Bola.com, Jakarta - Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, akhirnya merasakan menjadi kiper cadangan saat Ajax Amsterdam berlaga di UEFA Europa Conference League.
Ini adalah kali pertama Paes merasakannya di musim 2026/2027.
Ajax bertandang ke markas klub Swiss, FC Sion, dalam laga play-off Europa Conference League 2026/2027. Ajax menang 4-2 pada pertandingan yang digelar di Stade Tourbillon, Sion, Swiss, Jumat (21-8-2026) dini hari WIB itu.
Pelatih Ajax Amsterdam, Michel Sanchez, lebih percaya pada Marc-Andre Ter Stegen. Kiper asal Jerman itu menjadi starter saat mereka bertandang ke markas FC Sion.
Padahal, pada empat laga sebelumnya di babak kualifikasi Europa Conference League 2026/2027, Maarten Paes selalu menjadi starter. Paes bermain dua kali saat melawan Vojvodina, dan dua kali pula saat melawan Shelbourne.
Tetap Kebobolan
Keputusan Michel Sanchez memasang Marc-Andre Ter Stegen saat menghadapi FC Sion di babak play-off Europa Conference League 2026/2027 cukup menimbulkan pertanyaan.
Apalagi, pada laga itu gawang Ajax Amsterdam tetap kebobolan dua kali.
Namun, sejak awal Michel Sanchez memang tampak lebih percaya kepada Marc-Andre Ter Stegen ketimbang Maarten Paes. Michel dan Ter Stegen sudah bekerja sama di Girona sejak musim lalu.
Selain itu secara reputasi dan nama besar, harus diakui Marc-Andre Ter Stegen memang lebih baik ketimbang Maarten Paes. Apalagi Ter Stegen pernah memperkuat Barcelona dan Timnas Jerman.
Peluang Besar untuk Lolos
Ajax Amsterdam berpeluang besar melaju ke League Phase Europa Conference League 2026/2027.
Mereka tetap bisa melaju ke fase itu, meski kalah dengan skor tak lebih dari satu gol pada laga leg kedua melawan FC Sion, pekan depan.
Berlaga di Europa Conference League sangat penting bagi Ajax. Tim asal ibu kota Belanda dengan reputasi besar itu dirasa wajib berlaga di kompetisi antarklub Eropa secara konsisten di setiap musimnya.
Sementara itu, fans sepak bola di Indonesia tentu berharap Maarten Paes bisa mendapatkan kesempatan bermain sebanyak mungkin di musim ini. Meski harus diakui, persaingan dengan Marc-Andre Ter Stegen sangat berat.