Ruben Amorim Sebut Kedatangan AC Milan ke Jakarta sebagai Balasan atas Dukungan Fans Indonesia

Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, mengakui timnya masih belum mencapai performa terbaik menjelang menghadapi Chelsea pada laga Indonesia Super Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 07 Agustus 2026, 16:00 WIB
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, dan pemainnya, Koni De Winter, dalam sesi konferensi pers di Stadion GBK, Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Bola.com/Magang/Fauzi)

Bola.com, Jakarta - Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, mengakui timnya masih belum mencapai performa terbaik menjelang menghadapi Chelsea pada laga Indonesia Super Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Meski demikian, ia menilai Rossoneri terus menunjukkan perkembangan selama menjalani pramusim.

Amorim menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (7/8/2026). Menurutnya, pertandingan melawan Chelsea akan menjadi ujian penting untuk mengukur perkembangan tim yang tengah beradaptasi dengan gaya bermain baru.

Advertisement

Bek anyar AC Milan, Koni De Winter, yang turut mendampingi Amorim dalam konferensi pers, juga menyatakan siap membantu tim semaksimal mungkin. Sementara itu, Amorim berharap laga di Jakarta menjadi kesempatan membalas dukungan besar dari Milan Club Indonesia.

Selain memburu hasil positif, pertandingan kontra Chelsea akan dimanfaatkan Milan untuk menguji kesiapan fisik, taktik, dan sejumlah pemain sebelum mengawali musim 2026/2027.


AC Milan Masih Berproses

Pelatih AC Milan, Ruben Amorim dalam sesi konferensi pers jelang laga pramusim melawan Chelsea di ruang konferensi pers Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Bola.com/Hery Kurniawan).

Amorim menilai perkembangan timnya sudah terlihat dibandingkan laga pramusim sebelumnya. Namun, ia mengingatkan perubahan gaya bermain membutuhkan waktu sehingga Milan belum bisa langsung tampil dalam performa terbaik.

"Saya melihat tim ini berkembang dibandingkan pertandingan sebelumnya melawan Celtic. Kami masih mengalami kesulitan secara fisik karena sedang mencoba cara bermain yang berbeda. Dengan hanya dua pertandingan, tentu tidak mungkin semuanya langsung sempurna," ujar Amorim.

Pelatih asal Portugal itu optimistis Milan akan tampil lebih baik saat kompetisi resmi dimulai, meski proses menuju performa ideal masih terus berjalan.

"Pada pertandingan pertama musim nanti kami akan menjadi tim yang berbeda. Kami akan bermain dengan gaya tertentu, tetapi tentu saja masih jauh dari sempurna. Yang terpenting sekarang adalah memenangkan pertandingan sambil terus mengembangkan cara bermain kami," katanya.

Amorim juga menegaskan AC Milan tidak akan terpaku pada satu sistem permainan karena sepak bola modern menuntut fleksibilitas.

"Kami tidak memiliki sistem yang baku. Kami akan menggunakan berbagai cara bermain karena sepak bola modern bukan lagi soal sistem, melainkan bagaimana kami memainkan permainan kami," tutur Amorim.

 


Chelsea Jadi Tolak Ukur

Aksi Enzo Fernandez dalam laga Chelsea vs PSG di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (AP Photo/Kin Cheung)

Menurut Amorim, Chelsea merupakan lawan yang tepat untuk mengukur perkembangan AC Milan selama pramusim. Ia menilai tim-tim Inggris memiliki karakter permainan yang lebih mengandalkan kekuatan fisik dan intensitas tinggi sehingga bisa menjadi tolok ukur bagi Rossoneri sebelum musim baru dimulai.

Pelatih asal Portugal itu berharap anak asuhnya mampu menunjukkan peningkatan dalam penguasaan bola, duel satu lawan satu, serta efektivitas saat menghadapi situasi bola mati. Menurutnya, aspek-aspek tersebut menjadi fokus utama yang terus dibenahi sepanjang pramusim.

"Kami ingin berkembang dalam penguasaan bola, duel satu lawan satu, dan situasi bola mati. Tim-tim Inggris sangat kuat dalam aspek tersebut sehingga ini menjadi ujian yang bagus bagi kami," ujar Amorim.

Amorim juga memastikan akan memberikan kesempatan bermain kepada seluruh pemain, termasuk beberapa talenta muda, sebelum menentukan komposisi akhir skuad. Ia menjelaskan masih membutuhkan waktu untuk mengevaluasi seluruh pemain karena pekan depan sudah harus mulai mengambil keputusan terkait daftar pemain yang akan mengarungi musim 2026/2027.

Meski menghadapi lawan sekelas Chelsea, Amorim menegaskan fokus utamanya bukan sekadar mengejar hasil pertandingan. Ia lebih ingin melihat perkembangan permainan tim sekaligus memastikan para pemain semakin siap menghadapi kompetisi resmi.

"Yang saya inginkan dalam pertandingan ini bukan hanya fokus kepada lawan, tetapi melihat perkembangan tim saya dan mempersiapkan tim sebaik mungkin agar siap menghadapi kompetisi," ungkap Amorim.

 


Koni De Winter Siap Menjawab Kepercayaan

Di sisi lain, Koni De Winter menegaskan target utamanya pada musim ini adalah membantu AC Milan semaksimal mungkin. Bek asal Belgia itu mengaku ingin terus beradaptasi dengan arahan Ruben Amorim dan memberikan kontribusi terbaik setiap kali dipercaya tampil.

"Bagi saya, yang paling penting adalah membantu tim dengan cara apa pun yang saya bisa. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik dan mengikuti instruksi pelatih. Itu adalah target pribadi saya musim ini," ujar De Winter.

Sementara itu, Amorim juga menyampaikan apresiasi kepada Milan Club Indonesia yang disebutnya sebagai salah satu komunitas pendukung Rossoneri terbesar di dunia. Menurutnya, antusiasme para pendukung di Indonesia selalu terasa setiap kali AC Milan bertanding.

Karena itu, pelatih asal Portugal tersebut berharap anak asuhnya mampu menyuguhkan penampilan terbaik saat menghadapi Chelsea di Jakarta sebagai bentuk balasan atas dukungan yang selama ini diberikan para suporter.

"Saya tahu bahwa klub penggemar Milan di sini (Indonesia) adalah salah satu yang terbesar di dunia. Jadi, kami ingin membalas semua dukungan yang mereka berikan kepada kami," kata Amorim. 

Penulis: Fauzi Ananta

 

Berita Terkait