6 Negara Nordik Kompak Kehilangan Kepercayaan kepada Gianni Infantino, Desak Reformasi FIFA

Enam asosiasi sepak bola negara Nordik secara resmi menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 24 Agustus 2026, 07:00 WIB
Pemain depan Timnas Brasil #19, Endrick (Kiri), menembak dan melewatkan peluang selama pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Norwegia di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 6 Juli 2026. (ANGELA WEISS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Enam asosiasi sepak bola negara Nordik secara resmi menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap Presiden FIFAGianni Infantino.

Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Kepulauan Faroe menyampaikan sikap tersebut dalam pernyataan bersama setelah bertemu di Helsinki, Minggu (23/8/2026).

Advertisement

Mereka juga menyatakan dukungan terhadap langkah yang sebelumnya diambil UEFA, AFC, dan CONCACAF yang telah menekan Infantino untuk mundur dari jabatannya.

"Keenam asosiasi sepak bola Nordik telah kehilangan kepercayaan terhadap Presiden FIFA dan prihatin dengan tata kelola serta proses pengambilan keputusan organisasi di tingkat tertinggi," demikian isi pernyataan tersebut.


Soroti Rencana Komersialisasi FIFA

(Dari kiri ke kanan) Penyerang Timnas Norwegia #07, Alexander Sorloth, penyerang Norwegia #09, Erling Braut Haaland, gelandang Inggris #08, Elliot Anderson, dan penyerang Inggris #09, Harry Kane, berebut bola sundulan saat pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Inggris di Stadion Miami, Miami pada 12 Juli 2026. (ROBERTO SCHMIDT/AFP)

Salah satu tuntutan utama mereka berkaitan dengan rencana FIFA membuka kepemilikan sejumlah kompetisi, termasuk Piala Dunia, kepada investor swasta.

Rencana tersebut sebelumnya memicu penolakan luas dan akhirnya ditarik kembali. Namun, enam negara Nordik meminta jaminan yang mengikat agar tata kelola maupun kompetisi FIFA tidak kembali dibuka untuk kepemilikan swasta.

Mereka juga mendukung tuntutan UEFA, AFC, dan CONCACAF agar dilakukan investigasi eksternal yang independen terhadap proposal FIFA Enterprise serta peninjauan menyeluruh terhadap sistem tata kelola FIFA.


Desak Reformasi

Gianni Infantino, Presiden FIFA, melambaikan tangan kepada penonton sebelum pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 antara CR Flamengo dan FC Bayern München di Hard Rock Stadium pada 29 Juni 2025 di Miami Gardens, Florida. (Michael Reaves/Getty Images via AFP)

Sikap bersama enam negara tersebut semakin menambah tekanan kepada Infantino yang tengah mengincar masa jabatan keempat hingga 2031.

Meski mendapat tekanan dari berbagai konfederasi dan asosiasi anggota, Infantino tetap menunjukkan sikap bertahan. Ia bahkan menghadiri agenda Federasi Sepak Bola Karibia di Republik Dominika pada akhir pekan.

Dengan pemilihan presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang, gelombang penolakan terhadap kepemimpinan Infantino kini berpotensi menjadi salah satu isu utama dalam persaingan menuju pemilihan tersebut.

Sumber: Givemesport

Berita Terkait