Bola.com, Jakarta - BRI Super League 2026/2027 bakal menghadirkan persaingan ketat. Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu berlangsung panjang dengan jadwal cukup padat.
Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai konsistensi menjadi faktor penting bagi tim yang ingin bersaing di jalur juara. Selain kualitas pemain, kedalaman skuad juga sangat menentukan.
"Super League bukan hanya ditentukan oleh kualitas pemain di atas kertas. Konsistensi selama satu musim, kedalaman skuad, kualitas pelatih, kemampuan menghadapi tekanan dan terutama bagaimana sebuah tim menjaga performa ketika menghadapi jadwal padat akan sangat menentukan," ujar Luciano kepada Bola.com, Rabu (19/8/2026).
BRI Super League 2026/2027 dimulai 4 September. Sebanyak 18 klub akan berlomba memperebutkan trofi juara sekaligus berupaya memutus dominasi Persib dalam tiga musim terakhir.
Tak Mudah Pertahankan Gelar
Luciano menyebut Persib tetap jadi salah satu kandidat kuat untuk kembali meraih gelar. Status sebagai juara bertahan membuat Maung Bandung berada satu langkah lebih depan ketimbang para pesaingnya.
"Persib saat ini berada satu langkah di depan karena statusnya sebagai juara bertahan. Tetapi menurut saya, musim depan persaingannya bisa sangat menarik dan Persib tidak akan mendapatkan gelar dengan mudah," katanya.
"Klub-klub Liga 1 saat ini sedang mempersiapkan diri dengan persiapan matang, mendatangkan pemain-pemain terbaik, menggelar pemusatan latihan, dan juga beruji coba. Setiap musim pastinya tim punya kekuatan berbeda dan menarik untuk ditunggu," imbuh dia.
Persaingan musim depan kian menantang dengan adanya agenda internasional. Super League akan mengalami jeda saat FIFA ASEAN Cup 2026, 23 September-3 Oktober 2026 dan Piala Asia 2027 pada Januari tahun depan.
Jadwal Padat Jadi Tantangan
Selain agenda tim nasional, peserta Super League juga akan menghadapi turnamen baru bernama League Cup. Fase grup ajang tersebut dimainkan 3-5 November, 24-26 November, dan 1-3 Desember 2026.
Setelah fase grup, League Cup 2026/2027 berlanjut ke babak 12 besar pada 15-17 Januari 2027. Sementara perempat final digulirkan pada 30-31 Januari 2027.
Padatnya agenda tersebut membuat klub harus memiliki kedalaman skuad mumpuni. Kemampuan melakukan rotasi pemain secara tepat bakal berpengaruh terhadap kestabilan performa tim sampai akhir musim.