inspirasi untuk bergabung. Karena itu kami merekrut orang-orang yang memang kompeten di bidangnya agar visi tersebut bisa diwujudkan," katanya.
Komitmen tersebut menunjukkan Laskar Mataram mulai membangun ekosistem pembinaan yang terintegrasi, sehingga proses regenerasi pemain dapat berjalan lebih optimal dalam beberapa tahun ke depan.
Pengalaman Panjang di Pembinaan Usia Muda
Guntur Cahyo dinilai sebagai sosok yang tepat untuk menjalankan peran tersebut. Pelatih kelahiran 19 September 1980 itu punya pengalaman panjang dalam pengembangan pemain muda dan akademi sepak bola.
Pemegang lisensi AFC A itu dibekali latar belakang akademik sebagai Magister Psikologi Olahraga. Perpaduan ilmu kepelatihan dan psikologi olahraga diharapkan mendukung perkembangan pemain, baik dari sisi teknis maupun mental.
Sebelum join PSIM, Guntur pernah jadi asisten pelatih Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri. Ia juga dipercaya menjabat Direktur Akademi dan Kepala Development Center PSS Sleman sejak April 2019, serta menjadi bagian dari staf kepelatihan tim senior PSS.
Pengalaman itu diharapkan tak hanya membantu Jean-Paul van Gastel mempersiapkan PSIM menuju BRI Super League 2026/2027, tetapi juga memperkuat jalur pembinaan yang mampu mengantar lebih banyak pemain muda menembus tim utama.