Imbangi Timnas Indonesia dan Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026, Gavin Lee: Banyak yang Meragukan Singapura

Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, bongkar kunci tim asuhannya menyingkirkan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 08 Agustus 2026, 06:15 WIB
Gavin Lee, pelatih Timnas Singapura. (Dok. fas.org.sg)

Bola.com, Jakarta - Timnas Singapura memastikan langkah ke semifinal Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Timnas Indonesia pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Jumat (7-8-2026).

Hasil tersebut sekaligus memperpanjang tren positif The Lions yang kembali mampu bangkit setelah lebih dulu tertinggal.

Advertisement

Untuk pertama kalinya di Piala AFF, Singapura harus mengejar keunggulan lawan. Namun, seperti yang mereka tunjukkan saat menghadapi India dan Hong Kong pada Kualifikasi Piala Asia 2027, tim asuhan Gavin Lee itu kembali mampu membalikkan keadaan dengan meraih hasil yang dibutuhkan.

Singapura sempat berada dalam situasi sulit pada menit ke-58 ketika Song Ui-young, yang sudah mengantongi satu kartu kuning, terlibat insiden tanpa bola dengan Ivar Jenner.

Wasit asal Oman, Abdullah Salim Khalfan Al Amouri, awalnya memberikan kartu kuning kepada kedua pemain. Keputusan itu membuat Song menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan.

Namun, setelah melakukan peninjauan VAR selama sekitar enam menit, wasit membatalkan kartu kuning kedua untuk Song. Sebaliknya, kartu kuning diberikan kepada Ivar Jenner sehingga Singapura tetap bermain dengan 11 pemain.

Momentum tersebut dimanfaatkan Singapura untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-66.

Tendangan sudut Song gagal disapu bersih lini belakang Indonesia. Bola kemudian diteruskan Shah Shahiran ke depan gawang dan tidak mampu diantisipasi Cahya Supriadi, sebelum akhirnya diselesaikan Ilhan Fandi menjadi gol.

Gol tersebut menjadi gol ketiga Ilhan sepanjang Piala AFF 2026.


Bangga

Duel Timnas Singapura versus Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026, Jumat (7-8-22026). Laga di Stadion Jalan Besar, Singapura, ini berakhir dengan skor 1-1. (Dok. aseanutdfc.com)

Didukung penuh suporter tuan rumah, Singapura mampu mempertahankan hasil imbang hingga pertandingan berakhir.

Seusai laga, para pemain turut bernyanyi bersama pendukung membawakan lagu kebangsaan "Majulah Singapura" dan lagu "Home" yang dipopulerkan Kit Chan.

Pelatih Timnas Singapura, Gavin Lee, memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang mampu berjuang hingga akhir pertandingan.

"Saya sangat bangga kepada para pemain dan staf. Perjalanan kami tidak mudah karena tidak banyak yang memberi kami peluang untuk lolos dari grup ini. Namun, kami benar-benar ingin memberikan kenangan indah lagi untuk para suporter," ujar Lee.

"Sebagai pelatih, rasanya menyenangkan melihat tim terus berjuang dan mendapatkan hasil yang dibutuhkan. Mereka fokus pada apa yang bisa mereka kendalikan, mengabaikan keputusan wasit, kesalahan, maupun momen-momen besar dalam pertandingan, lalu terus melangkah," imbuhnya, dikutip dari The Straits Times.

Lee juga mengungkapkan, tim pelatih sempat mendiskusikan berbagai kemungkinan ketika keputusan wasit terhadap Song masih ditinjau melalui VAR.

"Kami harus tetap tenang agar bisa memberikan dukungan terbaik kepada tim. Para pemain, termasuk Hariss Harun, juga saling menenangkan sehingga situasi tetap terkendali," ungkapnya.


Perkembangan Positif

Ilhan Fandi (kiri), penyerang Timnas Singapura merayakan kemenangan atas Timnas Indonesia pada laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7-8-2026). (Dok. FAS Facebook)

Hasil tersebut melanjutkan perkembangan positif Singapura dalam dua tahun terakhir. Bersama Gavin Lee dan pendahulunya, Tsutomu Ogura, The Lions membangun semangat tim dan mentalitas yang membantu mereka lolos ke Piala Asia 2027.

Sejak Kualifikasi Piala Asia 2027 dimulai pada 2025, Singapura hanya dua kali kalah dalam 16 pertandingan, yakni saat menghadapi Thailand dengan skor 2-3 dan China 1-2.

Penampilan melawan Timnas Indonesia kembali memperlihatkan daya saing Singapura. Meski menghadapi tim peringkat ke-118 dunia yang memiliki lebih dari 10 pemain kelahiran luar negeri dalam skuadnya, The Lions mampu mengamankan hasil yang dibutuhkan.

Singapura juga tampil tanpa bek Safuwan Baharudin dan penyerang Ikhsan Fandi, yang tidak dilepas klub masing-masing karena pertandingan berlangsung di luar kalender resmi FIFA.

Keberhasilan melaju ke semifinal menjadi pencapaian istimewa bagi Singapura. Dalam tujuh edisi terakhir Piala AFF, mereka baru tiga kali berhasil lolos dari fase grup.

Kini, pada turnamen besar pertama Gavin Lee sebagai pelatih kepala, Singapura berpeluang mencatatkan pencapaian berikutnya, termasuk menembus final Piala AFF untuk pertama kalinya dalam 14 tahun.

Berita Terkait