Kelompok Suporter Dunia Dukung Petisi Desak Gianni Infantino Mundur dari FIFA

Kelompok suporter Eropa (FSE) mendukung petisi online yang menyerukan pengunduran diri Infantino dan reformasi FIFA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 21 Agustus 2026, 12:45 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam konferensi pers di Qatar National Convention Center, Doha, Sabtu, 19 November 2022, menjelang Piala Dunia Qatar 2022. Infantino membalas kritik terhadap catatan hak asasi manusia Qatar. (COFFRINI KAIN / AFP)

Bola.com, Jakarta - Jaringan suporter sepak bola nirlaba Football Supporters Europe (FSE) mendukung petisi publik yang meminta Gianni Infantino mundur dari jabatan Presiden FIFA.

Petisi tersebut juga mendesak FIFA melakukan reformasi besar untuk meningkatkan transparansi.

Advertisement

Petisi yang dipublikasikan melalui Change.org tersebut mendapat dukungan dari tiga organisasi suporter tingkat benua, yakni FSE, Football Supporters Africa, dan Independent Supporters Council (Amerika Utara).

Puluhan organisasi suporter dari berbagai negara turut tercantum sebagai pendukung.

Reuters melaporkan, FSE sebelumnya telah menentang rencana Infantino untuk menjual sebagian kepemilikan atas hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.

Kelompok tersebut menyebut sepak bola sebagai "kebaikan sosial" dan mengkritik upaya FIFA memperoleh nilai ekonomi dari ajang tersebut demi kepentingan investor.


Mencederai Kepercayaan

Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

Petisi itu menyebut upaya menjual Piala Dunia kepada investor swasta sebagai tindakan yang mencederai kepercayaan terhadap sepak bola.

"Upaya memalukan dari satu orang, yakni Presiden FIFA sendiri, untuk menjual Piala Dunia kepada investor swasta memperlihatkan pengkhianatan yang tidak akan pernah dilupakan sepak bola," bunyi petisi tersebut.

Petisi itu juga menyerukan gerakan yang lebih luas untuk menghentikan Infantino dari penyalahgunaan jabatan Presiden FIFA serta mengembalikan kepercayaan terhadap institusi yang bertugas melindungi dan mengembangkan sepak bola dunia.


Tuntutan dalam Petisi

Logo FIFA terlihat di kantor regional Afrika organisasi tersebut di Sale pada 5 Agustus 2026. Presiden Gianni Infantino mengadakan pembicaraan darurat dengan para direktur FIFA lainnya di Maroko pada 5 Agustus—menurut keterangan seorang sumber kepada AFP, di tengah gelombang kritik terkait rencananya yang kini telah dibatalkan untuk membuka Piala Dunia bagi investasi swasta. (Abdelmajid BZIOUAT AFP)

Petisi tersebut muncul ketika sejumlah konfederasi sepak bola regional sedang mempertimbangkan pemungutan suara mosi tidak percaya untuk mencopot Infantino.

Selain tuntutan pengunduran diri, para pendukung petisi meminta FIFA menerapkan transparansi penuh dalam setiap keputusan penting serta memperkuat mekanisme pengawasan dan keseimbangan terhadap kekuasaan eksekutif.

"Sistem pengaturan diri yang berlaku saat ini di FIFA berulang kali gagal memberikan akuntabilitas yang memadai," demikian isi petisi.

Petisi tersebut juga menyerukan kerja sama antara para pemangku kepentingan sepak bola dan otoritas publik untuk membentuk standar tata kelola yang sesuai serta mampu melindungi sepak bola bagi generasi mendatang.

 

Sumber: Reuters

Berita Terkait