Rencana Jose Mourinho: Federico Valverde Diproyeksikan Tetap di Lini Tengah Real Madrid, Bukan Bek Kanan!

Mourinho memproyeksikan Federico Valverde tetap di lini tengah Real Madrid 2026/2027, bukan bek kanan. Dumfries dan Alexander-Arnold mengisi sisi kanan.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 12 Agustus 2026, 18:31 WIB
Pelatih Real Madrid asal Portugal Jose Mourinho memberi isyarat saat memimpin sesi latihan di Stadion Alfredo di Stefano di Valdebebas, di pinggiran Madrid, pada 24 Juli 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Jose Mourinho sudah memetakan peran Federico Valverde untuk Real Madrid musim 2026/2027. Gelandang Uruguay itu tidak disiapkan sebagai bek kanan reguler meski dikenal serbabisa.

Valverde akan dimaksimalkan di lini tengah. Energi, fisik, jangkauan operan, dan kemampuan menjelajah lapangan menjadi alasan utama sang pelatih mempertahankan peran tersebut.

Advertisement

Langkah ini juga sejalan dengan ketersediaan bek kanan murni di skuad Madrid, sehingga fleksibilitas Valverde tetap menjadi opsi situasional tanpa mengorbankan pengaruhnya di pusat permainan.

Menurut Defensa Central, Valverde diperkirakan tetap bermain di lini tengah saat Real Madrid menghadapi Deportivo La Coruna pada Trofi Teresa Herrera. Partai pramusim tersebut menjadi kesempatan untuk mematangkan struktur yang diinginkan Mourinho.

Pemain berusia 28 tahun itu juga berpeluang kembali mengenakan ban kapten, dengan Eduardo Camavinga mendampinginya di sektor tengah. Kombinasi tersebut memberi keseimbangan fisik dan progresi bola.


Alasan Teknis dan Opsi Fleksibel

Selebrasi Federico Valverde dalam laga Real Madrid vs Elche di Liga Spanyol, Minggu (15/3/2026). (AP Photo/Manu Fernandez)

Kecepatan, kekuatan fisik, kemampuan membawa bola, dan jangkauan operan Valverde dinilai lebih bernilai dari area sentral. Dari sana, kontribusinya untuk sirkulasi bola dan transisi tim lebih maksimal.

Keputusan ini menunjukkan Mourinho ingin menempatkan Valverde di area yang memberikan pengaruh terbesar terhadap permainan tim. Lini tengah menjadi panggung ideal untuk memanfaatkan spektrum kualitasnya.

Meski demikian, fleksibilitas Valverde tetap menjadi aset. Ia bisa dimainkan lebih melebar ketika dibutuhkan, tetapi peran utamanya dipertahankan di lini tengah.


Persaingan Lini Tengah dan Solusi di Bek Kanan

Pemain Real Madrid, Federico Valverde, merayakan gol yang dicetak ke gawang Manchester City pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu (12/3/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Mengandalkan Valverde di lini tengah tidak serta-merta menjamin tempat otomatis di starting XI. Real Madrid memiliki kedalaman yang membuat kompetisi internal kian ketat.

Aurelien Tchouameni, Bernardo Silva, Jude Bellingham, Eduardo Camavinga, dan Arda Güler menjadi pesaing sekaligus opsi taktis bagi Mourinho. Pelatih asal Portugal itu akan menentukan kombinasi terbaik sesuai kebutuhan setiap pertandingan.

Untuk posisi bek kanan, Madrid sudah memiliki Denzel Dumfries dan Trent Alexander-Arnold. Kehadiran dua spesialis tersebut semakin mengurangi alasan untuk menjadikan Valverde sebagai bek kanan utama.

Skenario ini membuka jalan bagi Federico Valverde untuk menjadi salah satu motor lini tengah Madrid, sementara Mourinho tampaknya memilih mencari solusi lain di sektor pertahanan tanpa mengurangi peran penting gelandang Uruguay tersebut.

Sumber: Madrid Universal

Berita Terkait