Bola.com, Jakarta - Thiago Almada resmi kembali ke River Plate dari Atlético Madrid. Kepindahan ini diumumkan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dengan kontrak berdurasi tiga setengah tahun di klub barunya.
Transfer gelandang serang tim nasional Argentina itu dilaporkan bernilai sekitar 20 juta Euro, setara 23 juta Dolar AS, menjadikannya rekrutan termahal dalam sejarah sepak bola Argentina dan mengakhiri periode "sulit" dan "memudar" di Spanyol.
River Plate mengakuisisi 50% hak transfer Almada dari Atlético Madrid dengan nilai 20 juta Euro, sementara klub Spanyol itu masih memiliki klausul pembelian kembali (buy-back clause) sebesar 40 juta Euro. Langkah ini menegaskan ambisi River untuk aktif sebagai pembeli signifikan di pasar yang lazim dikuasai klub Eropa.
Almada tiba setelah satu musim di La Liga, usai bergabung dengan Atlético pada musim panas 2025 senilai 21 juta Euro, menyusul masa pinjaman Januari–Juni 2025 di Lyon dari Botafogo. Meski menit mainnya terbatas, ia tetap menjadi bagian skuad Argentina untuk Piala Dunia musim panas 2026.
Rekor Transfer dan Rincian Kesepakatan
River Plate memecahkan rekor nasional dengan menebus Thiago Almada seharga 20 juta Euro untuk 50% hak ekonominya. Nilai itu secara resmi menempatkan Almada sebagai pemain termahal yang pernah dibeli klub Argentina.
Dalam kesepakatan ini, Atlético Madrid mempertahankan opsi masa depan melalui klausul pembelian kembali senilai 40 juta Euro. Struktur transaksi tersebut memperlihatkan model investasi yang memungkinkan kedua pihak menjaga nilai aset sang pemain.
Kontrak Almada berdurasi tiga setengah tahun, memberi River fondasi jangka menengah untuk membangun skuad. Dengan banderol setinggi itu dan ekspektasi publik, tekanan tampil konsisten langsung mengiringi hari-hari awalnya di Monumental.
Jejak Karier: Vélez, MLS, Botafogo, Lyon, hingga Atlético
Almada memulai karier profesional di Vélez Sarsfield dan cepat mencuri perhatian sebagai prospek terdepan di Argentina. Talentanya kemudian membawanya ke Amerika Serikat bersama Atlanta United pada 2022.
Di Major League Soccer, ia meraih penghargaan Pemain Pendatang Baru Terbaik MLS dan masuk daftar MLS All-Star. Kemampuannya menciptakan peluang, visi bermain, serta tendangan jarak jauh menempatkannya di radar klub-klub top Eropa.
Pada Juli 2024, ia merapat ke Botafogo sebelum dipinjamkan ke Lyon pada periode Januari hingga Juni 2025. Dari sana, Atlético Madrid merekrutnya pada musim panas 2025 dengan biaya 21 juta Euro.
Musim “Sulit” di Spanyol dan Persaingan Internal
Selama satu musim bersama Atlético, Almada menorehkan 40 penampilan di semua kompetisi dengan sumbangan empat gol dan dua assist. Mayoritas hadir sebagai pemain pengganti, sehingga peran reguler tak kunjung ia amankan.
Situasinya makin ketat setelah Ademola Lookman datang pada Januari 2026, membuat peluang bermain Almada semakin terbatas. Gaya bermain Diego Simeone yang pragmatis dan berorientasi pertahanan juga kerap menyempitkan ruang bagi gelandang kreatif.
Adaptasi terhadap tuntutan fisik-taktis La Liga serta persaingan lini tengah yang padat menjadi hambatan nyata. Meski menampilkan kilasan kualitas, konsistensi dan status utama yang diharapkan tidak terwujud, menjadikan fase Eropa itu terasa "sulit" dan "memudar" baginya.
Alasan Pulang dan Proyek River Plate
Keputusan Almada kembali ke Argentina didorong faktor keluarga dan keinginan pulang ke tanah air. River Plate disebut mengalahkan minat klub lain seperti Flamengo dalam perburuan tanda tangannya.
River Plate dilaporkan menawarkan salah satu kontrak terbesar dalam sejarah sepak bola Argentina, bahkan melebihi gaji Almada saat di Atlético Madrid. Dorongan dari rekan-rekan dekat seperti Ángel Correa, Nicolás Otamendi, Julián Álvarez, dan Enzo Fernández juga disebut krusial, dengan "pekerjaan senyap" dari dalam untuk membujuknya.
Selain nilai finansial, kembalinya Almada adalah tentang menemukan kembali kegembiraan bermain dan menjadi figur sentral dalam proyek River. Kehadirannya diharapkan memberi dimensi baru pada lini serang yang dikenal ofensif dan atraktif, sekaligus memperkuat skuad setelah awal musim yang kurang memuaskan.