Bola.com, Jakarta - Kompetisi sepak bola Indonesia musim 2026/27 segera bergulir. Jelang kick-off, sejumlah klub masih bersinggungan dengan Sanksi FIFA berupa FIFA Registration Bans.
Perkembangan hukuman tersebut dapat dipantau melalui laman FIFA Registration Bans. Sanksi ini melarang klub mendaftarkan pemain baru untuk kompetisi resmi selama periode yang ditentukan.
Pada bursa transfer awal musim 2026/27, beberapa klub Indonesia sempat tercatat dalam daftar. PSIS Semarang dan Semen Padang bahkan sempat mendapatkan lebih dari satu sanksi, namun persoalan itu telah dituntaskan manajemen sehingga keduanya kini terbebas dari embargo.
Persib Bandung Lepas dari Sanksi FIFA
Kasus yang paling menyita perhatian datang dari Persib Bandung, juara BRI Super League dalam tiga musim terakhir. Maung Bandung menerima sanksi pada 29 Mei 2026 dan menyelesaikannya pada 23 Juli.
Persib kembali tercatat dalam daftar FIFA Registration Bans pada 10 Agustus, hanya 21 hari sebelum kompetisi musim baru dimulai. Kondisi itu sempat membuat Bobotoh khawatir, namun larangan tersebut hanya bertahan satu hari setelah manajemen menyelesaikan kewajiban kepada mantan pelatih mereka, Robert Rene Alberts.
"PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) memastikan bahwa FIFA Registration Ban yang berkaitan dengan perkara lama terkait kewajiban kepada mantan pelatih Persib, Robert Rene Alberts, telah resmi dicabut secara permanen oleh FIFA," demikian pernyataan resmi klub.
Persib menambahkan bahwa pencabutan sanksi dilakukan setelah klub menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan keputusan yang menjadi dasar perkara tersebut. Dengan demikian, Persib telah terbebas dari embargo pendaftaran pemain jelang musim 2026/27.
Klub Lain Masih Terjerat Sanksi FIFA
Meski Persib telah terbebas, persoalan FIFA Registration Bans belum sepenuhnya hilang dari sepak bola Indonesia. Di kasta tertinggi, PSM Makassar menjadi salah satu klub yang masih menghadapi hukuman.
PSM Makassar tercatat memperoleh dua sanksi, masing-masing dengan durasi tiga periode embargo. Kondisi ini membatasi ruang gerak mereka dalam pendaftaran pemain baru di ajang resmi.
Di level Championship, PSBS Biak menjadi klub dengan jumlah sanksi terbanyak. Badai Pasifik, yang baru terdegradasi dari Super League, mencatat 13 sanksi FIFA Registration Bans.
Selain PSBS Biak, masih ada Sriwijaya FC, Kalteng Putra, dan Persiwa Wamena yang masing-masing tercatat memperoleh satu sanksi. Situasi ini menjadi perhatian tersendiri menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027 karena klub yang masih terkena embargo harus segera menuntaskan perkara dasarnya jika ingin leluasa mendaftarkan pemain baru di kompetisi resmi.