Bola.com, Jakarta - AC Milan mengawali Serie A 2026-27 dengan kemenangan 2-1 atas Torino di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (24/8/2026) dini hari WIB. Alphadjo Cisse membuka skor pada menit ke-64 sebelum Adrien Rabiot menggandakan keunggulan tiga menit kemudian.
Torino baru memperkecil ketertinggalan melalui Che Adams pada menit ke-90+3. Gol tersebut membuat tuan rumah kembali memiliki harapan, tetapi AC Milan mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.
Performa antarlini memperlihatkan fondasi yang cukup solid untuk pasukan Ruben Amorim. Beberapa pemain tampil meyakinkan sejak awal, sementara Rabiot memberikan dampak besar setelah masuk dari bangku cadangan.
Maignan dan Gila Pimpin Lini Belakang
Mike Maignan menjalani pertandingan yang relatif tenang karena Torino hanya menghasilkan satu tembakan tepat sasaran. Kiper Prancis itu tidak mampu berbuat banyak ketika Adams melepaskan tembakan akrobatik pada masa injury time.
Mario Gila tampil sebagai bek tengah terbaik AC Milan berkat keberaniannya naik membantu proses pembangunan serangan. Ia aktif mengalirkan bola secara vertikal, meski sempat melakukan pelanggaran berisiko ketika berduel dengan Alieu Njie.
Koni De Winter juga tampil cukup solid setelah melakukan satu sapuan yang kurang meyakinkan pada awal pertandingan. Setelah momen tersebut, ia mampu menjaga lini belakang tetap terorganisasi dan membatasi peluang Torino.
Strahinja Pavlovic memberikan penampilan yang cukup stabil di jantung pertahanan. Ia masih perlu meningkatkan agresivitas dalam duel serta kualitas penguasaan bola, tetapi secara keseluruhan mampu menjalankan tugasnya.
Musah dan Jashari Jaga Lini Tengah
Yunus Musah tampil meyakinkan meski sempat ada keraguan mengenai keputusannya menjadi starter. Ia aktif merebut bola, menutup ruang, serta beberapa kali melakukan pergantian arah permainan dengan umpan yang baik.
Ardon Jashari juga cukup sering menawarkan diri untuk menerima bola dan membantu sirkulasi permainan. Gelandang Swiss tersebut memiliki kemampuan mengubah arah serangan, meski kontrol bola masih menjadi aspek yang perlu diperbaiki.
Ruben Loftus-Cheek justru menjalani pertandingan yang mengecewakan. Ia terlalu pasif pada babak pertama dan gagal memanfaatkan beberapa peluang kecil yang muncul di sekitarnya.
Luka Modric kemudian masuk dan memberikan kontrol lebih baik di lini tengah. Pengalaman serta ketenangannya membantu AC Milan mengelola permainan, terutama ketika Torino mencoba meningkatkan tekanan.
Cisse dan Rabiot Jadi Pembeda
Cisse sempat mengalami kesulitan pada babak pertama setelah gagal memanfaatkan dua peluang. Namun, penyerang muda tersebut bangkit melalui penyelesaian tenang ke sudut kanan atas untuk membawa AC Milan unggul pada menit ke-64.
Rabiot kemudian memberikan dampak luar biasa setelah masuk dari bangku cadangan. Ia terlebih dahulu mengirim umpan kepada Cisse untuk gol pembuka sebelum mencetak gol kedua melalui penyelesaian di tiang jauh.
Samuel Chukwueze juga memberikan kontribusi penting dari sisi sayap. Setelah kurang efektif pada babak pertama, ia mengirim umpan silang akurat yang dimanfaatkan Rabiot untuk menggandakan keunggulan.
Goncalo Ramos bekerja keras sepanjang pertandingan dan memberikan kontribusi dalam pressing. Namun, penyerang Portugal itu belum banyak mendapatkan peluang sehingga penampilannya lebih terasa dari sisi kerja keras.
Kemenangan ini menjadi modal positif bagi AC Milan setelah menjalani laga tandang yang tidak mudah. Performa antarlini juga memperlihatkan bahwa kedalaman skuad dapat menjadi faktor penting, terutama setelah Rabiot langsung memberikan pengaruh besar.
Sumber: Sempre Milan