Piala AFF 2026 Tak Cuma Adu Kekuatan Timnas, tapi Juga Etalase Kualitas Liga Domestik

Pengamat berpendapat, Piala AFF 2026 tak hanya adu kekuatan timnas, tetapi juga cermin kualitas liga domestik.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 09 Agustus 2026, 11:30 WIB
Duel Timnas Singapura versus Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7-8-2026). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Dok. aseanutdfc.com)

Bola.com, Jakarta - Pengamat sepak bola nasional, Gusnul Yakin, punya pandangan menarik terkait hajatan Piala AFF 2026.

Ia menilai, turnamen iitu bukan hanya pamer kekuatan Timnas negara-negara regional Asia Tenggara, tetapi juga representasi kualitas liga domestik di wilayah masing-masing.

Advertisement

Dalam pandangannya, kegagalan Timnas Indonesia di fase grup bukti Super League masih di bawah empat semifinalis, yakni Vietnam, Singapura, Thailand, dan Malaysia.

"Hampir semua kontestan Piala AFF 2026 diperkuat pemain yang berkiprah di liga negara mereka. Jika ada negara yang bisa memakai pemain abroad, mereka bermain di liga ASEAN. Pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Eropa juga tak dilepas. Makanya, John Herdman hanya bisa mengandalkan pemain dari Super League," kata Gusnul Yakin.


Etalase Kompetisi

Duel Ratchaburi FC vs Persib Bandung pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions Asia (ACL) 2 2025/2026. (Dok Persib)

Lantaran faktor itulah, pengamat senior asal Malang, Jawa Timur, itu menyatakan Piala AFF 2026 edisi kali ini etalase kualitas kompetisi di kawasan ASEAN.

"Kalau Timnas Indonesia bisa mengalahkan Kamboja dan Timor Leste itu wajar karena liga mereka di bawah kita. Tapi, kita tak berkutik menghadapi Vietnam dan Singapura, yang grade liga mereka di atas Indonesia. Artinya, PSSI dan PT Liga harus meningkatkan lagi kualitas Super League," ulasnya.

Klub-klub Cong An Ha Noi FC (Vietnam), Johor Darul Ta'zim (Malaysia), Buriram United, Port FC, dan Ratchaburi FC (Thailand) sudah menembus kasta AFC Elite. Sementara wakil Indonesia dari Super League laiknya Persib Bandung dan Borneo FC, masih berlaga di kasta kedua ACL Two.

"Faktanya, musim lalu Persib kesulitan menghadapi klub dari Singapura, seperti Lion City Sailors City. Dewa United juga kerja keras melawan wakil Filipina, Manila Diggers. Ini belum termasuk PSM, Borneo FC, dan Madura United yang pernah tampil di level Asia menghadapi klub Asia Tenggara lainnya," lanjut Gusnul Yakin.


Kritik Kompetisi

Duel Timnas Singapura versus Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7-8-2026). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Dok. aseanutdfc.com)

Kepulangan beberapa pemain diaspora ke Indonesia dan bermain di klub-klub Super League belum mampu mengangkat prestasi ke level Asia.

"Pemain naturalisasi di klub Super League belum mendongkrak grade ke Asia. Itu juga terlihat ketika mereka bermain dengan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Padahal, mereka sangat bagus bersama klub di Super League. Lalu, apa yang salah dengan kompetisi kita?" tutur mantan pelatih Arema itu.

Timnas Indonesia gagal di Piala AFF 2026 (10 poin) dan Singapura (8).

Kedua tim lolos ke semifinal sebagai juara dan runner-up Grup A, sedangkan langkah Timnas Indonesia terhenti.

Berita Terkait